TikTok Luncurkan Platform Beriklan untuk UMKM

0

TikTok meluncurkan platform self-serve Tiktok for Business yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana beriklan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mengingat  Tak bisa dipungkiri bahwa kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi secara global berdampak signifikan terhadap sektor bisnis, sehingga perlu strategi ekstra untuk terus meningkatkan online presence dan interaksi dengan audiens agar usaha tidak mandek.   

TikTok merupakan jejaring sosial berbasis video yang terus menunjukkan perkembangan pesat sejak awal kemunculannya di 2016. Ini adalah salah satu platform yang memungkinkan penggunanya untuk membuat video pendek berdurasi 15 detik dan disertai musik, filter, atau fitur kreatif lainnya. Menurut data analitik SensorTower, aplikasi TikTok telah diunduh sebanyak 740 juta pada 2019 dan menjadi aplikasi yang banyak diunduh kedua di dunia. Dengan pengguna aktif berjumlah 625 juta secara global, TikTok dinilai menjanjikan sebaga salah satu media pemasaran digital sehingga dapat meningkatkan brand awareness hingga menjangkau target market yang luas. 

Melalui platform terbaru Tiktok for Business ini, pengusaha UMKM bisa menjangkau audiens yang tepat dengan beberapa kemudahan, di antaranya adalah:

Creative Tools

TikTok dikenal sebagai jejaring sosial yang penuh akan kreativitas penggunanya. Tools ini adalah serangkaian alat yang memungkinkan pemasar merasakan kreativitas dan orisinalitas komunitas TikTok, lengkap dengan Video Creation Kit, Smart Video Soundtrakck, dan TikTok Adstudio yang akan berguna ketika menceritakan kisah produk atau layanan mereka.

Baca juga: 3 Cara Manfaatkan TikTok untuk Strategi Marketing

Flexible Budgets

TikTok for Business dirancang untuk memungkinkan perusahaan dari berbagai level dan kategori dapat menyesuaikan pengeluaran mereka kapan saja. Dengan sasaran utama UMKM, hal ini tentu akan berguna.

Performance Targeting

Dalam beriklan, target audiens adalah emen yang penting agar tujuan dapat tercapai. Melalui penargetan cerdas ini, Tiktok for Business memberikan kemudahan kepada pelaku usaha sehingga memungkinkan audiens yang tepat dan audiens baru untuk menemukan bisnis Anda.

Business Account

Memiliki akun bisnis itu penting karena brand akan lebih mudah ditemukan. TikTok juga memfasilitasi ini, yakni akun bisnis yang dapat memberikan wawasan statistik atau alat tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis seperti analisa keterlibatan dan performa terhadap audiens.

“Format video singkat dan komunitas TikTok yang terkenal akan kreativitas memberikan peluang bagi berbagai bisnis dan usaha, termasuk UKM, untuk menggaet pasar yang lebih dinamis serta pemasarannya yang lebih efektif dan interaktif,” ucap Pandhu Wiguna, Direct Sales Leader, TikTok Indonesia dalam acara peluncuran TikTok for Business melalui virtual meeting pada Jumat (10/7/2020)

Baca juga: Mengenal Apa Itu TikTok Marketing

Selain meluncurkan platform self-serve, TikTok juga meluncurkan program Back-to-Business sebagai bentuk komitmen mereka untuk mendukung pelaku UMKM di tengah pandemi. Melalui program ini, para pelaku usaha akan berkesempatan untuk beriklan di TikTok dengan kredit sebesar 300 dolar AS dan bisa digunakan hingga 31 Desember 2020.

Mengenal Apa Itu TikTok Marketing

0

Apa yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar kata TikTok? Apakah jejaring sosial “murahan” atau justru potensial? TikTok pertama kali diluncurkan pada tahun 2016. Ini adalah platform gratis yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi video berdurasi pendek dan disertai musik, filter, atau fitur kreatif lainnya seperti klip komedi dan kutipan film untuk ditirukan.

Masuk dalam daftar aplikasi yang paling banyak diunduh, TikTok semakin populer di tengah pandemi dan peraturan pembatasan sosial. Total aplikasi ini diunduh di seluruh dunia bahkan mencapai dua miliar kali dengan sekitar 800 juta pengguna. Tak salah jika kini TikTok disebut sebagai salah satu strategi dalam digital marketing yang banyak dilirik atau sering juga disebut dengan TikTok marketing.

