2019 Fintech Jadi Primadona! Jangan Sampai Terbawa Euforia

Fintech menjadi topik yang sering dibicarakan akhir akhir ini. Fintech berkembang sangat pesat menjadi primadona karena memberikan kemudahan melakukan transaksi keuangan.

Dengan sektor semakin berjalan ke setiap segmen layanan keuangan, ini adalah saat yang tepat untuk melihat beberapa tren yang akan mendominasi pasar fintech pada tahun 2019.

Baca Juga : Trend Startup 2019! Fintech Masih Jadi Primadona

Semakin lama masyrakat akan semakin malas untuk antri pergi ke kantor cabang bank, membawa dompet yang berisi belasan kartu kredit, Atm atau bahkan uang cash. Kini semua dipermudah dengan munculnya startup dibidang Fintech.

Hanya dengan mengunduh applikasi di playstore atau appstore, pengguna sudah langsung bisa melakukan transaksinya entah sekedar transfer antar bank atau hal sederhana seperti membayar parkir.

Baca Juga : Youtube Siap Luncurkan Fitur Stories

Ditahun 2018 kemarin juga muncul dua appilikasi fintech yang menyatakan dirinya sebagai digital wallet yakni Dana dan Ovo. Cukup menscan barcode sudah dapat melakukan Transaksi, Sah sah saja jika akan membuat Startup fintech namun harus menganalisis pasar juga apakah jika startup fintech yang kamu buat nantinya akan dibutuhkan oleh user seperti pendahulunya.

Tcash, Ovo, Dana, Gopay punya kelebihan dan kelemahan masing masing. Jika anda memiliki ide untuk membuat Startup Fintech coba analisis hal lain hal apa yang kurang dibidang fintech yang belum ada.

Baca Juga : Cek Applikasi Alternatif Digital Marketing Tahun Ini!

Lalu test pasar, apakah applikasi anda benar benar dibutuhkan dan bermanfaat atau hanya sekedar mengikuti Euforia Startup Fintech saja. 2019 Memang eranya Fintech namun jangan sampai terjebak dalam hal ini dan menjadikan startup anda tenggelam dalam kegagalan.

Salam Digitizers

Youtube Siap Luncurkan Fitur Stories

Youtube, situs web berbagi video ini terus melakukan pengembangan. Situs ini selain menjalankan visi kebebasan berekspresi, juga ingin mewujudkan kebebasan mendapatkan informasi. Hal ini ditunjang dengan adanya fitur baru yang akan rilis beberapa saat lagi. Youtube akan mengadaptasi fitur stories di Instagram untuk memudahkan pengguna mendapatkan informasi. Lalu, bagaimana cara kerjanya?

Cara Kerja Stories

Aplikasi yang terdapat di iOS dan Android akan meluncurkan fitur baru pada minggu- minggu ini. Fitur ini akan memudahkan pengguna mengganti video yang sedang ditonton ke video berikutnya hanya dengan menggeser video. Anda hanya perlu swipe right untuk maju ke video selanjutnya, dan geser ke kiri untuk mundur ke video sebelumnya. Tidak perlu khawatir jika Anda ingin melihat video sebelumnya namun ragu di menit ke berapa anda sudah menontonnya. Fitur ini dilengkapi dengan Auto-save untuk mengunci detik terakhir pengguna meninggalkan video sebelumnya. Nampaknya, Youtube ingin memanjakan penggunanya yang didominasi oleh perangkat mobile melalui fitur ini.

Sudah tidak sabar mencoba fitur baru ini? Pengguna Android nampaknya harus bersabar karena Youtube ingin meluncurkan fitur ini di iOS terlebih dahulu. Setelah itu, fitur stories  ini akan muncul di Android.

Baca Juga

Tren Startup 2019

Era Digital, Kuatkan Investasi Di Sektor Pertanian

Investasi Kekinian Untuk Bantu Negara

Messaging Apps, Alternatif Digital Marketing Tahun Ini!

