Nyayur.id, Start-up Digital Pertanian di Indonesia

Mengenal start-up digital pertanian karya anak bangsa yang akan unjuk kebolehan di ajang internasional. Nyanyur.id bergerak di bidang pertanan pintar (smart agriculture) berhasil lolos mewakili Indonesia sebagai finalis di Olimpiade Inovasi Teknologi (The Advanced Innovation Global Competition 2019). Dilaksanakan di Nanyang Technological University (NTU) Singapura pada 15-17 November 2019 mendatang. Dihadiri oleh 200 negara dan 10.000 inovator di dunia dengan mempresentasikan hasil karya berupa IoT, E-Commerce, Big Data, dan Karsa Cipta lainnya.

Aplikasi yang didirikan oleh Reynaldi Prasetya dan kedua rekannya pada Mei 2017. Sekitar 10. 000 pengguna telah menggunduhnya. Nyayur.id masih beroperasi di tiga kota, Salatiga Jawa Tengah, Surabaya dan Jember di Jawa Timur. Namun, masih banyak konsumen lebih aktif di Salatiga. Sedangkan di kota lain, aktivitas transaksi belum begitu aktif.

Secara umum Nyayur.id menjadi alternatif bagi mereka yang tidak ingin ribet pergi ke pasar untuk berbelanja. Pengguna aplikasi dapat memilih menu sayur dan buah, bumbu, lauk pauk, dan sebagainya. Selain belanja semakin efisien, masih banyak keunggulan dibandingkan dengan bisnis sayur online lainnya.

Pertama, pengiriman bisa dilakukan pagi hari sehingga konsumen dapat menerima sayur dalam kondisi segar. Nyanyur.id menerapkan sistem pemesanan sehari sebelumnya dan konsumen bisa memilih waktu pengiriman. Pengiriman mulai dari pukul lima pagi hingga sore.

Kedua, Nyayur.id berani memberikan garansi kualitas premium, karena dikemas secara elegan sehingga dijamin kesegaranya. Aplikasi ini berani memberikan garannnsi uang kembali jika ada produk yang tidak sesuai pesanan.

Ketiga, konsumen akan mendapatkan fasilitas gratis ongkir dengan belanja minimal Rp. 15.000. Serta dapatkan 1 paket sayur setiap harinya dengan harga Rp. 1 dengan minimal belanja Rp. 30.000.

Saat ini, Nyayur.id disibukkan mengurus legalitas bisnis agar kedepannya aplikasi ini lebih mudah memanfaatkan peluang dan mencari investor. Sebab untuk mengembangkan bisnis ini, masih membutuhkan perbaikan seperti tempat, peralatan dan riset pengembangan. Nyayur.id menargetkan akan menggaet 10 mitra pemasok dan 5.000 pengguna aktif sehingga membantu perluasaan jangkauan pasar.

Berkembangnya uang digital (e-money), masih perlukah tunai?

0

Perkembangan teknologi saat ini terus menerus menciptakan pembaharuan. Kemudahan yang ditawarkan bagi pengguna membuat semua bergerak kearah digital. Sistem pembayaran yang berkembang di Indonesia, mulai dari barter lalu munculnya uang kertas hingga saat ini sedang mengalami digitalisasi. Masih perlukah tunai saat munculnya startup yang berbasis E-wallet seperti go-pay, ovo, dompetku, t-cash, dan lain sebagainya telah mengubah kebiasaan masyarakat. E-wallet (dompet digital) merupakan inovasi untuk memberikan kemudahan dalam bertransaksi saat ini. Hanya dengan sebuah aplikasi pada smartphone kamu bisa menggunakan e-money mu sebagai metode pembayaranmu. Iming-iming cashback terus diberikan untuk menarik lebih banyak pengguna. Pemerintah pun juga mendukung perubahan sistem pembayaran kearah e-money, dilihat dari kebijakan pembayaran e-tol dengan menggunakan e-money.  Bahkan saat ini di warung kecil kamu bisa melakukan pembayaran secara digital.