Baca juga: Mengungkap Rahasia Social Media Marketing

Apa itu TikTok marketing?

TikTok marketing adalah salah satu strategi dalam pemasaran digital yang menggunakan jejaring sosial TikTok sebagai media atau wadahnya. Dengan segala keunggulannya, baik dari segi komunitas pengguna maupun fitur yang ditawarkan, pelaku bisnis bisa mencoba memasarkan brand di sini. TikTok bahkan telah menyediakan TikTok for Business untuk memfasilitasi pelaku bisnis dengan memberikan wawasan statistik atau alat tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis seperti analisa keterlibatan dan performa terhadap audiens.

Salah satu brand yang sukses menggunakan TikTok adalah Red Bull. Dengan lebih dari 4.5 juta pengikut menempatkan Red Bull di antara brand terkenal lainnya di platform ini. Terkenal dengan konten yang kreatif, salah satu video dengan tagar #givesyouwings menarik perhatian dan telah ditonton lebih dari 417 juta kali. 

Dikutip dari Later, merek terkenal Guess juga pernah mempromosikan koleksi terbaru mereka di TikTok, yaitu Fall’18 Denim Fit. Guess mengajak serta audiens untuk mengubah tampilan mereka menggunakan denim Guess dengan iringan lagu I’m a Mess milik Bebe Rexha. Tantangan dengan tagar #InMyDenim tersebut telah menggaet lebih dari 5.500 video pengguna, 10.5 juta views, dan 14,3 persen engagement rate.

Baca juga: 3 Cara Manfaatkan TikTok untuk Strategi Marketing

Kelebihan TikTok

1. Audiens muda

Bagi brand dengan target audiens muda, TikTok adalah platform yang tepat, karena rata-rata usia penggunna aplikasi ini adalah di bawah 30 tahun atau sering juga disebut Gen Z. Dengan jutaan submission ke hashtag challenges di TikTok, mereka adalah brand ambassador yang efektif untuk mengembangkan brand awarness.

2. Fitur kreatif

Video berdurasi singkat di TikTok banyak disukai karena nilai kreatif dan relatibility-nya. Ini memungkinkan brand dan kreator untuk menampilkan konten yang tidak hanya otentik, namun juga menarik. Bahkan dengan sumber daya yang terbatas, konten TikTok tetap bisa mencuri perhatian.

3. User Generated Content

Meski USG bukanlah hal baru dalam pemasaran digital, TikTok menawarkan kesempatan agar brand dapat diiklankan oleh jutaan orang dan dilihat oleh jutaan koneksi mereka. Melalui hashtag challenge, Anda bisa mengajak audiens terlibat dan menghasilkan efek viral atau berantai yang menguntungkan brand.

5 Kegiatan Ini Tingkatkan Efektivitas Social Media Marketing

0

Menggunakan media sosial sebagai strategi pemasaran digital bukanlah hal baru. Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, media sosial dinilai menjanjikan untuk menaikkan brand awareness atau membantu melancarkan tujuan marketing lainnya. Fitur dan interaksi yang dinamis dari berbagai platform adalah alasan lain mengapa penggunaannya penting.  Dikutip dari We Are Social, jumlah pengguna media sosial mencapai 3,8 miliar pada Januari 2020. Angka penggunanya meningkat hingga 9 persen atau 321 juta pengguna baru sejak tahun lalu. Di Indonesia sendiri, tiga platform yang paling banyak digunakan adalah YouTube, Facebook, dan Instagram.

Layaknya strategi marketing lain, menggunakan media sosial untuk brand tentu juga tidak mudah. Namun, sukses dengan konten di media sosial bukanlah hal yang tidak mungkin. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan agar social media marketing lebih efektif. 

Baca juga: Digital Marketing dan Social Media Marketing – Apa Sih Bedanya?

Membuat dan mengatur jadwal

Mengingat konsistensi itu penting, jadwal adalah cara yang perlu digunakan agar konten dapat diunggah di waktu yang tepat. Dengan selalu membuat dan mengatur jadwal, Anda jadi bisa lebih spesifik terkait waktu sehingga interaksi yang terbangun dengan audiens lebih maksimal. Maka dari itu penting untuk melakukan analisis audiens agar tahu kapan mereka aktif menggunakan media sosial. Anda juga bisa menggunakan scheduling software agar proses mengorganizir jadi lebih mudah dan tidak ada konten yang terlewat.

