Google+ Akan Segera Tutup Usia

Google menutup layanan yang sempat digadang-gadang bakal bersaing dengan Facebook tersebut? Salah satunya adalah minimnya pengguna akun Google+ yang interaktif.

Baca Juga : Review Google Pixel 3

Bahkan menurut data yang dibagi oleh Google, 90 persen pengguna Google+ menggunakan aplikasi ini tak sampai 5 detik. Meski demikian, Google tetap mempertahankan layanan Google+ untuk bisnis korporasi. Artinya, Google+ masih tetap ada untuk versi enterprise, namun ditutup untuk versi konsumen.

Google menyebut, saat ini perusahaan tersebut sedang berfokus pada “jejaring sosial untuk korporasi yang aman.” Terlihat bahwa langkah Google saat ini adalah mengambil pasar yang lebih mengerucut, yakni korporasi dan menarik biaya berlangganan. Google tak lagi fokus kepada konsumen media sosial biasa yang kini lebih banyak menggunakan jejaring sosial lain seperti Facebook atau Twitter.

Google pun menyebut ada beberapa fitur baru untuk aplikasi ini, dan juga memutakhirkan API untuk para pengembang demi keamanan pengguna di berbagai layanan Google. Setidaknya data 500 profil pengguna Google + Telah bocor dan jatuh ke tangan para developer eksternal yang jumlahnya mencapai 438 pengembang. Walau demikian Google menegaskan tidak akan ada data informasi pengguna yang disalah gunakan.

Nantinya, para user diberikan waktu hingga 10 bulan ke depan untuk menyimpan data mereka yang masih tersimpan di dalam platform tersebut. Pada akhir Agustus 2019, Google+ akan resmi benar-benar ditutup.

Sekadar informasi, disetopnya operasional dari media sosial tersebut adalah bagian dari program Google yang bernama Project Strobe. Itu merupakan usaha mereka dalam mengevaluasi akses pengembang pihak ketiga terhadap informasi di dalam akun Google dan perangkat Android serta penggunaannya.

Baca Juga : Go Tix Mudahkan Pergi Ke Bioskop

Bahkan, Google menyebut juga bahwa layanan Gmail juga mendapatkan pemutakhiran soal Kebijakan Data Pengguna. Perhatian soal keamanan ini tentu muncul pasca skandal keamanan Google+ beberapa waktu lalu, yang dianggap serius hingga Google+ harus tutup.

Dollar Tembus 15.000 IHSG Memerah Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona merah. Setelah dua hari kemarin ada di Zona hijau laju penguatannya tak bertahan lama hingga IHSG terjungkal pagi ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp 15.070.

Pada perdagangan pre opening, IHSG turun 1,12 poin atau 0,01% ke 5.874,49. Indeks LQ45 juga turun 0,04% ke 942,901.

Baca Juga : Peluang Emas Investasi Perikanan Di Indonesia

Membuka perdagangan, Kamis (4/10/2018), IHSG melemah merah 36, 202 Poin (0,62%) ke 5.831.535. Indeks LQ45 naik 8.263 poin (0,89%) ke 917.039

Sembilan dari 10 Sektoral melemah. Pelemahan paling tajam terjadi di sektor Infrastruktur yang turun drastis menjadi 1,08 %

Sementara itu, Bursa Amerika Serikat ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 26,773.94 (+0.46%), NASDAQ ditutup7,999.55 (-0.47%), S&P 500 ditutup 2,923.43 (-0.04%).

Bursa saham Asia bergerak variatif siang ini. Berikut pergerakannya:
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,12% ke 24.081,15 Indeks Hang Seng turun 1,47% ke 26.694,06 Indeks SSE Komposit Shanghai China Naik 1,06% ke 2.821,35

Baca Juga : Investasi Kekinian Bantu Negara

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 675 ke Rp 6.400, Sona Topas (SONA) naik Rp 275 ke Rp 5.775, Indo Tambangraya (RDTX) naik Rp 250 ke Rp 26.000 dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 200 ke Rp 4.500.