Masih perlukah tunai saat ini ada dalam genggaman tanganmu atau kamu hanya memerlukan telepon genggammu? Penggunaan uang tunai memang tidak seefektif e-money. Uang tunai sulit untuk dibawa dalam jumlah banyak berbeda dengan e-money yang cukup dengan smartphone namun tetap memiliki batas limit saldo. Selain itu, Bank Indonesia menyatakan bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih nyaman berbelanja menggunakan uang tunai.

Baca Juga: Tips Hemat Menggunakan Dompet Digital

Terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan uang tunai masih digunakan:

  • Mindset : Masih tertanam di pikiran bahwa memegang uang tunai dapat memberikan rasa cepat dan aman.
  • Aksebilitas : Tidak semua toko menerima pembayaran dengan uang elektronik (e-money).
  • Internet : Adanya masalah di mesin pembaca uang elektronik yang akan menambah durasi saat melakukan pembayaran.

Pemerintah sesungguhnya mendukung evolusi transaksi pembayaran kearah digital karena alasan penghematan biaya cetak uang, biaya edar, tranportasi, biaya tenaga, biaya pemusnahan uang yang tak layak/rusak dan lain sebagainya. Tentu saja jika penghematan bisa dicapai, akan menghemat pengeluaran anggaran negara dan bisa difokuskan ke bidang lainnya seperti pendidikan. Bank Indonesia juga semakin mudah untuk mengontrol keuangan negara dengan transaksi non tunai ini. Jadi masih perlukah tunai dilakukan di era digital ini, dapat dijawab dengan berbagai sudut pandang. Setiap teknologi memiliki postif dan negatifnya, semua bergantung pada pengguna.

Tips Hemat Menggunakan Dompet Digital

Kecanggihan teknologi mulai merambah di berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi. Dengan hadirnya dompet digital (e-wallet), segala transaksi mulai dari pembayaran belanjaan, kirim uang, hingga membayar tagihan bulanan jadi lebih mudah dan efisien. Membuat masyarakat memiliki kebiasaan baru seperti memburu promo dengan menawarkan cashback menggiurkan. Di sisi lain, beragam kemudahan yang ditawarkan bisa berbalik jadi bumerang bila konsumen tidak bijak dalam menggunakan dompet digital. Simak tips menggunakan dompet digital agar terhindar dari pemborosan.

Baca juga: Bayar Tagihan Lewat Fintech Makin Populer

1.Manfaatkan Promo Secukupnya

Di tengah ramainya godaan promo dari e-wallet, kamu bisa membeli barang yang sebetulnya tidak terlalu penting atau dibutuhkan. Biasanya tergoda saat di mal karena ada promo besar yang ditawarkan. Untuk itu, lebih pandai mengendalikan diri saat melihat promo cashback. Langsung sadar diri dan berhati-hati memanfaatkan uang digital yang ada.

2.Anggap Saldo e-wallet Seperti Uang Tunai

Salah satu penyebab penggunaan uang elektronik lebih boros adalah wujudnya yang tidak terlihat. Hal ini bisa memberi pengaruh secara psikologis sehingga secara tidak sadar kamu ingin menggunakan uang tersebut. Selain harus memperhitungkan jumlah saldo yang kamu masukkan, pastikan kamu menggunakannya sesuai dengan tujuan awal. Bila perlu, catat pengeluaran untuk uang elektronik sama seperti kamu mencatat pengeluaran lain.

Baca juga: Windows 7 Ikut “Pamit” dari Miscrosoft

3.Pilih e-wallet yang Jamin Keamanan dan Kerahasiaan Data Pribadi

Data pribadi sangat penting dan harus dilindungi. Sebab itu, pilih e-wallet yang bisa menjamin data penggunanya. Salah satu jenis e-wallet, DANA memiliki fitur khusus yakni DANA Protection

Melalui fitur tersebut, DANA memberikan jaminan proteksi 100% untuk kenyamanan serta keamanan penggunanya. Jaminan proteksi ini dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna dompet digital DANA yang telah mendaftarkan diri sebagai pengguna premium. Untuk menjadi pengguna premium, pengguna DANA hanya perlu melakukan verifikasi data diri dengan mengirimkan foto diri dan kartu identitas langsung di aplikasi DANA.