Buat content-breakdown

Konsisten bukan berarti menggunggah konten sebanyak mungkin. Dengan semua ide yang telah Anda tuangkan menjadi konten, Anda harus tetap memperhatikan bagaimana kualitasnya. Luangkan waktu untuk mengkurasi konten-konten yang telah dibuat. Apakah konten tersebut menarik dan relevan, serta indikator penilaian lainnya. Sisa konten yang ada bisa Anda simpan untuk selanjutnya dievaluasi dan diperbaiki sehingga tetap bisa digunakan.

Catat semua jadwal musiman

Momen tahunan seperti perayaan nasional atau festival adalah konten penting. Dengan ikut membicarakan momentum tersebut, interaksi serta brand awareness diharapkan dapat meningkat. Maka dari itu Anda perlu  mencatat momen-momen penting di proses awal pembuatan jadwal.

Baca juga: Mengungkap Rahasia Social Media Marketing

Terapkan otomatisasi rutin

Social media marketing perlu banyak hal, mulai dari proses pemilihan konten, penjadwalan, hingga proses mengunggah dan evaluasi. Dengan menerapkan otomatisasi rutin, Anda bisa lebih disiplin untuk mengatur konten. Dengan bantuan software, proses penjadwalan dan mengunggah konten pun juga jadi lebih mudah sehingga tidak ada yang terlewat.

Buat acuan dari konten terbaik

Meningkatkan efektivitas social media marketing melalui konten bisa dilakukan dengan cara menjadikan konten-konten terbaik sebelumnya sebagai acuan ketika hendak membuat konten baru. Ketahui dan pahami apa yang audiens sukai, temukan polanya, lalu ciptakan konten baru dengan informasi tersebut. Buat konten yang otentik dan menarik interaksi audiens.

Tips Penting untuk menjadi Konten Kreator

Konten kreator adalah sebutan bagi mereka yang bekerja dengan menciptakan konten untuk dibagikan secara online. Istilah ini sudah cukup familiar di kalangan muda mudi. Apalagi Konten kreator sudah menjadi profesi yang diincar saat ini.

Namun, pernahkah Digitizer penasaran apa sih yang dikerjakan oleh seorang Konten kreator?

Menjadi Konten Kreator berarti memiliki tugas untuk membuat konten yang berisi materi informatif. Materi ini berupa tulisan atau artikel, infografik, gambar, atau video. Konten yang dibuat baik di blog atau platform media lain harus relevan dengan tujuan awal pembuatan konten tersebut

Contohnya saja, jika konten berupa gambar dan video tentang teknologi yang menargetkan pada kalangan muda saat ini, Instagram dan Facebook adalah jawaban yang tepat.

Karena profesi ini sudah digandrungi oleh banyak orang, persaingan pun tak dapat dihindari. Anda mesti berupaya ekstra untuk membuat konten yang lebih kreatif dan berbeda ketimbang yang lain. Berikut tips penting untuk menjadi Konten kreator yang bisa diterapkan:

Ikuti Tren

Sebagai Konten Kreator, Anda diwajibkan mengetahui dan sigap tentang informasi tren terbaru. Penting untuk selalu memeriksa berita terbaru baik dari dalam maupun luar negeri. Pastinya selalu sesuaikan informasi yang Anda dapat sesuai dengan konten yang akan Anda buat.

Namun, perlu diingat. Tak sekadar mengikuti arus dengan tren yang sedang digandrungi oleh audiens Anda. Anda juga harus mempertimbangkan konten yang dibuat seperti tidak menyinggung SARA, seksualitas, politik, atau melakukan body shaming.

Konsistensi

Konsistensi adalah kunci Anda sebagai pembuat konten. Anda diharuskan rutin membuat konten dan menampilkannya dengan isian yang bermutu daripada mengunggah sekali dalam sebulan atau jeda yang cukup lama.

Ingat lah, jika hampir semua orang yang dapat mengakses internet ingin menekuni bidang ini. Persaingan pun tak terelakkan.