Aplikasi perpesanan instan sudah sangat melekat dalam kehidupan masyarakat digital. Mengirim pesan berupa teks, suara, maupun video dapat dilakukan melalui satu aplikasi saja. Belum lagi fitur lain- lain seperti berita, permainan, berbelanja juga ditawarkan oleh messaging apps saat ini. Lalu, apakah aplikasi berbasis internet ini patut diperhitungkan sebagai salah satu strategi pemasaran digital?

Aplikasi Perpesanan Instan menguasai smartphone

Sadar atau tidak, aplikasi yang paling sering dibuka adalah messaging apps. Menurut survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018, layanan internet yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah aplikasi chatting atau layanan pesan instan. Diketahui bahwa pengguna internet di Indonesia bahkan menginstal sampai 4 aplikasi chatting di ponselnya dan Whatsapp merupakan aplikasi chat yang paling banyak digunakan, disusul oleh aplikasi media sosial lainnya seperti Facebook dan YouTube. Dengan jumlah penggunaan yang cukup tinggi, aplikasi ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menarik konsumen.

Pergeseran lifestyle masyarakat digital

Waktu merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan manusia, pun masyarakat digital. Mereka mengingkan hal yang cepat dan mudah dijangkau untuk memenuhi kebutuhan mereka. Gaya hidup ini memunculkan sebuah fenomena digital yang sering disebut on- the- go. Tidak heran jika saat ini bermunculan fitur shop dalam aplikasi perpesanan instan. Selain dinilai lebih praktis, rupanya komunikasi antara penjual dan pembeli dirasa lebih nyata. Chatbots yang digunakan oleh penjual dapat membantu menjawab keinginan konsumen selama 24 jam penuh. Tidak hanya itu, pada jam tertentu biasanya pemilik produk/ jasa menyediakan fitur live chat dengan customer service. Dengan begitu, komunikasi antara seller- buyer dapat berjalan secara dua arah dan kepercayaan pelanggan bisa didapat.

Aplikasi chat menjadi salah satu strategi digital marketing yang akan menguasai tahun ini. Dengan banyaknya jumlah pengguna dan pergeseran gaya hidup masyarakat digital, messaging apps harus dioptimalkan untuk meraih pasar. Jadi, siapkah Anda untuk membenahi strategi marketing pada tahun ini?

Baca Juga

Tren Startup 2019!

Dongkrak Omzet Penjualan Melalui Video Marketing

Startup Gemilang, Sejahterakan Para Peternak Lokal!

Tren Startup 2019! Fintech Masih Jadi Primadona

Pertumbuhan startup di bidang financial technology (fintech) pembayaran, pendidikan, dan agraris dinilai potensial pada 2019. Ketiganya diproyeksi bakal menjadi primadona yang menarik investasi bagi perusahaan-perusahaan modal ventura. Lalu bagaimana tren startup di tahun ini?

Baca Juga : Tri Indonesia Semangat Kembangkan Kreatifitas Anak Muda

Tren startup didominasi oleh aplikasi financial technology

Pada akhir 2018 lalu layanan startup fintech menjadi primadona antara lain, Go-Pay, OVO, Tcash, DANA dan sejenisnya. Aplikasi tersebut memberikan kemudahan bertransaksi sekaligus promo yang melimpah.

Pada beberapa tahun kebelakang juga fintech sangat mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiranya sangat di apresiasi penuh dan banyak yang langsung menggunakanya. Seperti kehadiran OVO di pertengahan 2018 yang berhasil menarik jutaan orang untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut.

Baca Juga : Dongkrak Omzet Penjualan Dengan Video Marketing

Maka tak heran jika dalam siklus pendanaan startup, aplikasi fintech banyak mendapat pendanaan. Mereka selalu digunakan dan tak pernah lepas kebutuhan sehari – hari. Selain fintech yang menjadi primadona, aplikasi pendidikan juga diperkirakan akan menjadi tren startup 2019.