4.Pilih e-wallet Sesuai Kebutuhan

Saat ini sudah banyak perusahaan penyedia e-wallet. Jangan sembarangan instal aplikasi, perhatikan syarat-syarat yang perlu dipenuhi. Hal tersebut akan memperparah keuangan kita jadi tidak terkontrol. Pastikan juga e-wallet yang dipilih aman untuk bertransaksi maupun data pribadi. Yang terpenting sesuai dengan kebutuhan kamu.

Bayar Tagihan Lewat Fintech Makin Populer

Perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi informasi financial technology (fintech) terus bermunculan. Tapi, bisnis ini telah berkembang pesat dan menjadi primadona di masyarakat. Penggunaannya berfokus pada kegiatan pembayaran disebut Internet Payment Gateway (IPG). Layanan fintech diyakini akan menciptakan banyak peluang kerja di masa depan. Sekaligus menjadi tantangan untuk perkembangan ekonomi global yang sedang tidak menentu.

Di Indonesia sudah banyak perusahaan yang menggunakan pembayaran ini. Perusahaan dalam kategori payment gateway ingin membangun solusi pembayaran terintegrasi, melalui berbagai delivery channels (EDC, online/web, perangkat genggam) dan memfasilitasi transaksi lintas bank. Layanan solusi tersebut diterapkan di berbagai produk dan transaksi yang menarik minat, menjamin kepraktisan konsumen seperti gift card, benefit card, prepaid card, loyalty programs, member cards, kupon dan voucher.

Baca juga: Melalui Fitur Click&Collect Blibli Perkuat Konsep O2O

Sedangkan di sektor layanan publik, fintech memfasilitasi proses pembayaran oleh institusi keuangan (pengiriman uang), pembayaran tagihan (listrik, telpon, PDAM, PBB, asuransi, BPJS), pendistribusian dana (pensiun, bantuan operasional sekolah, bantuan siswa miskin), serta pembayaran-pembayaran mikro lainnya. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat selama melakukan transaksi pembayaran dimana pun, kapan pun, tanpa memandang jarak dan waktu.

Manfaat melakukan pembayaran berbasis teknologi terkini dapat membantu membuka opsi pembayaran lebih luas, memungkinkan proses check-out konsumen yang lebih cepat, meningkatkan berbagai kesempatan promosi dan program loyalitas pelanggan dengan lebih luas, menjadikan pelaporan rekonsiliasi secara otomatis, dan  lebih akurat. Kemudian data validasi dilakukan secara online, sehingga memperkecil resiko penipuan, manajemen pembayaran lebih efektif dan efisien. Serta memberikan kepastian keamanan dan kepraktisan bagi konsumen, menurunkan risiko kebocoran dana, menekan kemungkinan penipuan dan masih banyak lagi.

Baca juga: 5 Platfrom Chatbot Bantu Bangun Bisnis

Hadirnya financial technology menjadi terobosan baru bagi masyarakat saat bertransaksi menggunakan jasa keuangan tersebut. Di sisi lain, kehadirannya dapat menjadi ancaman melihat masih rendahnya literasi keuangan maupun digital orang Indonesia secara umum. Edukasi secara intensif kepada publik sangat dibutuhkan, diharapkan Pemerintah ikut andil guna mensejahterahkan masyarakat. Solusi yang ditawarkan melalui pendekatan ini bukan dimaksudkan untuk mengganti transaksi uang secara fisik, namun ‘memindahkan’ transaksi tunai secara elektronik untuk menciptakan efisiensi, dengan keamanan dan menjaga data konsumen dengan terjamin.

Salam Digitizer

Windows 7 Ikut “Pamit” dari Miscrosoft

Miscrosoft merilis pernyataan tentang penutupan windows 7 pada 14 Januari 2020. Secara tidak langsung, usia windows 7 tinggal beberapa bulan kedepan. Windows 7 “pamit” setelah 10 tahun dikenalkan di masyarakat. Jika kalian masih pengguna windows 7, segera upgrade perangkat komputer ke sistem yang lebih baru.

