Apakah Iklan Online Efektif ?

0

Iklan Online – Pertanyaan ini yang selalu ditanyakan beberapa mitra kami terkait pemasangan iklan online. Mulai dari ,Google Ads, Youtube,  FB, IG, Twitter dan Linkedin Ads ⁣. Apakah Iklan Online ini efektif dilakukan sebuah bisnis ?

Ini sih yang biasa kami lakukan, untuk optimasi sebuah channel digital⁣⁣

Kembali ke pertanyaan diatas, apakah iklan online efektif ?  perlu di ketahui beberapa hal yang akan membuat sebuah iklan itu efektif atau tidak, yaitu : ⁣⁣⁣

1. CAMPAIGN ADS⁣⁣⁣

Apakah ada penawaran khusus yang membuat iklan ini sangat special sehingga audience harus memperhatikannya ⁣⁣⁣

2. UMUR CHANNEL⁣⁣⁣

Ini yang sering dilupakan, alih alih sebuah channel digital baru bikin trus di booster ads terus menerus bisa jadi boncos budgetnya dan sangat susah ngitung ROI nya ⁣⁣⁣

3. TARGET ADS⁣⁣⁣

Biasanya ini yang sering di optimasi oleh pemasang iklan, kita harus benar benar tau sasaran audience online kita siapa ? ⁣⁣

Baca Juga : Auto Reply For Whats App

4. OBJECTIVE ADS⁣⁣⁣

Kembali ke Branding Concept, dimana kita akan mengikuti Consumer Journey. Objective inilah yang akan dijadikan ukuran ROI dari ads.⁣⁣

5. RELATED CONTENT⁣⁣⁣

Ini faktor terakhir yang bisa di jadikan acuan, secara report dari digital channel akan keluar apakah image yang kita pakai untuk iklan ini cocok atau tidak dengan semua skema iklan yang kita pasang. Mulai dari Campaign, Objective, Target Interest , Periodic Ads dll ⁣⁣⁣

Nah, inilah yang sering kami diskusikan dengan mitra kami Honda Prisma sedang mengadakan Promo End Year buat para #HondaLovers dan Juga Hotel Harris Bundaran Satelit Surabaya yang sedang promo opening ⁣⁣⁣lho akhir tahun ini.

Kalau gak percaya sama postingan ini, langsung aja cek di kedua akun tsbt dan rasakan kejutan akhir tahunnya 🤗⁣⁣⁣

KEEP MOVING DONT STOP ‼️⁣⁣⁣

Baca Juga: Artikel Update Terkait Social Media Marketing

Apa itu “Manajemen Bisnis Digital” ?

0

Manajemen Bisnis Digital (Digital Business Management), adalah proses bisnis yang menggunakan teknologi untuk menciptakan “value” baru dalam model bisnis, pengalaman pelanggan, dan dukungan kemampuan internal dalam mendukung proses intinya. ⁣

Ini berlaku tidak hanya untuk Brand yang bergerak dalam industri digital saja tapi juga pemain konvensional yang ingin meningkatkan “value” bisnisnya dengan teknologi digital. ⁣

Baca Juga : Optimasi Data Base Pelanggan

Sebagai contoh, Gojek sudah pasti bisa ditebak, dia adalah Brand yang fokus di pengembangan Industri Teknologi Digital. ⁣

Sedangkan contoh lain adalah @studiostar7  sebuah Toko #PerlengkapanStudioFotografi  yang meningkatkan proses bisnisnya dengan beberapa “channel digital” mulai dari Web Commerce, Social Media Marketing dan Iklan Online. ⁣

Proses yang terjadi dalam Manajemen Bisnis Digital jika dibagi berdasarkan tujuannya menjadi 3 pilar besar : ⁣

1. Digital Marketing

– Tujuan utama dari aktifitas digitalnya adalah menaikkan kesadaran merek (Brand Awareness)⁣

– Fokus ke optimasi saluran komunikasi yang mendatangkan protensial traffic (lead data base)⁣

