jenis-jenis influencer

Di satu sisi, banyak orang mulai bercita-cita menjadi influencer. Fenomena ini muncul karena perusahaan berbondong-bondong mencari jasa influencer terbaik untuk mempromosikan produk atau jasa. Tapi, sudahkah Anda mengetahui jenis-jenis influencer di media sosial?

Influencer adalah orang yang memiliki banyak followers (pengikut) di media sosial dan punya kepasitas untuk mempengaruhi pengikutnya. Dalam definisi ‘banyak followers’ inilah yang menentukan kategori influencer tersebut.

Baca juga: Meningkatkan Engagement untuk Bisnis Yang Lebih Baik

Jenis-jenis Influencer

Jenis-jenis influencer berdasar banyaknya followers terbagi menjadi tiga
(Majalah Marketeers edisi April 2019). Pertama, selebriti atau juga kerap disebut mega influencer. Dikatakan masuk kategori selebriti jika memiliki jumlah followers di atas 1 juta. Influencer jenis selebriti punya audience yang beragam dengan topik berbeda-beda pula. Poin keunggulan terletak pada luasnya jangkauan dalam sekali pakai. Misalnya Atta Halilintar, Ria Ricis, Syahrini dan sebagainya.

Kemudian, jika punya followers kisaran 100.000 sampai 1 juta maka masuk jenis macro influencer. Followers-nya memang tidak sebanyak selebriti tapi pengikutnya cenderung punya militansi. Ketenaran mereka biasanya bermula blog atau youtube yang berlanjut di Instagram, seperti Gita Savitri, Jerome Polin, atau Alitt Susanto.

Terakhir, micro influencer artinya mereka yang jumlah followers-nya di angka 1.000 sampai 100.000 followers. Meskipun jumlahnya tak sebanyak jenis sebelumnya, micro influencer tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka punya followers yang cenderung spesifik dengan minat tertentu atau sangat tertarget. Selain itu, micro influencer juga menjalin relasi yang baik dengan followers karena tidak pelit membalas komentar atau pesan pengikutnya.

Itulah jenis-jenis influencer yang patut dikenali. Perlu ditegaskan lagi jika jenis-jenis influencer di atas murni berdasarkan angka followers semata. Dan berbicara influencer tentunya sangat kompleks. Belum menyoal niche, engagement rate, personality influencer, reputasi dan lain sebagainya. Sehingga jangan terjebak dengan angka alias kuantitas semata.

Baca juga: Influencer Marketing Masih Menjadi Primadona Ditahun 2019

Bagi Anda yang mau menggunakan jasa influencer bisa mempertimbangkan jenis-jenis influencer di atas. Setiap jenis influencer itu punya karakteristik, kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pemasaran yang hendak dicapai. Dan menyoal influencer sesungguhnya tidak melulu menyoal angka karena influencer yang sesungguhnya adalah menciptakan trust dan reputasi dari perusahaan.

Baca juga: Artificial Intelligence untuk Efektivitas Bisnis Online

Jadi, mau menggunakan jasa influencer mana nih, Digitizers?