Pemberitahuan muncul melalui situs resminya, Miscrosoft menyatakan tidak lagi memberikan dukungan lagi ke windows 7. Termasuk pada sistem keamanannya, sehingga windows 7 lebih mudah menjadi target kejahatan dan terserang malware. Miscrosoft menyuruh pengguna mulai beralih ke sistem operasi terbarunya, windows 10.

Sebelumnya pengumuman rencana penutupan windows 7 sudah dikeluarkan sejak Januari 2017. Sampai menawarkan tidak memungut biaya untuk proses upgrade ke windows 10. Sayangnya informasi tidak terdengar di masyarakat, dan memilih menetap menggunakan windows 7. Terutama pengguna di kalangan usaha kecil dan menengah (UMKM).

Baca juga: WhatsApp Pay, Ketahui Cara Penggunaannya Sebelum Hadir di Indonesia

“Windows 7 sudah ketinggalan zaman dan usang. Tidak cocok menggunakannya di perkembangan teknologi yang semakin canggih ini. Terutama pada sistem keamanannya mulai rentan dan mengurangi resiko kerugian bagi perusahaan,” tulis Miscrosof di laman.

“Kami tahu bahwa perubahan bisa menjadi hal yang sulit untuk dilakukan, itulah mengapa kami memberi tahu lebih awal agar Anda bisa mem-backup dokumen Anda dan bersiap untuk hal berikutnya,” lanjutnya.

Meskipun dukungan keamanannya akan dihentikan, Microsoft tetap membantu pengguna untuk beralih ke Windows 10. Perusahaan ini menawarkan akan memberi dukungan tambahan secara tidak cuma-cuma. Dukungan tersebut ditujukan bagi pelaku bisnis atau perusahaan besar membutuhkan sistem operasional windows 7.

Bahkan memasang harga cukup mahal sekitar 25 dollar AS (Rp 350.000) per tahun untuk setiap komputer. Fasilitas yang ditawarkan yaitu mengupdate sistem kemanan Windows 7 untuk kalangan pengusaha setelah 14 Januari 2020-14 Januari 2021. Selanjutnya, harga berangsur naik menjadi 50 dollar AS (Rp 700.000) per komputer dalam peridoe 2021-2022, 100 dollar AS (Rp 1,4 juta) per komputer di 2022-2023.

Sebenarnya ,dukungan resmi Microsoft untuk Windows 7 sudah berakhir sejak 2015 lalu. Hanya diperpanjang sampai 2020 karena sistem operasinya termasuk basis pengguna yang besar. Tahun ini, Miscrosoft serius untuk menutup usia windows 7 dan meminta pengguna beralih ke windows 10.

Sudah Produktifkah Internet Kita ?

0

Berdasarkan Business Model ini dan disertai beberapa hasil penelitian Disertasi Yopan,M. (2018) kita bisa memilah fungsi internet menjadi 4 Bagian Produktif :

1.Mobilitas

Tak dipungkiri penggunaan mobile device atau smartphone sangat tinggi di Indonesia, tapi faktanya tingkat produktifitasnya masih rendah. Fungsinya masih banyak dalam ranah komunikasi, baca berita, streaming dan gaming. 

2. Internet Of Thing 

Meskipun jumlah pengguna Internet di Indonesia menyentuh tapi tingkat penggunaan internet seperti Sensor atau Activator masih rendah. Yang sering kita dengar sih sensor gerak, sensor cahaya, sensor warna dll 

Tapi penggunaanya masih terbatas, sangat beda spt negara negara yang sudah menerapkan IOT dalam kegiatan ekonomi

Seperti Australia yang memasang Sensor Panas (suhu) dikandang sapi, jadi bisa mengantisipasi sapi sapi yang sakit dan memisahkan mereka dari sapi yang sehat lebih cepat

Wajib Baca : Kumpulan Artikel Internet Marketing Terbaik

3. Cloud Computing

Ini menggantikan peranan server konvensional, dimana penggunannya di Indonesia masih sangat terbatas penggunannya. Mulai jaringan dan penempatan storage online.