2. Digital Sales ⁣

– Tujuan utama dari aktifitas digitalnya berorientasi penjualan (Sales Oriented)⁣

– Fokus ke optimasi saluran komunikasi yang mengelola database menjadi penjualan ⁣

3. Digital Operation Service ⁣

– Tujuan utama dari aktifitas digitalnya adalah menaikkan loyalitas dan pembelian ulang dari pelanggan (Increasing Loyalty and Retention) ⁣

– Fokus ke optimasi saluran komunikasi yang meningkatkan penjualan (Increasing Sales) ⁣

Baca Juga : Membajak Traffic Marketplace

Kalau ditanya, apakah tools yang di pakai untuk Ke-3 strategi diatas berbeda ? ⁣

kalau pendapat saya relatif sama, cuma karena objectivenya berbeda harus ada tools yang benar benar “related to objective” , atau benar benar menjawab secara konkrit objective campaignnya. ⁣

Mau itu Marketing, Sales atau Retention atau Operation and Service ⁣

Tapi sayangnya, dan bahkan banyak kejadian di perusahaan besar pula sih 😂⁣

Strategi yang di pakai Digital Marketing, tapi report yang diminta adalah selalu PENJUALAN 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️ ⁣

Trus nanti yang disalahin Team Marketingnya atau konsultan nya ⁣

Ini kayak kasih peta (brief) ke Surabaya tapi yang ditanyain kok gak sampai sampai Jakarta sih 😂⁣

Mumpung teman teman masih skala UKM, pelajari asset digitalnya, mana yang benar benar milik kita mana yang punya orang lain (kontrak) ⁣

Pahami cara cara pengelolaan Manajemen Bisnis Digital agar gak salah peta atau salah jalan ⁣

Tetap semangat 👍⁣

Keep Moving Dont Stop ‼️ ⁣

Progressive Web Application Solusi UKM Yang Butuh Aplikasi Efektif

0

Progressive Web Application – Banyak yang sering mengalami perbedaan saat akses suatu portal melalui desktop dan smarphone atau mobile ⁣🤗⁣

Saat akses web via laptop, lanjay kata anak sekarang tapi problem itu muncul saat kita akses web atau aplikasi lewat mobile smartphone ⁣🤦‍♂️⁣

Mulai dari loading lemot, notif gak muncul, tombol action yang gak kerasa feel nya saat disentuh akhirnya bingung mau ngapain ini , nungguin atau lanjut 😬⁣⁣

⁣⁣Baca Juga : Apa Itu Deep Web ? Dan Apa Saja Yang Ada Didalamnya ?

Akhirnya kita harus instal Aplikasi Native, cari dulu di Google Play Store atau Aps Store, ketemu , instal dech ⁣🤪⁣

Tapi akhirnya banyak banget aplikasi yang numpuk di HP, belum lagi banyak aplikasi yang saat di info awal size file nya kecil, tapi setelah di download dan di operasikan minta akses nambah file akhirnya sizenya bengkak dan menuhin storage smartphone nya ⁣🤪⁣

Nah, Aplikasi Web Progresif (Progressive Web Application, PWA) bisa jadi solusi buat teman teman yang sebenarnya sudah punya bisnis, dan bisnisnya sudah jalan, dan ingin scale up via aps (online) ⁣🤗⁣

Progressive Web Application, PWA

PWA adalah aplikasi web yang berjalan layaknya aplikasi native, notifikasi dan UX seperti aplikasi native.⁣👍⁣

Kenapa saya bilang PWA efektif, karena buat pengembang pemula, kita tidak perlu risau akan laju bisnis yang akan di scale up, karena proses RnD market nya bisa langsung diterapkan⁣, seperti yang dilakukan oleh Tangting Barberhome sebuah startup di Surabaya.