Dengan layanan belajar online yang semakin mudah membuat tahun 2018 lalu banyak sekali startup pendidikan yang berkembang. Contohnya Zenius, Ruangguru, Quipper, HarukaEdu, Ekabima, Studi ilmu, dan masih banyak lagi startup pendidikan berfokus pada kemudahan memberikan layanan belajar.

Layanan belajar yang diberikan seperti kumpulan latihan soal dan video pembahasan. Belajar online lewat videocall bersama tutor atau bahkan membantu mencarikan tutor yang sesuai dengan karakteristik siswa.

Baca Juga : Startup Gemilang! Sejahterakan Peternak lokal

Satu lagi tren startup di tahun 2019 ini adalah dibidang Agraris. Seperti kita tahu, Indonesia ialah negeri yang kaya akan sumber daya alamnya. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh technopreneur untuk menciptakan aplikasi atau startup yang bergerak dibidang pemberdayaan kekayaan alam. Diantaranya Agradaya, Sayurbox, Tanihub, Ternaknesia dan masih banyak lagi.

Tren startup 2019 antara lain Fintech, Pendidikan, dan Agraris. Tiga bidang ini bisa menjadi inspirasi Anda untuk memulai membuat startup. Jangan lupa analisis kebutuhan pasar juga diperlukan agar tidak hanya sekedar menjadi startup asal asalan.

Salam Digitizers

Tri Indonesia Seimbangkan Passion Anak Muda dan Dunia Digital

3 Indonesia mendukung ambisi anak muda Indonesia, komitmennya kali ini diwujudkan dalam program Creator Reborn, sebuah ajang yang melahirkan para pencipta (creator) karya kreatif dan skuad e-sport untuk anak muda di seluruh Indonesia berhadiah Edutrip ke USA dan dana jutaan rupiah.

Babak penyisihan dibuka mulai 16 Desember 2018 hingga 31 Januari 2019. 3 Indonesia memiliki keinginan untuk mewadahi ambisi anak muda Indonesia yang memiliki potensi besar menggerakkan ekonomi kreatif di Indonesia. Melalui kegiatan ini juga 3 ingin menyebarkan semangat dan edukasi pemanfaatan akses internet dan teknologi digital untuk mengolah ide menjadi sebuah karya kreatif berbasis digital dan pengembangan bakat.

Baca Juga : Dongkrak Omzet Penjualan Melalui Video Marketing

Karya kreatif

Kompetisi Creator Reborn dibagi atas dua kategori besar, salah satunya ialah  karya kreatif  yang meliputi Dance Music dan Short  Movie. Industri kreatif memberikan potensi bisnis besar. Internet, perkembangan teknologi, ditambah dengan ide kreatif bisa menciptakan banyak hal yang positif di industri kreatif dan memberikan banyak peluang bisnis.

Kompetisi PUBG Mobile

Selain karya kreatif, wadah pengembangan talenta yang memiliki potensi besar pada pertumbuhan ekonomi digital adalah kompetisi e-sport, sebuah cabang olang raga yang berisi pertandingan online games di dalamnya.

Baca Juga : Creative Market Art and Culture: Ladang Penghasilan bagi para Tenant

Ajang ini bertujuan memberikan inspirasi positif bagi para online gamers. Salah satunya untuk meningkatkan hobi dan talenta yang dimilikinya menjadi gamers profesional dengan prestasi gemilang, serta menyebarkan nilai sportifitas. Semangat ini akan meningkatkan pemberdayaan generasi muda menjadi pendorong ekonomi digital di Indonesia.

Kompetisi Creator Reborn ini merupakan rangkaian kegiatan dari program utama yaitu BimaDay yang akan berlangsung pada Maret 2019 di Bandung. BimaDay merupakan pesta kreativitas dan aktualisasi anak muda Indonesia yang memiliki ambisi besar di industri kreatif. bima+ sebagai digital dan creative hub milik 3 Indonesia divisualkan sebagai platform bagi anak muda Indonesia untuk mewujudkan ambisi mereka.