4. Big Data Analytic 

Ini menyangkut alat, kapasitas dan kapabilitas manusia menggunakan internet untuk prediksi dan meningkatkan opersional kerja. Saya akui, saya bahkan mungkin kita semua  mungkin masih lemah dalam hal ini. Bahkan mungkin cara menangkap data base yang tepat saja mungkin masih belum optimal apalagi menggunakannya 

Jadi kalau dibilang “Distruptive Digital” terjadi memang benar. Kalau dibilang ini eranya digital 4.0 ada benarnya karena memang terjadi. Tapi apakah kita sudah siap untuk menggunakan internet secara Produktif ???

Saya juga masih bertanya pada diri saya sendiri ? Bagaimana dengan teman teman semua ?

Keep Moving, Dont Stop !

Drive Your Market With Digital Marketing

Bootstrapping dan Penerapannya Dalam Startup

Bootstrapping mungkin hanya diketahui oleh beberapa orang saja dan untuk orang awam ini dapat menjadi sebuah istilah baru. Penerapan Bootstrapping, aternatif  yang biasanya digunakan para founder untuk membangun atau memulai startup. Dalam penerapan bootstrapping memiliki dua motif untuk digunakan, yaitu karena idealisme dan kondisi.

Baca Juga :Telegram Siap Luncurkan Mata Uang Kripto “Gram”

Bootstrapping dapat dikatakan sebagai sebuah proses dalam mendirikan sebuah startup. Ini biasa dilakukan tanpa bantuan pendanaan dari para investor serta vanture capital. Dalam beberapa hal  founder akan memilih untuk melakukan bootstrapping, di karenakan rasa idealisme mereka. Ini karena founders ingin kontrol sepenuhnya di pegang oleh mereka.

Dalam hal lainnya, founder akan memilih melakukan bootstrapping karena kondisi. Kondisi yang dimaksud disini adalah startup itu belum termasuk dalam kriteria agar dapat di investasikan oleh venture capital. Karena hal tersebut maka dari itu founder terpaksa harus menjalankan startup secara mandiri tanpa campur tangan bantuan eksternal, hingga pada akhirnya startup tersebut bisa mendapatkan sebuah investasi.

Akan ada beberapa keuntungan dalam membangun startup dengan bootstrapping. Seperti tiga hal yang dapat anda lihat di bawah ini.

  • Terus menjaga landasan startup

Adanya orang-orang baru bukan hanya akan menambah beban oprasional dalam pekerjaan. Tetapi juga akan memunculkan ide atau pemikiran baru yang terkadang tidak sesuai dengan ideologi awal straup dibangun. Hal tersebut tentunyab dapat mengintervensi pada pengambilan keputusan.

Baca Juga :Tips Beberapa Founder Startup Untuk Tingkatkan Penjualan

  • Buat business plan yang menguntungkan

Ada beberapa model bisnis pada startup yang awalnya tidak akan mendapat keuntungan sama sekali. Kebanyakan lebih berfokus pada penguasaan pasar yang tentunya ini membutuhkan banyak biaya dalam penerapannya.

Startup dengan penerapan bootstrapping akan membutuhkan rencana bisnis yang dapat menghasilkan uang atau keuntungan dengan cepat. Lalu keuntungan yang ada dapat di putar untuk membesarkan startup.

  • Fokus terhadap produk

Saat membuat produk pertama kali pasti setiap orang akan memikirkan atau mengeluarkan pemikirannya dalam membuat startup. Tetapi tidak menutup kemungkinan seringkali pemikiran tersebut didanai dan terealisasikan oleh sebuah venture capital. Inilah yang akan dapat membuat anda diperintah oleh VC.

Hal tersebut tidak akan terjadi jika anda menggunakan penerapan bootstrapping. Karena dalam melakukannya anda akan dibebaskan untuk menciptakan produk yang akan anda buat sendiri.

Baca Juga : Startup Weekend Surabaya 2019 Realisasikan Ide Startup Lokal

Telegram Siap Luncurkan Mata Uang Kripto “Gram”

0

Mata uang kripto buatan Rusia kabarnya telah siap untuk diluncurkan pada akhir Oktober. Uang kripto yang diberi nama Gram ini akan serupa dengan milik Facebook, Libra, dan Bitcoin. Gram akan menyediakan mata uang ini untuk  200 sampai 300 juta pengguna Telegram diseluruh dunia.