Karena dengan PWA, kita tidak perlu mengembangkan aplikasi mobile secara terpisah, aplikasi native dan aplikasi web yang selama ini sering kita lihat. Keduanya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. ⁣😬⁣

Baca Juga :Pemrograman Komputer Paling Penting Untuk Dipelajari di Tahun 2019

Semoga teman teman yang sudah mencoba atau sekarang sedang mengembangkan PWA bisa lekas selesai dan proses trial marketnya bisa dipercepat ⁣🤪⁣

Karena kembali lagi, fungsi aps ini adalah sebuah asset bisnis , yang memang harus menunjang bisnis , jadi semakin cepat di trial di semua stake holder bisnis kita kita akan dapat menilai dan menganalisa apakah bisnis proses yang di support oleh PWA ini sudah siap naik kelas atau tidak ⁣🙏⁣

Keep Moving Dont Stop ‼️⁣⁣

Baca Juga Kumpulan Artikel Terbaik Strategi Digital Marketing

Optimasi Data Base Pelanggan

0

Bagaimana menyelamatkan semua data base pelanggan Anda dalam era digital ? 

Sering kali saat diskusi dengan beberapa praktisi terkait database pelanggan inilah topik yang lumayan menarik untuk dibahas 

Secara konvensional mungkin kita kadang tak terasa “meremehkan” peranan dari database pelanggan 

Tapi dalam era digital ini, mungkin saatnya hal ini menjadi perhatian utama team management Anda 

“Dikepoin orang dilapak Facebook kita , eh ternyata dia malah ngechatin satu satu orang yang komen dilapak ditawarin produk mereka” 🤦‍♂️

Baca Juga : Meningkatkan Engagement untuk Bisnis yang Lebih Baik

“Gak pernah registrasi macam macam, kok selalu dapat materi promo via FB, IG, Email bahkan sekarang Whatsapp” 🤔

“Jadwal liburan telah tiba, lagi kepoin beberapa alternatif Tiket, Hotel dan Wisata Lokal, padahal masih nyesuain budget, eh iklannya selalu muncul di sosmed kita, jadi bikin Baper ajah” 😂

“Udah promo kemana mana, pakai tools macam macam tetap aja yang beli ya orang orang itu saja, pada kemana nich pelanggan barunya” 😱

Mungkin beberapa dari kita pernah mengalami kejadian kejadian seperti contoh diatas 😀

Itu adalah salah alasan kenapa kita saat harus mulai  memiliki kepedulian dalam mengolah data base pelanggan 😊

Saya mulai tersadarkan bahwa hal ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan menengah 🏆

Sekelas Brand Oriflame saja mulai mengamankan data base member dan pelanggannya dalam ranah digital 👍

Tak hanya untuk keperluan mereka, tapi juga basis data member utk para leader mereka juga mulai “diamankan” 🤗

Dalam artian, para leader sudah diberikan fasilitas berupa Link Web Affiliasi yang bisa digunakan menjaring pelanggan tanpa harus bingung menentukan ini milik siapa , tentunya ini melihat jaringan oriflame yang sudah sangat meluas di seluruh wilayah Indonesia 💪

Baca Juga : Website Builder Gratis yang Cocok Untuk Pemula

Optimasi Data Base Pelanggan

Dengan single ID yang bisa kita tempatkan dichannel digital apapun kita sudah bisa melakukan dua hal sekaligus : 

1. Memviralkan Business Channel 

2. Mengamankan Data Base Pelanggan 

Alhamdulillah tak butuh waktu lama, dengan skill SEO (Search Engine Optimization) seadanya 🤪akhirnya web business milik bunda Desie Anjani bisa berdampingan dengan web official Oriflame 💯

Ya, strategi yang kami lakukan sebagai sebuah team kecil berbasis bisnis keluarga ini sederhana sekali, hanya berlandaskan satu hal, amankan data base pelanggan akan membuat bisnis semakin bertahan 💯

Thats It ✔️💯

Dan hari ini ketika melihat begitu banyak Business Woman yang berkumpul, melihat Wall Of Fame jajaran TOP 15 2019 Oriflame Surabaya , tak dipungkiri semakin dekat cita cita keluarga kami untuk bisa masuk dalam jajaran tersebut 🤗🤗🤗

Amiin semoga dijabahi dibulan ini 🙏

Tetap semangat Bunda Desie dan tetap ber #IkhtiarTanpaBatas 🏆🏆🏆

InsyaAllah 🙏

Keep Moving, Dont Stop !