(illustration : pexels.com)

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.300 ke Rp 73.000, Unilever Indoensia (UNVR) turun Rp 925 ke Rp 44.825, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 800 ke Rp 6.200 dan ABM Investama (ABMM) turun Rp 565 ke Rp 1.735.

Anda juga tak perlu khawatir bagaimana cara efektif memantau pasar saham berikut beberapa aplikasi yang dapat membantu anda memantaunya dan dapat di download di Android ataupun IoS yakni :

IDX mobile (Aplikasi yang memantau indeks harga saham dilengkapi dengan perubahan data secara realtime)
Poems (Aplikasi yang menampilkan nilai pergeakan kurs secara update)
Meta Trader 4 (Aplikasi yang mendukung tranding forex yang selalu update nilai jual dan beli saham)

Anda dapat menggunakan beberapa pilihan aplikasi tersebut untuk memantau pasar saham.

Salam Digitizers!

 

Google Pixel 3 Siap Saingi Iphone X

Salah satu smartphone yang paling ditunggu oleh pecinta Gadget adalah Google Pixel 3. Smartphone ini dikembangkan langsung oleh Google dan akan diluncurkan pada 9 Oktober mendatang.

Menjelang peluncurannya, Google mulai membeberkan fitur unggulan yang terdapat di Pixel generasi ketiga ini.Dalam akun YouTube Google Jepang, diunggah sebuah video yang menggambarkan berbagai aktivitas yang kerap dilakukan dengan cara meremas, seperti bersalaman, berpelukan, dan saling menyapa.

Baca Juga : Paid Promote/Endorse mana yang lebih Nampol?

Sebuah video berdurasi 40 detik itu, Google seolah ingin menunjukkan fitur Active Edge yang akan hadir di Google Pixel 3.

Fitur Active Edge sebetulnya bukanlah hal baru, sebab fitur ini sudah muncul sejak Pixel 2. Dengan fitur ini, pengguna dapat meremas ponsel untuk mengaktifkan Google Assistant.

Saat Google Assistant aktif, pengguna dapat memberikan berbagi perintah, seperti mengirim pesan atau membuat jadwal. Dengan kata lain, fitur Active Edge akan memudahkan pengguna Pixel 3.

Baca Juga : Kemudahan Rekening Ponsel Geser Pamor ATM

(illustration : bgr.com)

Sedangkan untuk GPU-nya, Google Pixel 3 menggunakan Adreno 630 baik di seri biasa maupun seri XL.

Dynamic range-nya baik hingga detil yang ditangkap oleh kameranya mampu bersaing dengan ponsel flagship lain seperti iPhone X atau ponsel jagoan kamera lain seperti Huawei P20 Pro.

Dengan kamera yang baik dapat menghasilkan foto yang baik pula, hal ini dapat membantu para digitizers untuk memfoto produk kalian dan di upload ke social media untuk menarik perhatian pembeli.

Ruang simpan yang lebih besar memudahkan para pebisnis untuk menyimpan data data penting di smartphone tanpa perlu repot membawa laptop kemanapun pergi dan langsung terhubung dengan Google drive dan semua layanan google.

Baca Juga : Kamu harus tau tentang Google Admob!

Jadi gimana digitezers? Tertarik untuk menjadikan Google pixel 3 ini sebagai salah satu koleksi gadgetmu?

Produk Kosmetik Halal Diminati Konsumen Indonesia

0

Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Label halal menjadi patokan bagi umat muslim dalam memutuskan ketika akan membeli suatu produk. Tidak hanya soal makanan dan minuman, saat ini produk kosmetik halal pun menjadi perhatian di Indonesia. Peluang ini tentu juga menjadi perhatian bagi brand – brand kosmetik di Indonesia.

