Media sosial, tempat dimana semua orang dapat bebas berekspresi, kerap memberikan dampak negatif seperti perundungan atau bullying. Maka dari itu, Instagram akan luncurkan fitur pencegah bullying.

fitur pencegah bullying
Sumber : Instagram

Instagram dikabarkan tengah menguji coba sejumlah alat untuk fitur pencegah bullying. Head of Instagram, Adam Mosseri menyatakan bahwa Instagram ingin menjadi pemuka di dunia internet untuk melawan bullying.

Baca juga : Go Chat, Mudahkan Perpesanan dan Pemesanan

Fitur pencegah bullying dari Instagram

Fitur pencegah bullying ini terdiri dari alat “nudge”. Alat ini berguna akan memeringatkan pengguna jika mereka akan berkomentar negatif. Fitur ini akan menyensor kata-kata yang akan ditulis dan menghentikan perundungan.

Instagram juga memberikan batasan interaksi yang bisa dilakukan para pengguna. Dengan fitur “Kelola Interaksi”, para pengguna bisa menentukan batasan pengguna lain untuk berinteraksi. Dengan ini, mereka tak perlu memblokir pengguna lain secara penuh.

Selain bullying, ketergantungan pada Instagram telah menjadi hantu bagi beberapa pengguna. Ketidakmampuan untuk membatasi waktu di Instagram dinilai telah menghambat aktivitas di dunia nyata.

Baca juga : Coachella 2019: Strategi Marketing untuk Meningkatkan Brand Awareness Melalui Festival Musik

Maka dari itu, Instagram merancang fitur “away mode” yang membuat para pengguna berhenti sejenak ketika terlalu lama menggunakan Instagram. Mereka tak perlu lagi menghapus akun Instagram ataupun menginstal ulang Instagram lagi. Mereka akan secara otomatis memberikan peringatan mengenai jeda waktu penggunaan Instagram mereka.

fitur pencegah bullying
Sumber : Instagram

Instagram sembunyikan fitur ini untuk “lingkungan” yang lebih sehat

Tak hanya itu, Instagram juga tengah mencoba untuk menyembunyikan jumlah like ketika post tersebut diunggah. Jadi, ketika pengguna scrolling linimasa, jumlah like tidak akan muncul. Pemilik konten masih dapat melihat siapa yang memberikan like pada konten jika pemilik konten menekannya. Bahkan, para pengguna ini bisa memunculkan jumlah like jika mereka memang mengaktifkan jumlah like. Keren, bukan?

Baca juga : Tren Marketing Instagram yang Booming di Tahun 2019

Mosseri menambahkan bahwa ia ingin Instagram sedikit memberikan lingkungan yang “penuh tekanan”. Mosseri ingin bahwa para pengguna Instagram untuk melupakan jumlah like yang akan didapatkan dan lebih berkomunikasi dengan orang-orang yang ada di Instagram.

Jumlah like telah memberikan rasa “sukses” bagi para pengguna dan menjadi simbol status di Instagram. Dengan fitur menyembunyikan jumlah like tentunya akan memberikan kesempatan para pengguna untuk mengunggah konten yang lebih otentik tanpa perlu merasa stres, pusing, dan merasa tengah berkompetisi dengan teman-teman mereka di Instagram.