Kumpulan Artikel Strategi Digital Marketing

Ganti Instagram Dark Mode ? Ini Cara Mudahnya Untuk iOS

0

Instagram Dark Mode – Pergantian OS di Iphone ke iOS 13. kini telah resmi merilis dark mode untuk pengguna iPhone iOS 13. “Dark Mode” ini akan membuat pengalaman baru bagi para pengguna Iphone. Karena model display mode gelap ini baru juga dirilis di OS Mac Mojave.

instagram dark mode

Buat Saya , mode gelap in menyenangkan sih. Di mata kerasa lebih dingin dari pada mode terang yang seperti biasanya. Dima selalu disajikan dengan warna putih yang kadang serasa melototin LED lamp aja.

Nah, ternyata, perubahan iOS Dark mode ini juga di ikuti Mode gelap untuk aplikasi instagram lho. Nah kuncinya emang di iOS 13. Kalau kalian ingin merubah tampilan instagram ke mode gelap , kalian harus pastikan bahwa OS Iphone kalian di Update ke iOS 13.

Berikut Cara Mudah Ganti Instagram Dark Mode untuk Iphone :

1. Pastikan iPhone kalian udah terpasang iOS 13

Fitur mode gelap Instagram hanya bisa bekerja pada iPhone yang juga mendukung mode gelap pada pengaturan bawaan. Sementara hanya iOS 13 yang mendukung mode tersebut.

2. Aktifkan mode gelap iPhone

Langkah-langkah mengaktifkan mode gelap pada iPhone yaitu:

Buka Settings -> Display -> pilih ‘Dark Mode’

Wajib Baca : Instagram Luncurkan Fitur Pencegah Bullying

3.Unduh Instagram versi terbaru di Aps Store

Karena mode ini hanya dapat digunakan pada versi Instagram terbaru.

4. Buka aplikasi Instagram

Kini Instagram Anda sudah otomatis menggunakan mode gelap. Apabila ingin mengembalikannya ke tampilan biasa, Anda hanya perlu mengganti dari ‘dark mode’ ke ‘light mode’ di pengaturan iPhone.

Baca Artikel Lain Terkait Strategi Optimasi Social Media

Nah, mudah bukan untuk mengganti Instagram Dark Mode. Silahkan dicoba ya. Dan jangan lupa gunakan Instagram untuk hal hal yang bermanfaat ya 🙂

Keep Moving, Dont Stop !

Membajak Traffic Marketplace

Traffic Marketplace – Kapan hari saat sesi sharing di hari sabtu pagi bersama radio @suarasurabayamedia. Saya sempet curi curi waktu “diskusi pendek” dengan Mas Isa salah satu announcer kondang di Radio Suara Surabaya mengenai mulai “Banyak Kawan Kawan Pelaku Usaha Mulai Banyak Meninggalkan Iklan di Social Media Dan Kembali Ke Iklan Media Konvensional” 😊

Ya mungkin ada benarnya jika pilihan itu yang diambil karena dianggap beriklan di social media seperti Facebook Ads kurang optimal untuk bisnisnya, akhirnya untuk media promosi dipilihlah media konvensional seperti radio atau koran 😊

Jika saya ditanya apakah masih optimis dengan facebook ads, saya akan jawab “IYA”, tapi apakah yakin penjualan naik dengan facebook ads akan saya jawab “TERGANTUNG” ehehehe … 🤣

Tergantung dengan objective Ads dan muara akhir dari Ads nya … 🤔

Karena setiap campaign Facebook Ads harus menyesuaikan dengan OBJECTIVE nya apa ? dan MUARA AKHIR dari Ads ini apa ? 🤔

Kalau gak gitu ya akan susah ngukurnya. Kalau ngukurnya saja sudah susah, gimana bisa valid analisa iklan atau analisa bisnis kita ?