Pahami Audiens Anda

Saat Anda sudah menentukan isi konten yang akan buat. Pastinya target audiens akan mengikuti konten Anda. Oleh karena itu, ada baiknya jika menentukan target audiens yang menjadi sasaran  konten yang dibuat. Target audiens ini mencakup gender, kisaran usia, pekerjaan, kisaran penghasilan, serta wilayah domisili.

Jangan lupa untuk selalu mencatat terkait detail target ini karena akan membantu Anda untuk membuat konten yang terarah.

Baca Juga: Tips Memilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis

Bangun Jejaring Baru

Membangun jejaring baru adalah hal yang perlu Anda lakukan. Bergabunglah dengan berbagai komunitas. Ini akan membantu Anda agar bisa bertukar pikiran bahkan informasi mengenai pembuatan konten. Selain itu, dengan bergabung bersama komunitas akan membantu untuk meningkatkan kompetensi Anda.

Bangun Personal Branding

Jangan lupa untuk membangun personal branding. Anda ingin dilihat audiens sebagai apa? Semua dinilai berdasarkan konten yang Anda buat. Hal ini berkaitan dengan konsistensi serta konten yang Anda buat bermanfaat atau tidak bagi audiens.

Analisis Efektivitas Konten yang Dibuat

Analisis konten sangat perlu dilakukan. Hal ini akan membantu Anda, seberapa efektif konten yang Anda buat. Cara analisis efektivitas konten dapat dilakukan dengan melihat insight atau interaksi yang dilakukan oleh audiens.

Hal terakhir yang perlu Anda ingat, selalu belajar dan tidak hanya mengejar uang semata dalam berpprofesi sebagai konten kreator. Lebih baik menghasilkan konten yang bermutu dan edukatif daripada profokatif dan viral saja.

Selamat berkreasi, Digitizer.

7 Tools untuk Riset Keyword

0

Hashtag adalah bagian penting dari Instagram marketing. Tidak bisa dipungkiri, instagram sebagai platform untuk menunjang bisnis memang makin terus berkembang pesat. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya pengguna instagram, yakni sudah mencapai lebih dari 1 milyar pengguna secara global. Memaksimalkan Instagram tentu juga tidak bisa lepas dari optimasi hashtag.

Hashtag yang tepat akan nembantu brand untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Hal tersebut akan berpengaruh dalam meningkatkan engagement, mulai dari like, komentar, mengunjungi profile, bahkan bisa menambah followers. Sudah menjadi rahasia umum bahwa hashtag ini akan membuat akun instagram bisnis menjadi lebih powerful dan efektif.

Sebagai marketer, penting untuk melakukan riset sebelum benar-benar menggunakan hashtag. Selain itu, optimasi SEO Instagram melalui hashtag juga perlu melakukan percobaan secara rutin. Dengan begitu, Anda bisa melakukan evaluasi dan menemukan keyword yang tepat untuk digunakan sebagai hashtag. Nah, berikut adalah daftar keyword tool yang bisa Anda gunakan untuk melakukan riset.

Baca juga: 5 Cara Manfaatkan SEO Instagram untuk Maksimalkan Pemasaran

Keywordtool.lo

Kelebihan keywordtool.lo adalah memiliki layanan yang cukup lengkap. Mulai dari rekomemdasi hashtag, jumlah post yang menggunakan hashtag tersebut, dan lainnya. Layanannya memang gratis namun itu terbatas. Namun, Anda perlu menjadi member premium untuk menggunakan berbagai layanan lainnya.

Seekmetrics

Cara kerjanya cukup sederhana. Anda bisa memasukkan hashtah topik, lalu seekmetrics akan menyediakan hashtag-hashtag terkait dengan topik yang Anda cari. Anda juga bisa mengecek topik apa yang tengah dibicarakan banyak orang.

All hashtag

All hashtag juga bisa jadi pilihan untuk melakukan riset hashtag. Seperti yang sebelummya, Anda bisa memasukkan topik tertentu lalu menemukan hashtag terkait yang sesuai. Di tools ini, Anda juga bisa menggunakan layanan lain seperti hashtag creator, dan top hashtag di instagram.

Baca juga: 5 Ide Tipe Unggahan Menarik di Instagram

Displaypurposes.com

Pada tools ini, Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai hashtag generator. Cukup dengan memasukkan topik yang hendak Anda jadikan konten, maka secara otomatis akan keluar banyak rekomendasi hashtag yang berkaitan dengan topik tersebut.

