Investasi Digital Marketing – Tanpa diduga, banyak anggapan miring soal keampuhan hasil digital marketing dalam membantu perkembangan sebuah startup untuk mencapai titik sukses. Beberapa opini seperti, “Dalam percobaan pertama kan selalu butuh banyak waktu dan resources” atau “Startup itu punya budget sangat terbatas, jadi lebih baik digunakan untuk hal lain” dan segenap opini miring lainnya. Beberapa pelaku bisnis startup mengaku ragu dan bimbang tentang harus dan perlukah untuk melakukan investasi digital marketing. Jawabannya adalah YA, dan berikut alasannya.

Investasi dalam SEO

Dari sekian banyak keuntungan menggunakan SEO sebagai investasi, mari kita membahas beberapa hal diantaranya:

Meningkatkan traffic

Menurut data yang dihimpun Internet Live Stats, hingga saat ini terdapat lebih dari 1,8 miliyar website yang ada dalam world wide web. Dari sekian banyak website, Anda harus mendesain konten sedemikian rupa supaya bisa survive dan terus dibaca banyak orang. Disinilah SEO mulai berperan. Ada dua jenis SEO yaitu technical SEO (berhungan dengan website Anda secara general) dan on-page SEO (berhubungan dengan konten secara individual).

SEO akan membantu website secara perlahan tapi pasti untuk bisa berada di rangking teratas pencarian dalam search engine. Tingginya peringkat suatu website dalam search engine akan berbanding lurus dengan tingginya traffic. Tentu saja ini akan membuka lebar peluang kesempatan untuk merengkuh semakin banyak target audiens ke dalam jangkauan.

Tambah pengalaman penggunaan website

Techinal SEO bisa memberi akses laporan seperti kemanan dan kecepatan untuk selanjutnya dapat dilakukan analisis. Saat tahu kendala yang terjadi, perbaikan pasti akan disusun untuk meperbaiki pengalaman audiens saat menggunakan suatu website. Semakin baik pengalaman pihak audiens, semakin positif juga nilai website tersebut di mata mereka.

Baca Juga: 6 Strategi Digital Marketing di Tengah Pandemi COVID-19

Investasi dalam Media Sosial

Media sosial adalah lahan subur untuk menggaet sebanyak mungkin audiens ke pihak brand. Jika sasaran sebuah perusahaan startup adalah kalangan Milenial atau Gen Z, maka sudah pasti wajib hukumnya untuk meyakini Return of Investment (ROI) yang dihasilkan oleh media sosial. Kalangan Milenial dan Gen Z sangat menjunjung tinggi value sebuah perusahaan sehingga penting bagi pelaku startup untuk membagikan value perusahaan dan merk mereka melalui media sosial.

Dalam media sosial sendiri, sebuah startup bisa melakukan promosi, kampanye peningkatan kesadaran merk, dan bahkan membidik konsumen potensial yang mungkin menjadi konsumen loyal. Selain itu, media sosial memiliki peran penting untuk melakukan observasi target pasar yang akan Anda bidik.