Produk kosmetik berlabel halal ini sendiri mulai marak bermunculan seiring berkembangnya komunitas hijaber dan muslimah di Indonesia. Brand Wardah menjadi salah satu pelopor yang menggunakan halal sebagai positioningnya. Setelah itu, brand – brand kecantikan lainnya mulai mencoba mengeluarkan produk halal. Mulai dari kosmetik, sabun mandi, shampoo dan bahkan sabun cuci.

Selain Wardah, ada juga brand Zoya, Zsava, Safi dan Mutouch yang memposisikan brandnya sebagai kosmetik halal. Selain karena dirasa aman untuk digunakan saat ibadah, kosmetik halal juga diminati karena dianggap tidak menimbulkan kerusakan pada kulit. Produk kosmetik halal biasanya bebas alkohol yang sering kali membuat iritasi kulit. Walaupun ada beberapa kosmetik halal yang menggunakan alkohol sintetis.

Baca juga : Atur Keuangan dengan Aplikasi Money Manager di Ponsel

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memang turut menentukan aman tidaknya zat yang terkandung dalam produk kosmetik. Namun, BPOM tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan sertifikasi halal. Agar dapat dikategorikan sebagai produk halal, maka produk tersebut harus melalui serangkaian proses dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Proses sertifikasi halal dari MUI ini meliputi pengujian bahan baku hingga kemasan produk. Apakah produk tersebut mengandung bahan – bahan yang diharamkan dalam Islam atau tidak. Selain itu MUI juga melakukan audit ke perusahaan untuk memastikan bahwa alat – alat serta tata cara produksi juga sesuai dengan standard halal MUI.

Baca juga : Paid Promote atau Endorsement, Mana yang Lebih ‘Nampol’?

Meskipun tidak semua kosmetik menunjukkan logo halal di kemasannya, bukan berarti produk kosmetik tersebut haram. Di Indonesia sendiri produk – produk kosmetik lokal biasanya tetap mengikuti proses sertifikasi halal.

Inovasi Bisnis Digital, Kini Ada Go-Tix

Bisnis, terutama dalam ranah digital kini semakin pesat perkembangannya. Selain perkembangan metode pembayaran digital, kini pengguna aplikasi Go-Jek bisa menikmati inovasi bisnis digital berupa Go-Tix. Hadir melalui web, Go-Tix memperluas akses masyarakat untuk layanan hiburan.

Mengakuisisi LOKET pada 2017 dan memperkenalkan Go-Tix, konsumen yang dibidik adalah pengguna aplikasi Go-Jek yang belum menggunakan Go-Tix. Sejauh ini mereka berhasil mengajak 2,5 juta pengguna dalam dua tahun pertama. Hal tersebut disampaikan oleh VP Marketing Loket Ario Adimas.

Baca Juga : Kemudahan Rekening Ponsel Perlahan Geserkan Pamor ATM

inovasi bisnis digital
Tampilan website go-tix.id

Menurutnya, kini ada sekitar 181 juta jiwa masyarakat di Indonesia yang termasuk usia produktif. Masyarakat inilah yang kemudian menjadi sasaran utama mereka. Inovasi bisnis digital yang dilakukan Go-Jek ini digarap dengan serius. Pelanggan bisa mengakses Go-Tix.id dan mendapatkan berbagai kemudahan pembayaran serta promo-promo menarik tentunya.

Pelanggan Go-Tix bisa melakukan pembayaran dengan menggunakan Go-Pay, transfer ATM, serta mobile banking. Selain itu, banyak promo menarik seperti diskon harga, poin loyalitas dan sebagainya yang bisa didapatkan. “Kami melihat konsumen milenial ini cenderung lebih tertarik dengan live experience. Ketika mereka membeli tiket nonton atau event, hal utama yang dicari adalah deal-deal terbaik seperti diskon harga, poin loyalitas, dan sebagainya,” jelas VP Consumer Solutions Loket Rama Adrian.