Webstagram

Dalam riset hashatg, Anda juga bisa melihat kompetitor. Dengan tools ini, Anda bisa melakukan analisa sehingga hasilnya lebih tepat. Webstagram akan membantu Anda untuk melihat hashtag yang populer di instagram, termasuk melihat popular user ataupun kompetitor. 

Tint

Dengan tool satu ini, Anda bisa melakukan generate konten dan memungkinkan Anda untuk memoderasi konten tersebut, serta menampilkannya di situs yang Anda sukai. TINT juga menyediakan tool bernama Free Instagram Analytic by TINT. Tool ini membantu Anda untuk menemukan influencer dan konten popular berdasar hashtag secara cepat dan mudah.

RiteTag

Tools ini mempunyai fitur yang membantu Anda memilih tag yang tepat, termasuk memberikan alert terkait tag yang sedang trending. Anda juga bisa subscribe pada topik tertentu agar tetap up to date dengan trend terkini berhubungan dengan topik tersebut. Salah satu fitur menarik yang mereka tawarkan adalah fitur instant feedback pada hashtag. 

Ini Cara Evaluasi Hasil SEO dengan Google Webmaster Tools

Di era digital seperti saat ini, penggunaan SEO (Search Engine Optimization) dalam memasarkan produk atau jasa tentu bukan merupakan hal baru. Pemanfaatan SEO dapat membantu search engine atau mesin pencari seperti Google untuk memahami content marketing yang Anda buat. Dengan begitu, peringkat konten Anda di hasil pencarian dapat meningkat, yang juga berarti meningkatnya potensi penjualan.

Namun, sekadar memanfaatkan SEO saja ternyata belum cukup. Jika konten yang Anda buat belum berada di halaman pertama Google, itu berarti kecil kemungkinannya akan sampai ke calon konsumen. Seperti kata orang, “The best place to hide a dead body is page 2 of Google”. Jokes ini bisa muncul karena memang sedikit sekali yang akan searching hingga ke laman kedua Google. Kalau begitu, apa yang harus Anda lakukan untuk memaksimalkan penggunaan SEO? Jawabannya adalah dengan melakukan evaluasi dari hasil SEO itu melalui GWT (Google Webmaster Tools). Berikut simak caranya!

Baca juga: 5 Cara Manfaatkan SEO Instagram untuk Maksimalkan Pemasaran

Evaluasi clicks dan position secara berkala

Fitur ini merupakan KPI (Key Performance Indicator) yang paling mudah Anda lihat. Anda bisa mengecek secara berkala, misalnya sebulan sekali untuk mengukur apakah keywords yang Anda buat sudah bisa memaksimalkan jumlah klik dan ranking yang Anda dapat. Jika hasilnya belum maksimal, cobalah untuk mencari akar permasalahannya. Apakah target keyword memang sudah dicari oleh warganet atau belum atau apakah artikel Anda sudah lebih berkualitas daripada milik kompetitor atau belum. Jika permasalahannya tidak terletak di salah satu konten tertentu, cobalah jawab pertanyaan yang lebih mendasar seperti apakah situs Anda sudah bisa di-index Google atau apakah situs memang sedang bermasalah.

Jika semua faktor tersebut aman, bisa saja memang kata kunci yang Anda pilih sangat kompetitif. Dalam usaha untuk meningkatkan klik dan posisi ini, Anda bisa mengedit konten dengan cara mengaitkannya pada topik yang tengah diminati warganet saat itu. Untuk mengetahuinya, Anda dapat mengaksesnya di Google Trends.

Di sisi lain, terlepas dari berapa banyak jumlah klik atau peringkat yang didapat saat itu, yang terpenting dalam mengevaluasi clicks dan position adalah melihat tren perkembangannya. Jika tren ke depannya terlihat menjanjikan, maka Anda haya menunggu waktu saja agar konten berada di peringkat atas. Anda tidak bisa mengharapkan konten yang dibuat hari ini langsung berada di peringkat atas keesokan harinya, sebagus apapun riset yang telah kita lakukan untuk menentukan SEO. Karena tingkat kompetisi dari setiap kata kunci yang Anda targetkan itu beragam.