Baca Juga : Pahami Kebutuhan Pelanggan, 3 Support Layanan Data di Akhir Tahun

Dongkrak Omzet Penjualan Melalui Video Marketing

Hampir setiap hari konten berbentuk video sudah dijumpai, entah melalui media berbasis internet, media sosial atau non-internet, Seiring perkembangan cara mengenalkan produk semakin dinamis dan cepat, maka konten video pun mengalami inovasi menjadi video
marketing.

Video marketing adalah metode cara memasarkan produk atau usaha, dengan memanfaatkan power media sosial. Dengan kombinasi gambar, teks dan audio secara bersamaan hal ini mampu menarik perhatian konsumen untuk melihat produk kita dan membelinya.

Baca Juga : Intip Ladang Penghasilan Bagi Tenant

Menurut laporan invodo sebesar 52% Pembeli mengatakan setelah melihat video deskripsi produk, mereka lebih percaya untuk melakukan pembelian produk. Sedangkan youtube adalah platfrom kedua yang sering digunakan setelah Google.

Menurur laporan clue conoa 80% Konsumen menyakini video demo suatu barang akan membantu mereka dalam melakukan keputusan membeli suatu produk. Dengan demikian peran video marketing dapat mempengaruhi tindakan konsumen.

Namun terkadang, ada video marketing yang tak sampai pesan yang ingin disampaikan, kurang menarik serta tidak tertata isinya. Maka sebelum membuat video marketing ada baiknya untuk membuat konsep terlebih dahulu berikut adalah langkah – langkah membuat video marketing :

RISET

Riset kebutuhan video yang akan dibuat seperti apa, Analisa judul video agar tidak clickbait dan membuat konsumen kecewa.

Baca Juga : 3 Support Layanan Data Akhir Tahun

SINGKAT DAN SEDERHANA

Membuat video waktu yang sangat krusial adalah 5-10 Detik pertama jika dapat menarik perhatian konsumen, Maka konsumen akan terus menonton videonya namun jika tidak menarik konsumen akan beralih ke hal lain. dan pastikan setiap kata katanya sederhana dan mudah dipahami.

PILIH PLATFROM UNTUK UPLOAD VIDEO

Bedakan konten atau lama video untuk di unggah di youtube dan instagram,instagram lebih singkat dengan waktu satu menit dan harus bisa menarik perhatian konsumen, Youtube bisa lebih lama maka baiknya video di youtube bisa lebih rinci.

Baca Juga : Startup Gemilang! Sejahterakan Peternak Lokal!

RESOLUSI VIDEO

Hal ini juga menjadi hal yang sangat Krusial karena walaupun isi video sudah bagus tapi resolusinya mengecewakan penontonpun akan mengabaikanya.

Dengan memperhatikan beberapa hal diatas sebelum membuat video marketing anda, Dapat meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli produk anda.

Salam Digitizers

Pahami Kebutuhan Pelanggan, 3 Support Layanan Data di Akhir Tahun

Akhir tahun merupakan momen di mana perayaan masif diperingati. Ada perayaan Natal dan Tahun Baru yang menjadi hari besar. Banyak pelajar yang libur panjang akhir semester dan para pegawai yang mengambil cuti libur.

Berdasarkan survei dari We Are Social, orang Indonesia menghabiskan waktu 8 jam 51 menit setiap harinya untuk mengakses internet. Dengan begitu, kebutuhan akan layanan internet semakin tinggi saat ini. Terlebih di akhir tahun, di mana banyak orang menghabiskan waktu libur.

Baca Juga : Kaledioskop Strategi Digital Marketing 2018

Di musim liburan akhir tahun telah terjadi lonjakan trafik yang signifikan di jaringan 3 yang dikontribusi oleh tingginya penggunaan layanan data pada online games, video streaming, aplikasi navigasi, transportasi dan belanja online.

Yang menarik ada pada aktivitas online games3 Indonesia menyatakan bahwa lebih dari 1 juta pelanggan memainkan online games selama musim liburan akhir tahun dan telah memicu kenaikan trafik hingga 90%. Selain itu, anak muda Indonesia juga menikmati liburan dengan melakukan perjalanan darat dan memanfaatkan aplikasi navigasi sebagai pemandu perjalanan mereka.