Baca Juga : Atur Keuangan dengan Aplikasi Money Manager di Ponsel

Inovasi bisnis digital ini didukung dengan kanal distribusi yang luas. Saat ini telah banyak merchant yang bergabung dengan Go-Tix untuk memberikan promo Buy 1 Get 1, nonton hemat, potongan harga hingga rewards Go-Points. Melalui sistem Go-Pay yang terintegrasi juga sangat memudahkan karena selain Go-Tix, saldo Go-Pay bisa digunakan untuk layanan Go-Jek yang lainnya juga. Tak hanya akses web, Go-Tix juga memiliki aplikasi untuk android dan iOS.

inovasi bisnis digital
Aplikasi android dan iOS Go-Tix

Digitizer, sudah mencoba Go-Tix? Share di kolom komentar di bawah, yuk!

Baca Juga : Tren Metode Pembayaran Digital di Indonesia

Kemudahan Rekening Ponsel Perlahan Geserkan Pamor ATM

Makin canggih teknologi di bidang perbankan, sekarang transaksi dengan tunai juga semakin tersingkirkan. Aman, nyaman dan bisa dilakukan di manapun kita berada.

Pelan tapi pasti, fungsi buku tabungan, kartu ATM dan bahkan mesin ATM sendiri sudah mulai berkurang seiring makin gencarnya transaksi non tunai berbasis online ini.

Para pelaku Industri kreatif sudah menerapkan pemberlakuan Rekening ponsel pada pekerjanya, seperti Gojek, Grab, dan beberapa startup ternama lainnya. Rekening Ponsel membuat semua transaksi perbankan terasa praktis seperti setor tunai, tarik tunai, transaksi di ATM, cek saldo, riwayat transaksi, dan bayar tagihan.

Baca Juga : Selamat ulang tahun Google!

Manfaat rekening ponsel ini sangat banyak, misalnya tidak ada biaya administrasi dan tak dikenai bunga. Tidak ada pembekuan rekening saat saldo Rp0-pun. Saat tidak digunakan uang di dalam rekeningpun akan tetap utuh karena tidak ada biaya admin ataupun bunga tiap bulannya. Sebagai pengguna Anda tinggal memastikan saja pulsa di ponsel mencukupi saat bertransaksi karena ada biaya untuk setiap kali bertransaksi dengan sistem potong pulsa (via SMS) atau paket data (internet).

Banyak sekali manfaat dari rekening ponsel ini yakni :

1. Kemudahan bertransaksi di ATM tanpa kartu
Cukup dengan memanfaakan ponsel anda karena saat membuat rekening ponsel ini juga berfungsi sebagai pengganti kartu ATM.

Baca Juga : Tren metode pembayaran 2018!

2. Layanan mudah bayar tagihan dalam satu transaksi
Rekening ponsel bisa juga digunakan untuk membayar semua tagihan mulai dari tagihan kartu kredit, angsuran, premi asuransi, layanan TV kabel, telepon, dan lain sebagainya. Cara bayarnya juga relatif mudah dan fitur yang terdapat dalam rekening ponsel, Anda tinggal mencoba beberapa aplikasi dalam fitur rekening ponsel tersebut tanpa harus mampir ke bank atau ke ATM.

3. Fasilitas tanpa saldo minimum
Kelebihan dari rekening ponsel ini adalah seluruh isi di Rekening Ponsel anda bisa digunakan tanpa tersisa. Hal ini yang membedakan dengan produk rekening tabungan biasa. Pengelolaan rekeningnya relatif bisa dilakukan secara mandiri oleh nasabah, sehingga bisa bertransaksi tanpa saldo minimal. Jadi kalau punya saldo Rp100.000 di Rekening Ponsel, semua saldo itu bisa dihabiskan untuk bertransaksi. Namun ingat, habiskan untuk sesuatu yang sifatnya butuh ya, bukan ingin.

