Bonus Demografi, Apakah Indonesia Siap Mengikuti Arus Milenial?

0
205
bonus demografi

Sebelumnya apakah sudah mengetahui arti bonus demografi sendiri? Jawabannya sederhana, yaitu keadaan di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk non produktif (usia di bawah 15 tahun dan usia di atas 65 tahun). Lalu apa yang akan dilakukan oleh masyarakat Indonesia?

Diperkirakan Indonesia akan menikmati bonus demografi pada tahun 2020 hingga 2035, menjadi suatu kebanggaan bagi negara apabila dapat memanfaatkan bonus demografi dengan baik. Karena jarang sekali suatu negara mengalami momen seperti ini. Bonus demografi mampu berdampak di bidang pendidikan dan pertumbuhan ekonomi. Menentukan kekuatan, kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.

Baca juga : Big Data Mampu Mencuri Ide Bisnismu

Bidang Pendidikan

Pemerintah menciptakan Generasi Emas 2045, menciptakan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan globalisasi dan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan melalui pendidikan tinggi. Tetapi tidak memungkiri bahwa dampak negatif dari bonus demografi adalah tingginya pengangguran serta ketidak sesuaian antara kebutuhan dengan ketersediaan lulusan di dunia kerja.

Baca juga : Flip, Cara Baru Transfer Antar Bank Tidak Perlu Memikirkan Biaya

Solusi di Bidang Pendidikan

Meningkatkan akses, relevansi dan mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. Strategi Pemerintah lainnya yaitu General Education untuk menghasilkan lulusan yang berwawasan kebangsaan dan bela negara, open minded, kritis dan analitis, kompetitif, komunikaktif dan toleran. Mendorong lulusan menciptakan lapangan pekerjaan, memaksimalkan penelitian yang bermanfaat langsung kepada masyarakat dan membantu perkembangan IPTEK.

Baca juga : Website Builder Gratis yang Cocok Untuk Pemula

Bidang Perekonomian

Adanya bonus demografi, potensi pasar Indonesia sangatlah besar. Terlebih jumlah masyarakat di Indonesia didukung oleh SDA yang melimpah. Pemerintah terus menyemarakkan berbagai UKM di Indonesia, sekarang adalah waktunya Indonesia berinvestasi. Tetapi dampak negatifnya yaitu pertambahan penduduk justru akan semakin mengurangi pertumbuhan ekonomi dan mengalami inflasi tinggi karena semakin banyaknya manusia. Namun tidak diiringi dengan pertambahan luas lahan dan lapangan pekerjaan.

Menurut Anda apakah Indonesia sudah mempersiapkan semuanya dengan adanya perubahan demografi ini?