Trafik penggunaan aplikasi navigasi ini melonjak hingga 85%, menunjukkan perilaku siginifikan pelanggan 3 yang menyukai perjalanan. Selama melakukan perjalanan darat, pelanggan 3 juga menikmati lancarnya video streaming menggunakan ponsel mereka. Trafik video streaming juga mengalami peningkatan hingga 40% dibandingkan hari biasa.

Baca Juga : Creative Market Art and Culture: Ladang Penghasilan bagi para Tenant

Menurut Desmond Cheung, Chief Technology Officer of 3 Indonesia, pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman berinternet yang terbaik bagi pelanggan 3. Untuk mengantisipasi lonjakan trafik yang terjadi selama musim liburan ini, 3 Indonesia telah memperluas jaringan dengan lebih dari 7.000 BTS. Teknologi 4.5G, 4G LTE dan fiber optic berjaringan nasional disediakan.

Jaringan diperkuat oleh teknologi 4.5G di 171 kota dan 4G di 281 kota. Tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Lombok. Sejumlah mobile BTS telah dikerahkan di titik-titik tujuan wisata. Pusat keramaian, terutama rute perjalanan darat antar kota di Pulau Jawa untuk menjamin kenyamanan pelanggan menggunakan layanan telekomunikasi.

3 Indonesia juga melakukan transformasi core network system yang tersebar di 19 kota sehingga pengaturan trafik komunikasi data 3 tidak terpusat.  Dengan diberlakukannya sistem ini akan memudahkan bagi 3 untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dalam menggunakan layanan internet, meningkatkan kapasitas serta menyeimbangkan kapasitas jaringan dengan lancar. Sehingga  pelanggan 3 dapat mengakses layanan data dengan speed yang lebih cepat.

Baca Juga : LINE Indonesia Hadirkan Fitur Baru! LINE Today Buzz!

Sebagai penyedia layanan, 3 Indonesia berusaha maksimal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan setianya. Penambahan BTS dengan teknologi 4.5G, 4G LTE serta fiber optic diharapkan bisa mendukung kenyamanan pelanggan 3. Menikmati libur akhir tahun mereka bersama layanan 3 Indonesia.  Memahami pelanggan untuk meningkatkan kualitas layanan perlu dilakukan secara kontinyu.

Creative Market Art and Culture: Ladang Penghasilan bagi para Tenant

0
Art and Culture 2018, sebuah acara yang mengundang guest star Endank Soekamti, Nufiwardhana, serta band lainnya  memang menjadi salah satu hal yang menarik untuk ditelisik. Hal ini dikarenakan keberhasilannya yang dibuktikan dengan adanya ribuan pengunjung.
Sebagai salah satu rangkaian acara Art and Culture 2018 UNESA, Creative Market mendapatkan respon positif dari ribuan pengunjung.  Hampir semua tenant ramai dikunjungi karena produk yang dijual dinilai menarik.

Baca Juga: Kaledioskop Strategi Digital Marketing 2018

Menyediakan berbagai produk makanan dan minuman untuk dijual, Creative Market menjadi salah satu tujuan utama yang dikunjungi. Tentu hal ini menjadi keuntungan bagi para tenant.
Tidak hanya itu, Creative Market juga dikemas dengan menarik oleh para tenant untuk memikat minat pengunjung. Selain itu, di ujung Creative Market terdapat tenant yang menjual produk souvenir tas dengan desainnya yang menarik

Baca Juga: Startup Gemilang, Sejahterakan Para Peternak Lokal!

