Artificial Intellegence

Artificial Intellegence atau disingkat AI adalah sebuah entitas cerdas secara ilmiah yang diciptakan oleh manusia. Entitas tersebut di tanamkan ke dalam sebuah mesin, sehingga membuat mesin seolah-olah mampu berpikir sendiri untuk mengambil sebuah keputusan. Teknologi ini kini mulai banyak diterapkan pada pemasaran digital.

Artificial Intellegence dan Digital Marketing

Teknologi AI diprediksi akan membantu kegiatan pemasaran karena kemampuan mengolah data dalam jumlah besar, atau menerima respon dengan cepat. AI  memberikan banyak keuntungan bagi media sosial. Hal tersebut dapat membantu para penjual yang kini marak  menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Baca juga: Investasi Mudah Dengan Tokopedia Reksadana

Dengan 2,4 miliar orang di dunia yang saling berinteraksi dan berbagi konten melalui media sosial, serta kecanggihan AI yang berkembang cukup pesat, AI akan memiliki masa depan yang cerah di ranah marketing. AI dapat mengolah interaksi dan post yang dibagikan di media sosial setiap hari. Dengan mengolah jumlah informasi yang sangat besar selanjutnya AI akan mengambil intisarinya untuk menunjukkan perilaku para pengguna media sosial.

Saat pengguna media sosial membagikan sebuah gambar, belum tentu mereka menyertakan caption atau hashtag. Hal ini dapat menyulitkan penjual yang ingin mencari tahu reaksi konsumen terhadap suatu produk di sosial media.

AI memungkinkan untuk memproses gambar tanpa perlu mengetahui keyword. Gambar dapat dilihat di mana saja gambar logo sebuah brand atau produk tertentu sekaligus memberikan informasi yang relevan walaupun tanpa menyebutkan merek.

Sementara itu, dalam sebuah riset menyebutkan bahwa, 85 persen aktivitas customer service akan dibantu oleh AI pada tahun 2020. Artinya, sebentar lagi pengguna media sosial akan berinteraksi dengan chatbot saat menghubungi layanan pelanggan suatu perusahaan.

Artificial Intelegence memang membantu media sosial dalam memberikan user experience yang baik dan meningkatkan interaksi pengguna. Namun, kecanggihan AI ada baiknya tidak membuat kita terlalu manja atau menyerahkan semuanya pada produk-produk AI. Kebijakan dan keseimbangan dalam menyambut perkembangan teknologi sangat diperlukan.

Baca juga:Bagaimana Jika Cara Kerja CCTV Seperti Otak Manusia?