Salam Digitizers

Baca Juga : Penghasil dollar Google Admob!

Atur Keuangan dengan Aplikasi Money Manager di Ponsel

Pernahkah anda merasa memiliki banyak uang di awal bulan, kemudian harus mengikat pinggang pada akhir bulan? Gaji sebulan lewat begitu saja tanpa ada sisa?  Kalau iya, ada yang salah dari manajemen keuangan anda. Apakah Anda pernah mencoba menggunakan aplikasi Money Manager?

Setiap perusahaan pasti memiliki catatan keuangan baik pemasukan maupun pengeluaran. Sehingga mereka tahu dari mana mereka mendapatkan uang dan kemana uang itu pergi. Namun, tidak banyak orang yang melakukan pencatatan itu untuk keuangan pribadi. Padahal pencatatan tersebut penting untuk merencanakan anggaran di bulan berikutnya.

Baca juga : Tren Metode Pembayaran Digital di Indonesia

Memang sedikit rumit. Tapi, saat ini teknologi digital sudah membuat semuanya lebih mudah. Ada aplikasi money manager dari berbagai developer yang bisa Anda gunakan di ponsel. Anda tidak lagi perlu cemas harus mencatatnya di buku kas sembari mengingat – ngingat apa yang Anda belanjakan.

Beberapa aplikasi money manager rekomendasi dari Infodigimarket,

  1. Money Lover

Aplikasi besutan Finsify ini memberikan fitur pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Di setiap pemasukan dan pengeluaran tersebut ada beberapa kategori yang dapat dipilih. Sehingga nantinya anda akan mengetahui apakah pengeluaran anda lebih banyak di makanan, grocery shopping atau lainnya. Anda juga dapat merencanakan budget pengeluaran aplikasi Money Lover akan memberikan pemberitahuan jika pengeluaran anda mendekati anggaran yang ditentukan. Money lover dapat Anda sambungkan di beberapa perangkat. Data anda pun aman dilindungi Bank-level security.

Baca juga : Google Masih Kuasai Dunia Maya di Hari Jadi Ke-20

  1. Money Manager Expense & Budget

Selain mencatat pemasukan dan pengeluaran dalam kategori tertentu, aplikasi dari Realbyte.Inc ini juga memberikan fasilitas sistem akuntansi pembukuan double entry. Ada juga fasilitas kartu kredit yang membantu anda mengatur penggunaan kartu kredit dan juga memberi peringatan kapan harus melakukan pembayaran. Aplikasi ini juga dilengkapi password sehingga data anda dapat disimpan dengan aman. Kalau Anda perlu laporan keuangan resmi, anda juga dapat menghubungkannya dengan komputer.

  1. 1Money

Aplikasi besutan PixelRush ini pada dasarnya juga mencatat pemasukan dan pengeluaran. Di aplikasi ini juga ada fasilitas melacak hutang dan tabungan. Selain itu, aplikasi ini dapat disambungkan dengan perangkat lain sehingga anda tidak perlu repot memindah – mindahkan data.

Baca juga : Augmented Reality di Ikea Place, Coba Dulu Sebelum Beli

Aplikasi – aplikasi tersebut bisa didapatkan di App Store dan Playstore secara gratis. Tapi untuk layanan – layanan tambahan, anda perlu menggunakan akun premium yang berbayar. Jadi, mana yang lebih anda suka?

 

 

Tren Metode Pembayaran Digital di Indonesia

0

Metode pembayaran digital mulai ramai digunakan di Indonesia. Bisnis financial technology (fintech) pun semakin bermunculan. Awalnya, pembayaran digital diperkenalkan dengan munculnya kartu debit dan kartu kredit. Kemudian dilanjutkan dengan munculnya fasilitas m-banking dan i-banking. Saat ini, Digitizer sudah dapat melakukan pembayaran melalui aplikasi yang terpasang di ponsel.