Kalau analisanya saja sudah gak valid gimana bisa keputusan pemasaran yang dibuat bisa tepat juga ? Panjang kali lebar akhirnya.

Apalagi buat kawan kawan yang bisnis onlinenya hanya mengandalkan TRAFFIC MARKETPLACE atau SOCIAL MEDIA sebagai muara akhir iklan untuk bisnisnya. 

Yang harus “perang” dengan trending topic sosmed yang beberapa bulan ini jauh banget dari kesan “menyenangkan” untuk dibaca … (IMHO)

Wajib Baca : Senjata Wajib Perang Digital

Kawan kawan ini harus harus hati hati saat pasang iklan FBads agar gak boncos budget iklannya …

Misal Untuk Muara Akhir MARKETPLACE …
Ya jangan pakai OBJECTIVE Awareness atau Reach … 😊

Atau yang paling sering malah Objective PPE (Post Per Engagement) yang sering di”pancing” oleh facebook dengan tombol “Boost Post” disetiap posting kita di Fanspage ataupun Instagram Business … 😊

Kalau di forum digimar sering di buat guyonan, “Iklan PPE tanpa Landing Page Segeralah Bertobat” ehehehe 🤣

Wajib Baca : GoGame Fitur Terbaru Gojek

Saran Saya pakailah OBJECTIVE Traffic. Kita butuh traffic marketplace yang banyak dari luar, karena tingkat kompetisi di Marketplace tinggi sekali.

Barier nya banyak , mulai dari Filter Harga Termurah, Filter Lokasi Seller dan juga yang biasa dipakai Filter Pengiriman … (IMHO) 😊

Kenapa TRAFFIC, karena kita mau BESARIN jumlah PROSPEKnya …

Rumus sederhananya adalah
CONVERTION/ DEAL = PROSPEK x % Estimation Rate

Misal kita mau ada Convertion 100 orang, dengan estimasi rate kita adalah 10% yang nyantol dari Prospek, Nah kan butuh 1000 orang Prospek jadinya … 😊

Nah kalau Prospeknya sendiri sangat kecil gimana Convertionnya bisa besar ? (IMHO)
Kecuali, sangat PEDE ngeClaim % Estimation Ratenya diatas 10% misal dipasang 50% … 😬

Pakai tools INSIGHT yang ada di https://business.facebook.com untuk menentukan TARGET IKLANNYA . …

Trus Bikin Campaignnya dengan Objective tadi melalui Ads Manager …

Dan sebenarnya masih panjang alurnya tapi gak akan cukup nich, bisa bisa segelas kopi pahit saya gak keminum 🤪🤪🤪

Semoga share pagi mengenai pola awal memasang FB Ads bermanfaat buat teman teman 🙏😊

Tetap semangat menjalankan usahanya ya 💪

“Drive Your Market With Digital Marketing”

Pahami Fenomena Influncer Marketing di Indonesia

Pelaku bisnis digital global akan membahas peran influencer marketing di strategi pemasaran

Perkembangan era digital semakin merambah ke beberapa bidang. Termasuk dunia bisnis digital yang menjadi poros perubahan dunia marketing. Pelaku bisnis digital global mulai melirik peran influencer untuk dijadikan strategi pemasaran. Mulai muncul fenomena Influencer Marketing mulai diterima masyarakat.

Baca juga: 5 Kelebihan Bekerjasama dengan Micro Influencer

Social Media Week Jakarta 2019 akan kembali digelar. Ajang berbagi informasi dan konferensi Internasioanal tentang ide, inovasi, dan wawasan seputar media sosial, teknologi dalam perubahan bisnis, masyarakat dan budaya di seluruh dunia tersebut akan digelar pada 11-15 November 2019 mendatang di The Hall, Senayan City, Jakarta.