Baca juga: Kesalahpahaman SEO Pada Pebisnis Online

Update artikel sesuai hasil queries

Berbeda dari keywords yang Anda tentukan, query adalah kalimat yang diketik langsung oleh warganet ketika mereka melakukan pencarian di mesin pencari. Sekilas, dua hal ini terdengar sama, tetapi pada praktiknya sangat berbeda. Belum tentu apa yang Anda targetkan di keywords adalah sesuatu yang memang diketahui oleh warganet ketika mereka mencari sesuatu. Misalnya, ketika Anda menargetkan keywordsocial media marketing”, bisa jadi orang-orang yang melakukan pencarian untuk konten ini, mencarinya dengan mengetikkan “pemasaran melalui media sosial”. Maka dari itu, penting untuk melihat query yang membawa warganet ke konten Anda. Dari situ, Anda bisa memaksimalkan kata kunci yang ternyata banyak membawa warganet ke konten Anda, tetapi belum Anda garap dengan baik.

Pada akhirnya, yang terpenting dalam melakukan evaluasi SEO adalah bersabar dan jeli melihat peluang. Konten yang Anda buat dengan riset yang mendalam pun belum tentu bisa langsung mendapatkan klik yang banyak dan peringkat yang tinggi. Namun, jika Anda jeli melihat bagaimana kebiasaan warganet dalam melakukan pencarian yang berhubungan dengan konten Anda, maka bukan tidak mungkin konten tersebut bisa segera berada di peringkat atas.

4 Mindset yang Dibutuhkan oleh Copywriter

Mindset copywriter perlu dipupuk agar memudahkan Anda dalam bekerja. Terutama jika Anda seorang penulis konten.Walaupun terdapat template dalam teknik copywriting, akan sia-sia jika tidak diimbangi mindset yang baik.

Template akan membuat tulisan Anda kaku dan juga ada masa kadaluarsanya. Hal ini tak berlaku dengan mindset.

Dengan adanya mindset ini, pengetahuan Anda tentang copywriting akan terus bertambah. Ini bisa Anda terapkan dimana pun seperti landing pages,  sales letter,  konten website,  iklan,  dan lainnya. Seperti apakah mindset yang diperlukan oleh seorang copywriter? 

Copywriting Bukan Hanya Untuk Penulis

Dulu orang berpikir bahwa media pemasaran hanya dengan tulisan. Oleh karena itu muncul kata copy “writing”.

Namun saat ini media pemasaran dan iklan beragam. Dapat berbentuk gambar,  video,  atau audio. Maka sebagai copywriter,  Anda memiliki tugas yang termasuk di dalamnya adalah membuat konsep gambar dan script untuk video. 

Ada hal terpenting jika Anda seorang copywriter. Pekerjaan ini membuat Anda perlu mendalami psikologi manusia. Bukan seorang psikolog atau psikiater. Akan tetapi,  tugas utama copywriter adalah membuat copy yang mampu “masuk” ke otak para konsumen. Benar?

Konsumen hanya Peduli pada Diri Sendiri

Pada dasarnya manusia memiliki keegosian dalam diri mereka. Sama halnya dengan para konsumen Anda. Mereka tidak akan memedulikan kisah atau sejarah toko Anda atau pendirinya. Dapat dipastikan jika Anda menulis sejarah dan pendiri di toko Anda, tak akan dibaca. Berikan informasi yang konsumen perlukan.

Sebagai seorang copywriter,  Anda harus mengetahui apa yang calon konsumen perlukan. Kemudian sediakan informasinya. 

Jika mereka merasa Anda adalah orang yang tepat,  barulah mereka peduli. Sekali lagi perlu diingat, para konsumen hanya peduli pada diri mereka sendiri. 

Lakukan penjualan seperti hanya pada 1 orang saja

Hal ini merupakan salah satu cara untuk membuat copywriting Anda dilirik. Jangan menjual kepada semua orang. 

Banyak produk ataupun jasa menggunakan target semua kalangan karena produk/jasa-nya ini dapat digunakan oleh semua orang. Penjual berharap dengan memilih target tersebut, banyak pembeli dengan berbagai kalangan. Alih-alih mendapatkan banyak pembeli,  copywriting yang digunakan tidak efektif sama sekali. 