Adanya Creative Market menjadi salah satu faktor penyemangat pengunjung dalam menonton artis ibu kota di acara ini. “Senang, karena kebetulan saya berasal dari luar kota. Jadi kalau lapar tidak perlu jauh-jauh karena disini ada Creative Market dan ternyata banyak pilihan menarik. Kalau menonton seperti ini memang butuh tenaga cukup ekstra. Karena kita kan suka loncat-loncat sambil menikmati lagu yang dinyanyikan,” ungkap Vivi, salah satu pengunjung yang berasal dari Jawa Tengah.
Di antara banyak tenant, Fat Brother Lok Lok merupakan salah satu tenant yang mampu menarik banyak pengunjung. Mengangkat olahan seafood seperti ikan udang,  ikan lapis telur, stik kepiting, yang dikemas dalam bentuk sate, Fat Brother Lok Lok memang menyasar anak muda. Tak heran, produk ini laris di acara Art and Culture 2018 yang mayoritas pengunjungnya adalah anak muda.

Baca Juga: Nampol! Strategi Penjualan Akhir Tahun

Ketika ditanya, ternyata Fat Brother Lok Lok ini merupakan franchise yang berasal dari Malaysia. “Sebenarnya ini franchise dari Malaysia yang punya saos khas, yaitu saos Lok Lok. Makannya namanya Fat Brother Lok Lok. Awalnya kita mencoba membeli. Karena enak dan sepertinya usahanya memiliki prospek yang positif, kita ingin menjadi salah satu franchisenya,” aku Bu Elis, penjual Fat Brother Lok Lok.
Dengan senyum yang seakan-akan menggambarkan semangatnya, Bu Elis menceritakan bagaimana ia memasarkan produknya. “Untuk memasarkannya, kita punya stand sendiri di Sidoarjo. Kita juga sering mengikuti acara-acara seperti ini serta menjual produknya melalui Instagram. Kedepannya kita berencana akan menjual produk ini berupa frozen food,” lanjut Bu Elis.
Di penghujung acara Art and Culture 2018, Creative Market masih dikerumuni oleh pengunjung. Acara meriah seperti ini memang menjadi salah satu tujuan bagi anak muda. Para tenant pun berharap UNESA dapat mengadakan acara Art and Culture untuk tahun depan.

 

Kaledioskop Strategi Digital Marketing 2018

Menghadapi akhir tahun 2018, tak lengkap jika tidak membahas kaledioskop tahun ini. Strategi Digital Marketing apa saja yang sangat trend ditahun ini?

Mari simak ulasan berikut ini:

1. Instagram Ads

(pixbay)

Tahun 2018 menjadi tahunya “Berjualan di Medsos” dan banyak orang orang lebih menggunakan instagram sebagai medianya, Instagram yang dulu tak ada fitur iklan kini ada. Dan iklan instagram yang sering digunakan adalah Instastory.

Baca Juga : Puluhan Startup Sejahterakan Peternak Lokal

Sekitar enam puluh persen pengguna aktif instagram membagikan dan mengonsumsi instastory, hal ini bahkan mengalahkan Snapchat. Aplikasi yang tenar karena fitur story-nya lebih dulu.

2. Video Iklan Kreatif

(Facebook Tropicanaslim)

Video iklan kini tak menjadi hal yang membosankan tapi menjadi suatu hal yang seru, iklan dikemas dalam bentuk web series, kampanye lingkungan dan hal unik lainya. Yang membuat kita kerap tak sadar jika itu iklan.

Metode iklan menggunakan video ini menjadi strategi digital marketing 2018 yang paling sering digunakan.

Baca Juga : Line Indonesia Hadirkan Fitur BARU!

3. Kolaborasi dengan Influencer

instagram @chelseaolivia dan @ayutingting

Hal ini paling sering dilakukan dengan sebutan “Endorse” menurut para beberapa pelaku bisnis yang sudah melakukan “Endorse” hal ini lebih sampai ke target pasar mereka.

Tak hanya selebgram yang notabene bukan dari dunia artis, para artis juga kerap menjadi media beriklan dengan konsep seperti ini. Dan memang jika produk dan influencer atau artisnya sesuai maka target pasar terpenuhi.

4. Tingkatkan Engagement Lewat Chatbot

pexels

Orderan melimpah terkadang admin lupa untuk membalas satu persatu, alhasil chatbot lah yang menjadi pilihan. Namun siapa sangka Chatbot ternyata menjadi strategi digital marketing 2018 yang kerap digunakan.