Berbagai manfaat ditawarkan oleh sistem pembayaran digital. Dengan sistem ini, setiap transaksi dapat tercatat dengan jelas. Tidak ada minimal transaksi seperti yang diberlakukan oleh perusahaan perbankan. Kejahatan melalui dunia digital pun lebih mudah untuk dilacak. Sehingga transaksi dengan metode pembayaran digital ini dianggap lebih aman. Selain itu, dari sisi lingkungan, pengurangan penggunaan uang kartal pun akan mengurangi penggunaan kertas.

Baca juga : Google Masih Kuasai Dunia Maya di Hari Jadi Ke-20

Ada seratus lebih perusahaan fintech yang ada di Indonesia. Tiga puluh dua diantaranya telah terdaftar di OJK. Inilah beberapa layanan fintech yang paling banyak digunakan di Indonesia

  1. T-Cash

Pada 2007, Telkomsel meluncurkan T-Cash sebagai metode pembayaran digital. Layanan pembayaran digital menggunakan T-Cash ini memang diperuntukkan bagi pengguna Telkomsel. Nmaun, ke depannya T-Cash diharapkan dapat digunakan oleh pengguna provider lainnya juga. Beberapa tahun belakangan T-Cash bahkan juga merambah ke sekolah, kampus dan toko – toko kecil. Sehingga pembayaran menggunakan T-Cash ini dapat menjangkau area – area yang tidak terjangkau oleh metode pembayaran digital lainnya.

  1. Go-Pay

Pada 2016, Go-Jek pun meluncurkan Go-Pay sebagai alat pembayaran. Berbagai diskon ditawarkan dengan menggunakan layanan Go-Pay. Saat ini, Go-Pay tidak hanya dapat digunakan bersamaan dengan layanan Go-Jek. Digitizer juga dapat melakukan pembayaran dengan menscan QR Code yang ada di tempat – tempat yang menjadi rekan usaha Go-Jek.

Baca juga : Paid Promote atau Endorsement, Mana yang Lebih ‘Nampol’?

  1. OVO

Lalu pada 2017 lalu, LippoX Group juga meluncurkan OVO sebagai metode pembayaran digitalnya. OVO mulai banyak dikenal ketika mengadakan promo bayar parkir Rp 1 di seluruh Lippo Mall. Saat ini seluruh Lippo Mall di Indonesia pun menggunakan layanan OVO untuk pembayaran parkir. OVO juga bekerja sama dengan perusahaan transportasi online Grab untuk memperluas area jangkauannya.

Banyaknya diskon yang didapatkan dalam promosi fintech tentu berpengaruh besar dalam mengubah kebiasaan masyarakat yang lebih sering menggunakan metode pembayaran tunai. Lalu, apakah kedepannya kita akan menjadi masyarakat yang sepernuhnya digital tanpa transaksi tunai?

Google Masih Kuasai Dunia Maya di Hari Jadi Ke-20

Google merayakan hari jadi ke-20 pada Kamis, 27 September 2018 ini. Seperti hari – hari spesial lainnya, kali Google Doodle pun tampil dengan penuh warna. Selain dekorasi balon, kado dan angka 20, Google juga menambahkan sebuah video berdurasi 1.32 menit.

Di video ini Google menunjukkan pencarian terpopuler selama dua puluh tahun terakhir dengan berbagai bahasa. Melalui Situs resminya, Google mengatakan bahwa saat ini mesin pencari tersebut sudah dapat diakses menggunakan 150 bahasa dari 190 negara.

Faktanya google.com terdaftar sejak 15 September 1997. Sedangkan menurut Wikipedia, Google didirikan pada 4 September 1998 oleh Larry Page dan Segrey Bin. Tapi raksasa internet ini sering kali mengganti tanggal hari jadi. Pada 2006 lalu, Google mengubah lagi hari jadinya pada 27 September.

Baca juga : Paid Promote atau Endorsement, Mana yang Lebih ‘Nampol’?