Pada tahun ini, tema yang disung adalah “Stories: With Great Influncer Comes Great Responsibility”. Salah satu topik yang akan dibahas di SMW Jakarta 2019 mengenai Influncer Equation. Fenomena influncer marketing untuk sebuah kampanye dalam rangka meningkatkan citra brand dan kesadaran brand (brand awareness) untuk mempengaruhi daya beli konsumen pada suatu produk.

Perubahan tren dan pergeseran audiens yang sebelumnya mudah dipengaruhi iklan, namun kini lebih condong memilih role model atau influencer. Hal tersebut menjadi alasan penggunaan influencer dalam strategi pemasaran. Mereka dipercaya memiliki pengaruh signifikan terhadap para pengikutnya (follower), sehingga mempengaruhi pengikut untuk menyukai suatu produk, membeli dan loyal dengan produk tertentu.

Tanpa disadari strategi menggunakan influencer dalam sebuah aktivitas pemasaran ternyata memunculkan fakta negatif dan kritik, karena dapat menjadi kendala dalam proses strategi pemasaran suatu bisnis baru. Misalnya masih banyak influencer yang mengambil untung dan kerap menggunakan kata kunci explore belum dapat diterjemahkan sebagai nilai tukar dalam proses peningkatan daya beli suatu produk. Selain itu, beberapa influencer sering melakukan kecurangan dengan “membeli” like sehingga bisnis baru yang belum memperoleh profit justru semakin merugi dengan tersebut.

Baca juga: Mau Menggunakan Jasa Influencer? Kenali Jenis-jenis Influencer Dulu

Di tengah isu tersebut timbul banyak pertanyaan di publik. Bagaimana peran influncer marketing menerapkannya di strategi pemasaran masa mendatang? Apa yang seharusnya dilakukan pelaku bisnis agar mendapatkan solusi tepat dan selaras dan saling menguntungkan? Bagaimana exponsure itu dapar diterjemahkan dalam nilai tukar untuk meningkatkan penjualan produk atau bisnis baru?

Inilah salah satu topik yang akan dibawakan pada konferensi SMW Jakarta 2019 nanti. Penjelasan tersebut akan dibahas sampai tuntas bersama COO Gushcloud International Oddie Randa, perusahaan yang mengelola influencer marketing. Serta ada sesi Customer Success Director Digimind Olivier Girard, perusahaan yang mengukur tingkat efektifan dari campaign marketing. Masih banyak lagi yang akan menghadiri dan membahas mengenai influencer marketing dan masa depannya dalam dunia pemasaran.

Informasi terkini mengenai SMW Jakarta 2019 dapat diperoleh di website smwjakarta.com.Tiket Social Media Week Jakarta 2019 sudah dapat diperoleh di Tiket.com.

Waspada, Virus Joker mengincar Android


Perangkat Android kembali mendapatkan ancaman dari serangan virus.

Sebuah laporan dari analisis keamanan CSIS Group Aleksejs Kuprins menemukan virus jenis trojan bernama “Joker” di Google Play Store. Puluhan aplikasi yang tersedia ditemukan mempunyai virus yang membahayakan ponsel pengguna. Menurut Kuprins, aplikasi yang terinfeksi virus joker telah diunduh lebih dari 400.000 kali oleh pengguna Android kurang waspada dengan virus.

Joker merupakan tipe virus atau malware yang bisa mencuri uang dengan cara berlangganan premium tanpa sepengetahuan korbannya. Program jahat ini juga bisa menyimulasikan interaksi dengan situs iklan, melihat isi pesan teks di ponsel, hingga mencuri informasi dari peraangkat yang digunakan. Informasi diri pengguna akan dirampas habis-habisan, bahkan daftar kontak di ponsel mampu diambilnya.