Baca Juga : Buat SIM Kini Bisa Menggunakan Go-Pay

Sebelumnya Telegram pernah mengatakan akan membatalkan initial coin offering (ICO) milik Gram. Sehingga kabar dibuatnya mata uang kripto ini tentunya menjadi kejutan bagi seluruh pengguna. Dari informasi yang di dapat kabarnya pembuatan Gram ini menghabiskan dana USD 1,7 miliar.

Gram ini juga nantinya akan didesantrilasi sama seperti bitcoin dan tidak akan dikendalikan oleh perusahaan itu sendiri. Namun belum dapat dipastikan apakah hal ini akan disetujui oleh pemerintah di negaranya sendiri. Mengingat Telegram pernah bermasalah dengan negara asalnya yaitu Rusia. Beberapa regulator juga dikabarkan takut jika inovasi yang dibuat oleh Telegram ini akan menjadi jalan masuk yang bertujuan sebagai pencucian mata uang ilegal.

Mengutip dari pernyataan seorang pengamat Firma Hukum Cryptocurrency, Richard Levin yang memberikan pernyataan melalui The New York Times. Beliau mengatakan, bagi siapapun yang membuat sistem seperti ini harus berhati-hati dengan beberapa regulator yang ada.

Baca Juga : Meningkatkan Engagement untuk Bisnis yang Lebih Baik

Pada beberapa waktu yang lalu Facebook juga pernah menyatakan bahwa pihaknya kemungkinan tidak dapat meluncurkan uang kripto mereka yang akan diberi nama Libra. Hal itu diperkuat karena tekanan yang dibuat oleh regulator di Amerika dan para anggota parlemen.

Tiga orang investor anonim Telegram menyebutkan jika nantinya mata uang kripto ini diluncurkan, pengguna Telegram bisa menyimpan koin di dompet digital yang ada pada Gram. Untuk para investor ritel yang ingin membeli Gram ini dapat membelinya melalui Tokenomy. Penjualannya dikabarkan telah diselenggarakan pada 19 Agustus lalu yang berlangsung kurang lebih dua minggu.

Dengan hadirnya terobosan blockchain yang dibuat Telegram ini kabarnya akan membuat Telegram menjadi aplikasi super yang multifungsi. Tidak hanya itu saja Gram ini diberitakan akan menjadi aplikasi yang akan membuat terobosan ekonomi kreatif melalui aplikasi Telegram tersebut.

Baca Juga :Pomona Startup Penyedia Cashback

Buat SIM Kini Bisa Menggunakan Go-Pay

0

Menggunakan Go-Pay dalam transaksi pembayaran pembuatan SIM kini sudah dapat anda lakukan. Polda Metro Jaya menjadi yang pertama mengumumkan kerjasama dengan Go-Pay tersebut. Kerjasama ini sebagai upaya menghadirkan inovasi dalam metode transaksi nontunai pada pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Baca Juga : Kalangan Milenial Mulai Tertarik Jadi Investor Fintech

Walaupun saat ini Go-Pay memiliki banyak sekali pesaing, namun tetap saja banyak orang yang menikmati menggunakan Go-Pay dalam membantu transaksi pembayaran nontunai. Kabar ini tentunya menjadi sesuatu yang baru bagi masyarakat. Ini dikarenakan sebelumnya pembuatan SIM hanya dapat dilakukan dengan transaksi tunai, namun kini dengan hadirnya inovasi tersebut transaksi sudah dapat di akses menggunakan Go-Pay atau nontunai. Kerjasama ini di buat berdasakan keinginan untuk meningkatkan pelayanan bagi publik.

Dikutip dari pernyataan Kombes Pol Yusuf, pembuatan SIM dengan menggunakan Go-Pay dilakukan untuk membantu menciptakan layanan publik yang cepat, aman, mudah, dan transparan. Dengan itu semua harapan kedepannya masyarakat bisa lebih percaya dengan kinerja pelayanan publik.

