Foto: Akira Kodaka (Asia.nikkei.com)

Perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi informasi financial technology (fintech) terus bermunculan. Tapi, bisnis ini telah berkembang pesat dan menjadi primadona di masyarakat. Penggunaannya berfokus pada kegiatan pembayaran disebut Internet Payment Gateway (IPG). Layanan fintech diyakini akan menciptakan banyak peluang kerja di masa depan. Sekaligus menjadi tantangan untuk perkembangan ekonomi global yang sedang tidak menentu.

Di Indonesia sudah banyak perusahaan yang menggunakan pembayaran ini. Perusahaan dalam kategori payment gateway ingin membangun solusi pembayaran terintegrasi, melalui berbagai delivery channels (EDC, online/web, perangkat genggam) dan memfasilitasi transaksi lintas bank. Layanan solusi tersebut diterapkan di berbagai produk dan transaksi yang menarik minat, menjamin kepraktisan konsumen seperti gift card, benefit card, prepaid card, loyalty programs, member cards, kupon dan voucher.

Baca juga: Melalui Fitur Click&Collect Blibli Perkuat Konsep O2O

Sedangkan di sektor layanan publik, fintech memfasilitasi proses pembayaran oleh institusi keuangan (pengiriman uang), pembayaran tagihan (listrik, telpon, PDAM, PBB, asuransi, BPJS), pendistribusian dana (pensiun, bantuan operasional sekolah, bantuan siswa miskin), serta pembayaran-pembayaran mikro lainnya. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat selama melakukan transaksi pembayaran dimana pun, kapan pun, tanpa memandang jarak dan waktu.

Manfaat melakukan pembayaran berbasis teknologi terkini dapat membantu membuka opsi pembayaran lebih luas, memungkinkan proses check-out konsumen yang lebih cepat, meningkatkan berbagai kesempatan promosi dan program loyalitas pelanggan dengan lebih luas, menjadikan pelaporan rekonsiliasi secara otomatis, dan  lebih akurat. Kemudian data validasi dilakukan secara online, sehingga memperkecil resiko penipuan, manajemen pembayaran lebih efektif dan efisien. Serta memberikan kepastian keamanan dan kepraktisan bagi konsumen, menurunkan risiko kebocoran dana, menekan kemungkinan penipuan dan masih banyak lagi.

Baca juga: 5 Platfrom Chatbot Bantu Bangun Bisnis

Hadirnya financial technology menjadi terobosan baru bagi masyarakat saat bertransaksi menggunakan jasa keuangan tersebut. Di sisi lain, kehadirannya dapat menjadi ancaman melihat masih rendahnya literasi keuangan maupun digital orang Indonesia secara umum. Edukasi secara intensif kepada publik sangat dibutuhkan, diharapkan Pemerintah ikut andil guna mensejahterahkan masyarakat. Solusi yang ditawarkan melalui pendekatan ini bukan dimaksudkan untuk mengganti transaksi uang secara fisik, namun ‘memindahkan’ transaksi tunai secara elektronik untuk menciptakan efisiensi, dengan keamanan dan menjaga data konsumen dengan terjamin.

Salam Digitizer