Perilaku konsumen saat ini telah berubah. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terjadi hampir dua bulan ini membuktikan bahwa pola konsumsi masyarakat telah berubah.

Pengajar Program Studi Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unika Atma Jaya, Efendi Haslim Hong menyatakan bahwa pandemi ini sudah mempengaruhi semua aspek kehidupan manusia. Penerapan PSBB mengakibatkan sebagian besar orang dipaksa untuk melakukan semua aktivitas keseharian di rumah saja.

Hal ini juga berpengaruh pada pola konsumsi masyarakat. Bagaimana bisa?

The Power of Stay at Home

Adanya social distancing dan PSBB memaksa banyak kegiatan untuk dilakukan di rumah saja. Namun bagi konsumen introvert, mereka akan semakin menikmatinya. Bisa jadi pandemi ini membuat masa depan terlihat lebih cepat. Peralatan hiburan Augmentation Reality (AR) akan semakin dicari. Contohnya saja Jepang yang menyiarkan pertandingan baseball dan maraton dari AR. 

Baca Juga: Kutipan Sebagai Strategi Bisnis Instagram Anda

Online Shopping: From “Wants” to “Needs”

Berbelanja Online bukanlah hal yang biasa, namun dengan adanya pandemi ini kegiatan Online Shopping yang tadinya hanya ‘wants’ (keinginan) beralih ke ‘needs’ (kebutuhan). Kenapa demikian? Pembelian yang dulunya hanya untuk barang non-essesial, kini beralih ke daily needs (kebutuhan sehari-hari)

Maka permintaan produk-produk kebutuhan sehari-hari akan naik tajam mulai dari kebutuhan pokok hingga kebutuhan lainnya.

Food Delivery

Beragam aplikasi seperti GoFood dan GrabFood semakin dicintai saat ini. Bagaimana tidak? Adanya PSBB membuat para konsumen untuk menghindari dine in daripada harus terpapar dengan virus tak kasat mata ini. Oleh karena itu, delivery order menjadi pilihan.

Selama ini konsumen menggunakan layanan delivery hanya untuk kesenangan semata seperti memesan boba tea, pizza, atau makan lainnya. Namun, hal ini bergeser ke kebutuhan sehari-hari yang berakibat ke pemesanan berulang.

Home Cooking is Up

Jika sebelum pandemi, take away atau memanfaatkan delivery order adalah pilihan. Kini berubah. Pandemi menyebabkan semua orang memiliki waktu luang di rumah. Sehingga kegiatan memasak menjadi keahlian baru. Terutama pada generasi millenial.

Frozen Food is Convenience Solution

Kebanyakan mama muda milenial sudah terlanjur tak pandai dalam memasak. Walau ajuran stay at home menjadi hal baru untuk mengasah skill memasak, kebiasaan tersebut tidak berlaku. Mama milenial lebih menyukai hal yang simple dan convenient. Oleh karena itu, frozen food menjadi penolong. Apalagi dengan kemasan ready to cook.

Para pelaku bisnis frozen food akan diuntungkan dalam hal ini. Oleh karena itu, bagi Anda yang terjun di bisnis Frozen Food harus berkreasi lebih banyak.

Baca Juga: Cara Maksimalkan Email Marketing untuk Bisnis

DIY and Self-Care at Home

Jika konsumen sudah terbiasa dengan stay at home, maka banyak hal baru yang akan mereka lakukan. Mulai dari melakukan self-care sendiri seperti meni-pedi, spa, dan facial. Kegiatan tersebut menjadi hal normal.

Maka pembelian produk self-care akan dicari para konsumen pada masa pandemi ini

Melihat dari ulasan di atas, berbisnis online saat ini menjadi hal yang wajib dipertimbangkan. Tak perlu berkecil hati jika banyak pesaing. Hal itu akan membantu Anda lebih kreatif lagi. Bila mengerjakan konten bisnis online shop ini membutuhkan banyak detail, Anda bisa berkonsultasi pada konsultan pemasaran online