Baca Juga : Content Creator Menjadi Bagian Wajib Dalam Bisnis Kreatif

Dengan chatbot seperti line@, WA business dan lainya akan ada grafik pengunjung yang memudahkan kita melihat kunjungan untuk bertanya.

Startup Gemilang, Sejahterakan Para Peternak Lokal!

Indonesia memiliki potensi besar di bidang peternakan. Setidaknya, ada sekitar 60 jenis ternak lokal potensial yang bisa dikembangkan. Tentunya, itu menjadi modal bagi peternak untuk mengembangkannya menjadi komoditas dalam negeri yang menguntungkan.

Namun dilain sisi, peternak juga kerap merugi karena sebagian daerah Indonesia masih memperdagangkan daging impor. Permasalahan ini yang dilirik peluang dan dicarikan solusi oleh anak muda Indonesia.

Baca Juga : Strategi Diskon Akhir Tahun!

Mereka membuat startup yang fokus dibidang peternakan yang membantu para peternak lokal untuk mendapatkan investasi dari beberapa pihak, di era modern ini, dengan pendekatan digital, para inovator muda pun tak mau kalah. Dengan berbagai jenis produk teknologi, mereka mencoba memberikan solusi terpadu untuk menguatkan sektor peternakan ini.

Inilah beberapa startup yang berfokus pada pengembangan investasi bidang peternakan.

1. Vestifarm

Vestifarm berperan sebagai platform online investasi peternakan dengan konsep patungan. Satu ekor sapi bisa dimiliki oleh beberapa investor dan dibagi menjadi beberapa slot investasi. Dengan begitu, investor dapat berinvestasi dengan dana yang lebih murah karena dibagi dengan beberapa orang lainnya.

Baca Juga : Geliat Startup Perkopian Indonesia

Startup ini memperoleh keuntungan dengan cara bagi hasil. Baik investor maupun pihak Vestifarm masing-masing mendapatkan keuntungan sebesar lima puluh persen. Selain itu, mereka juga mengenakan biaya layanan untuk setiap slot investasi yang sudah termasuk di dalam nominal investasi yang tersedia.

2. Angon

ANGON adalah aplikasi beternak online yang memudahkan penggunanya untuk beternak secara online melalui aplikasi mobile, tanpa harus memiliki lahan, keterampilan, dan waktu untuk merawat hewan ternak berupa domba atau sapi. ANGON menghubungkan peternak rakyat, sentra peternakan rakyat (SPR), dan investor peternakan.

ANGON menciptakan peluang kerjasama peternak rakyat sebagai perawat ternak dengan masyarakat urban sebagai investor yang ingin beternak domba atau sapi.

3. Kandang.in

Kandang.in merupakan sebuah platform investasi peternakan yang didukung oleh teknologi. Dapatkan pengalaman baru dengan memiliki investasi di sektor peternakan semudah Anda bermain Hay Day.

Baca Juga : Content Creator Penting Dalam Bisnis Kreatif

4. Caltyfarm

Calty Farm adalah aplikasi beternak online yang memudahkan penggunanya untuk beternak secara online melalui aplikasi mobile, tanpa harus memiliki lahan, keterampilan, dan waktu untuk merawat hewan ternak berupa sapi perah kemudian hasil dari pemerahan akan ditampung oleh industri pengolahan susu. Calty Farm berkerja sama dengan peternak rakyat dan sentra peternakan rakyat (SPR) kemudian menghubungkan investor peternakan.

5. Ternaknesia

Ternaknesia adalah digital platform bagi peternak Indonesia yang menghubungkan peternak dengan masyarakat dalam aspek pemodalan, pemasaran dan manajemen.

Baca Juga : Simak Peluang Bisnis Kuliner Dengan Strategi Digital!

Ternaknesia hadir sebagai bentuk solusi dari permasalahan pangan dan peternakan Indonesia. Potensi kebutuhan pangan Indonesia yang begitu besar tidak diimbangi dengan kemampuan supply yang memadai dari peternakan Indonesia.

Salam Digitizers