See-Think-Do

Apa yang terlintas dipikiran ketika mendengan See-Think-Do? Kalau di translite ke dalam Indonesia menjadi Melihat-Berpikir-Melakukan. Bisa jadi benar bisa jadi salah, karena See-Think-Do merupakan strategi marketing untuk mengetahui niat dari konsumen. Strategi ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu See, Think, dan Do. Berikut Penjelasannya…

Baca juga: Artificial Intellegence Diprediksi Menjadi Masa Depan Digital Marketing

See-Think-Do Strategi Marketing

See adalah konsumen yang menjadi target, namun belum tahu produk Anda atau belum membutuhkannya. Program marketing yang tepat untuk kelompok ini adalah yang mampu menjangkau pasar seluas mungkin. Tujuan dari strategi ini untuk meperkenalkan brand. Sehingga diperlukan iklan yang kuat. Buat suatu hal yang menarik perhatian audiens, sehingga mereka tertarik dengan produk yang ditawarkan. Perhatikan situ yang dikunjungi, konten yang disukai, dan keyword yang sering dicari.

Think adalah orang –orang yang butuh atau ingin belanja suatu produk, tapi tidak akan langsung melakukannya (tidak urgen, belum waktunya, atau alasan lain). Pemasaran bagi orang-orang dengan niat Think bertujuan untuk menunjukkan keunggulan produk Anda. Karena pemasaran tingkat ini memiliki audiens yang sempit. Sehingga Anda dapat menunjukkan hal-hal yang lebih detail.

Tips untuk tahapan Think yaitu menumbuhkan relasi jangka panjang, misalnya lewat pendaftaran e-mail, fitur notifikasi, dan wishlist. Buat agar pengguna merasa nyaman dengan brand milik Anda. Selain itu, Bounce rate situs (jumlah pengguna yang datang lalu langsung pergi tanpa melakukan apa-apa) juga perlu untuk di perhatikan.

Selanjutnya, ada Do yang artinya konsumen yang hendak melakukan pembelian. Konsumen Do adalah mereka yang akan segera melakukan pembelian. Tujuan pemasaran di tahap Do adalah untuk memudahkan pembelian. Merancang User Experience aplikasi merupakan bagian dari strategi marketing sehingga tombol-tombol penting (add to cart, checkout,dsb) mudah ditemukan. Emakin mudah user membeli, semakin sering mereka akan melakukannya.

Pemahaman user intent akam membantu Anda untuk merancang strategi pemasaran dan mengukur keberhasilannya dengan lebih baik. Merancang aplikasi atau situs sedemikian rupa sehingga user intent dapat terakomodasi. Kenali kebutuhan target pasar, supaya Anda bisa melayani pelanggan dengan optimal.

Baca juga: Bagaimana Jika Cara Kerja CCTV Seperti Otak Manusia?