Baca Juga :Marketplace Jadi Jawaban Pasti Bisnis Anda

Untuk bertransaksi dengan menggunakan Go-Pay dalam pembuatan SIM nanti caranya sangat mudah. Anda hanya perlu masuk ke aplikasi Gojek dan kemudian memilih menu “Bayar” untuk selanjutnya melakukan scan QR code yang telah tersedia di loket pembayaran PNBP SIM. Terakhir, anda hanya perlu memasukan jumlah yang akan dibayarkan dan setelahnya dapat melakukan konfirmasi pembayaran.

Pihak Go-Pay sendiri menyambut baik kabar kerjasama ini dan merasa terhormat karena menjadi bagian dalam peningkatan pelayanan publik melalui pembayaran nontunai tersebut. Serta mengharapkan penerimaan PNBP yang lebih aman dan transparan kedepannya.

Metode pembayaran ini tidak hanya diberlakukan di Jakarta saja. Wilayah atau daerah lainnya juga dapat merasakan kemudahan dalam metode pembayaran PNBP tersebut. Hal tersebut diperkuat dengan kerjasama yang telah dilakukan oleh pihak Gojek dan Go-Pay bersama Polres di sembilan kota yang ada di Indonesia.

Baca Juga :See-Think-Do Strategi Marketing Untuk Mengetahui User Intent

Liveen Foundation, Proyek Blockchain Korea Selatan Tembus Indonesia

Korea Selatan pada bulan Agustus ini telah menghadirkan proyek blockchain yang di beri nama Liveen Foundation. Proyek ini berhasil menembus pasar Indonesia setelah bekerjasama dengan Coinone Indonesia.

Coinone Indonesia akan menjadi mitra strategi untuk Liveen Foundation agar dapat masuk di pasar Indonesia dengan mudah. Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi perkenalan masyarakat  terhadap teknologi blockchain yang ada saat ini.

Baca Juga : WhatsApp Pay, Ketahui Cara Penggunaannya Sebelum Hadir di Indonesia

Sebelum mengembangkan proyek ini, pengembang lebih dulu dikenal melalui sebuah perusahaan bernama Finotek Group yang juga berasal dari Korea Selatan. Perusahaan tersebut diketahui menyediakan  jasa layanan berfokus pada memberikan solusi untuk pemerintah, perusahaan asuransi, bank, sampai dengan perusahaan kartu credit.

Tidak hanya itu saja, proyek ini sebelumnya juga sudah pernah digunakan oleh Samsung. Saat itu Samsung bekerjasama dengan proyek blockchain ini untuk menghadirkan future crypto wallet pada seri Galaxy S10.

Finotek Group membangun aplikasi platform ini untuk membantu pengguna dengan menyediakan informasi mengenai lokasi terkini dan memberikan kompensasi kepada pengguna berupa token Veen.

Pengguna juga bisa mendapatkan kompensasi jika memposting kegiatan mereka di lokasi tersebut. Liveen juga akan memberikan fasilitas kepada pengguna melalui token Veen yang telah pengguna dapatkan. Token tersebut akan dapat digunakan melalui ekosistem yang telah dibentuk.

Baca Juga : Pasar Uang dan Pasar Modal. Apa Saja Bedanya?

Pada aplikasi ini Veen token akan sangat berguna untuk melakukan donasi,  sebagai alat tukar mata uang konvensional di exchange, membeli segala macam konten, ditukar dengan poin layanan, atau digunakan bersama mitra.

Apakah Aman?

Beberapa dari anda mungkin masih ragu untuk menggunakan aplikasi platform yang satu ini karena takut tidak aman. Kenyataannya pihak Liveen sudah berjanji akan bertanggung jawab terhadap setiap data pengguna. Nantinya data pengguna secara bertahap akan tersimpan otomatis dalam sistem dan akan dianalisis oleh pihak Liveen.

Tidak hanya itu, Liveen Foundation juga akan memberikan hak kepada pengguna terkait data yang telah digunakan. Kemudian Liveen akan memberikan value yang lebih besar melalui analisis data yang telah dikumpulkan, aplikasi ini juga sudah berkomitmen untuk tidak mentransfer atau menunjukkan data pribadi pengguna secara bebas.

Baca Juga : Menyusun Strategi Pemasaran Untuk Startup Pemula