Baca juga: Kalangan Milenial Mulai Tertarik Jadi Investor Fintech

Menurut Kuprins, Joker mengincar korban dari negara-negara tertentu seperti Indonesia menjadi salah satu targetnya. Melalui pengamatan yang dilakukan CSIS Group sekitar 37 negara incaran virus Joker tersebar dari benua Amerika hingga Asia dan Australia. Termasuk negara besar dengan kecanggihan teknologi yang tidak diragukam lagi misalnya Amerika Serikat, Mesir, Perancis, Jerman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Singapura.

Saat ini, dalang dibalik virus Joker masih belum diketahui. CSIS masih berusaha menangkap pelaku dengan data-data yang telah diperoleh. Namun, jika dilihat dari kode bot, komentar, komando, dan server kontrol, bahkan transkipnya ditulis menggunakan bahasa mandarin. Nama “Joker” berasal darisalah satu server pengendali (C&C) sang malware.

Kuprins menyatakan, Google telah mengambil tindakan dengan menghapus aplikasi tersebut. Untuk masa mendatang, aplikasi jahat tidak akan bertahan lama di bawah pantauan Google

Sementara, menurut laman Techradar menemukan 24 aplikasi yang terserang virus Joker. Berikut nama aplikasi yang terkena virus, segera hapus jika kamu masih menggunakannya:

  1. Advocate Wallpaper
  2. Age Face
  3. Altar Message
  4. Antivirus Security – Security Scan
  5. Beach Camera
  6. Board picture editing
  7. Certain Wallpaper
  8. Climate SMS
  9. Collate Face Scanner
  10. Cute Camera
  11. Dazzle Wallpaper
  12. Declare Message
  13. Display Camera
  14. Great VPN
  15. Humour Camera
  16. Ignite Clean
  17. Leaf Face Scanner
  18. Mini Camera
  19. Print Plant scan
  20. Rapid Face Scanner
  21. Reward Clean
  22. Ruddy SMS
  23. Soby Camera 
  24. Spar Wallpaper 

Jika kamu pernah menginstal salah satu aplikasi tersebut, sebaiknya lebih hati-hati dan memeriksa riwayat transaksi kamu setelah unistall. Tetap mengawasi setiap aktivitas akun yang mencurigakan.

GoGames Fitur Terbaru Gojek

Gojek kembali mengejutkan masyarakat dengan inovasi terbarunya di dunia games. Fitur terbaru dari aplikasi ini berupaya membawa revolusi untuk gamers tanah air. Sebuah one-stop gaming ecosystem yang dirancang khusus untuk para pecinta games esport di Indonesia. GoGames hadir di tengah masyarakat dengan keunggulan tersendiri.

Dikutip melalui blog Gojekengineering, GoGames menawarkan tiga fitur untuk pencinta game. Pertama, GoGames Top Up memudahkan bagi para penggunanya dalam memperoleh informasi promo dan diskon sekaligus dapat melakukan top-up diamonds atau credits. Pengguna dapat membeli barang virtual agar bisa digunakan di game favorit melalui saldo GoPay nya.

Baca juga: Demi Kenyamanan Pelanggan XL Go Izi, XL Axiata Kenalkan Modem WiFi 4G Berkualitas

Kedua, GoGames TV menyuguhkan konten-konten video mengenai ketangkasan dan pengetahuan dalam bermain game. Ketiga, GoGames Recipe menghadirkan kumpulan artikel menarik yang berisi tips atau trik para gamers untuk meningkatkan ketangkasan, mengatur waktu dan pengeluaran bermain games. Selain itu, mendapatkan informasi terkait pro-players dan turnamen nasional maupun internasional yang akan dilaksanakan.

Selain konten menarik, pengguna ditawarkan dengan kemudahan menemukan berbagai game vouchers yang disediakan pada tampilan fitur GoGames. Pengguna akan mendapatkan informasi terbaru mengenai berbagai penawaran menarik dari GoPay, seperti cashback dari top-up game. Tak tanggung, fitur terbaru Gojek melibatkam top pro-players seperti RRQ, Bigetron, dan Belletron. Serta gaming Youtubers Indonesia ternama seperti Afif Yulistian, Bang Alex, BTR Zuxxy & Luxxy, dan Frontal Gaming.