Sejak 20 tahun lalu, Google telah menciptakan banyak fitur. Ini dia beberapa fitur yang menjadikan Google sebagai penguasa dunia maya saat ini.

  1. Gmail

Setiap pengguna internet pasti memiliki email. Karena setiap sosial media yang kita miliki pasti membutuhkan email saat pendaftarannya. Selain itu saat ini email juga dibutuhkan dalam dunia kerja.

  1. Google Maps

“Malu bertanya, sesat di jalan”. Sekarang tidak perlu khawatir. Google Maps akan membantu navigasi kita ke tempat tujuan.

  1. Youtube

Siapa yang tidak mengenal Youtube. Platform video terbesar ini bahkan juga bisa jadi lapangan pekerjaan bagi para content creator.

Baca juga : Augmented Reality di Ikea Place, Coba Dulu Sebelum Beli

  1. Chrome

Pada 2008 lalu, Google bahkan meluncurkan peramban web dengan nama Chrome.

  1. Android

Masih di tahun 2008, Google juga meluncurkan Operating System yang saat ini digunakan di hampir semua merek smartphone.

Baca juga : Peluang Menarik Bisnis Jasa Titip Beli

Sekarang Google boleh jadi penguasa dunia maya. Tapi perlu diingat, berpuluh – puluh tahun lalu ada dua mahasiswa Stanford University yang berusaha mewujudkan mimpinya.

 

 

 

Paid Promote atau Endorsement, Mana yang Lebih ‘Nampol’?

Kalau Digitizer pengguna aktif media sosial Instagram, pasti tidak asing dengan istilah paid promote dan endorsement. Keduanya memang metode promosi yang biasanya digunakan oleh online shop dan marketplace.

PP dan endorse dilakukan dengan bekerja sama dengan para media influencer. Harga yang dipatok untuk melakukan PP dan endorse tergantung jumlah followers, like dan comment si Influencer. Semakin banyak followers dan engagementnya, biasanya akan semakin mahal. Lalu, mana yang lebih ‘nampol’?

Baca juga : Augmented Reality di Ikea Place, Coba Dulu Sebelum Beli

Salah satu kelebihan paid promote dibandingkan endorse adalah biayanya yang lebih terjangkau. Dengan menggunakan PP, penjual bisa mempromosikan barang dagangannya dengan jangkauan yang lebih luas. Di sini, penjual tetap harus mengirimkan materi promosi berupa foto atau video lengkap dengan copywritingnya. Pihak yang diendorse hanya akan mengunggah materi tersebut ke media sosialnya. Kelemahannya, biasanya konten PP akan dihapus dalam beberapa waktu.

Sedangkan endorsement sendiri bisa berbayar maupun tidak. Ketika penjual ingin melakukan endorsement, mereka harus mengirimkan produk dagangannya ke si influencer. Kelebihannya dari pada PP adalah konten akan disiapkan oleh pihak yang diendorse. Penjual juga bisa mendapatkan beberapa konten berupa foto atau video yang dapat digunakan untuk konten online shop. Selain itu, kehidupan selebritis yang terkesan glamor akan memberikan kesan bahwa produk tersebut berkelas.

baca juga : Peluang Menarik Bisnis Jasa Titip Beli

Pengguna media sosial saat ini semakin cerdas. Mereka bisa membedakan antara mana yang benar – benar rekomendasi jujur dari selebritis, mana yang promosi. Penjual harus menentukan target market dan mencocokkannya dengan image yang dimiliki influencer. Misalkan saja seorang influencer adalah perempuan berhijab yang anggun. Mungkin lebih tepat jika si influencer ini mempromosikan scraf, baju muslim, produk kecantikan atau lainnya.

Intinya, sebelum mempromosikan produk lewat selebritis, pastikan target market tepat dan sesuaikan juga dengan budged yang ada. Kalau Digitizer mending yang mana?