Tampilan GoGames di Aplikasi

Konten yang dihadirkan di GoGames tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bermain game, tetapi juga mendorong para pengguna menjadi gamers yang bijak seperti mengatur waktu dan pengeluaran selama bermain. GoGames mengadakan kemitraan (melalui GoPay) dengan Codashop, Unipin, dan Tencent yang bertujuan memfasilitasi pengisian pulsa kredit game dengan mudah menggunakan aplikasi Gojek.

Dengan hadirnya GoGames diharapkan mampu meningkatkan antusiasme para gamers. Serta memenuhi kebutuhan gaming pengguna mengingat perkembangan industri Game di Indonesia sedang mengalami perkembanga pesat. Diperkirakan mobile gamers di Indonesia akan meningkat menjadi 100 juta pada 2020. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pasar pertumbuhan terbesar industri game di Asia Pasifik.

Facebook Ikut Hapus Like di Postingan

0

Facebook masih dalam tahap mengkaji rencana untuk berhenti menampilkan jumlah like dalam postingan para penggunanya. Guna mengurangi tekanan sosial di media sosial yang dapat memicu gangguan kesehatan psikologis. Serta mengurangi gangguan atau penghakiman ketika postingannya tidak mendapatkan like banyak.

Informasi ini dibocorkan oleh Jane Manchun Wang, peneliti aplikasi independen yang menemukan ada kode penyembunyian jumlah like dalam aplikasi android Facebook. Hingga kini perusahaan besutan Mark Zuckeberg tidak menepis berita tersebut, namun menolak untuk membeberkan secara rinci. Rencananya akan di implementasikan secara bertahap, lalu menghentikannya jika hal tersebut merugikan terhadap sisi penggunaan atau pendapatan iklan

Baca juga: Nyayur.id, Strart-up Digital Pertanian di Indonesia

Melalui rencana penghapusan tersebut, hanya pemilik kiriman yang bisa melihat jumlah penyuka kontennya. Orang lain tidak bisa melihatnya kecuali teman bersama yang menyukai pengguna.

Kebijakan ini juga sedang dilakukan dalam platfrom instagram sejak awal tahun 2019. Uji coba dilakukan di tujuh negara, termasuk Australia, Brasil, Kanada, Irlandia, Italia, Selandia Baru, dan Jepang. Namun, sejumlah pengguna Instagram telah protes dengan jumlah like yang membuat pengguna merasa buruk bila postingannya tidak mendapat jumlah like yang cukup. Hal ini memberikan tekanan bagi beberapa pengguna instagram.

Terutama bagi selebgram, kebijakan ini mengakibatkan mereka harus memutar otak untuk menemukan solusinya. Sebab selama ini para selebgram hanya menjual ‘like’ agar menghasilkan uang dari produk yang di endorse. Jumlah ‘like’ di instagram dikaitkan dengan engagement (keterikatan dan komunikasi dua ara brand dan konsumen.

Baca juga: Bootstrapping dan Penerapannya Dalam Startup

Sedangkan Instagram menjelaskan melalui akun twitter resminya, rencana penyembunyian ‘like’ agar pengguna lebih fokus pada foto dan video yang dibagikan teman bukan pada berapa banyak ‘like’ yang didapatkan dari postingan tersebut. Strategi Facebook dan Instagram untuk mendorong pengguna lebih menggunakan ‘stories’.

Mengutip dari pernyataan CEO Social Native David Shadpour melalui CNBC International, tujuan Facebok dan Instagram adalah untuk mendorong pengguna ke Stories, karena mereka percaya masa depan dalam bentuk video pendek, bukan gambar statis atau News Feed. Dengan mengurangi fokus pada ‘like’ sebagai ukuran keberhasilan pengguna. Pembuat konten diharapkan lebih memiliki kontrol kreatif dalam menyajikan konten yang diunggah.