Contohnya saja pada penjualan properti. Terdapat dua macam konsumen. Pertama, konsumen yang ingin membeli rumah. Kedua, konsumen yang ingin berinvestasi. 

Dua macam konsumen ini berbeda. Anda tidak bisa melakukan penjualan kepada keduanya sekaligus

Baca Juga: Tips Meningkatkan Performa SEO pada Artikel di Website

?Solusinya adalah buat buyer persona. Siapakah itu?  Buyer persona adalah perwakilan rata-rata dari customer ideal Anda. Siapakah yang paling mungkin untuk membeli produk atau jasa Anda,  itu yang dijadikan perwakilan sebagai buyer persona. 

Hal ini akan memudahkan Anda saat membuat landing page, iklan, maupun promosi yang lain.

Stop menjadi Robot

Seringkali kita selalu mengikuti EYD dalam penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan harapan, menulis berdasarkan EYD akan terlihat lebih mumpuni untuk pembuatan copywriting. Terlihat lebih profesional dengan istilah-istilah yang sulit dimengerti. 

Namun nyatanya penulisan kaku tidak sama dengan profesional. Apakah dalam keseharian kita harus berbicara sesuai EYD?

Penulisan yang santai bisa menjadi profesional. Oleh karena itu, gunakan bahasa yang sering konsumen Anda pakai. Berhenti untuk menciptakan kata yang asing. Penggunaan bahasa sehari-hari akan mempermudah Anda menulis sesuai target market yang dipilih. 

Nah, bagaimana Digitizer. Mudah, kan? 

5 Ide Konten Youtube untuk Brand

0

Youtube adalah salah satu platform yang bisa dimanfaatkan untuk menaikkan brand awareness. Di era serba digital seperti sekarang, menghubungkan dan memaksimalkan berbagai media sosial memang penting. Di Indonesia, Youtube menjadi media sosial yang terbilang sukses merebut hati masyarakat. Survei We Are Social menyebutkan 150 juta penduduk Indonesia aktif menggunakan media sosial dan Youtube menjadi platform yang paling srring diakses yaitu 88 persen dari total pengguna medsos pada 2019. Di tahun yang sama, platform ini mencatat jumlah penonton bulanan terdaftarnya menembus 2 miliar.

Medium yang tepat akan sangat mendukung keberhasilan sebuah campaign marketing. Terlebih jika Anda sudah mengenal siapa audiens Anda dan apa kesukaan mereka. Jika audiens menyukai video, Youtube kerap direkomendasikan sebagai saluran utama untuk distribusi konten. Dikutip dari wyzowl.com, 87 persen dari keseluruhan marketers yang menayangkan video di YouTube, 90 persen di antaranya menyatakan bahwa strategi ini efektif. Nah, berikut ide-ide konten yang bisa Anda coba untuk meningkatkan kesadaran merek.

Baca juga: Cara Mudah Maksimalkan YouTube Marketing

Explainer Video

Konten penjelasan singkat mengenai produk Anda akan sangat informatif untuk audiens. Seperti namanya, konten ini berisi tentang apa yang Anda jual. Misalnya, komposisi atau spesifikasi produk, manfaat apa yang didapatkan jika memiliki produk tersebut, keunggulan produk yang membedakannya dari produk lain. Video ini memiliki pesan yang padat dengan fokus pada memecahkan masalah yang dihadapi oleh audiens. Durasinya juga tidak terlalu lama, sehingga harus memiliki pembuka yang tepat untuk menarik perhatian audiens.

Tutorial

Tutorial adalah konten yang tidak kalah bermanfaat bagi audiens sehingga bisa membuat mereka lebih terhubung dengan brand Anda. Video tutorial biasanya berisi cara-cara atau tahapan menggunakan produk. Misalnya, pada produk skincare, Anda bisa membuat video tahapan rangkaian pemakaiannya dan bagaimana mengaplikasinnya sehingga hasilnya bisa maksimal.

Testimonial

Testimonial adalah konten yang bisa menarik minat konsumen yang potensial, serta meningkatkan loyalitas konsumen lama. Pada konten ini, Anda bisa menggunakan influencer untuk melakukan review product. Namun, Anda juga bisa memasukkan testimonial dari konsumen lain yang memang betul-betul merasakan manfaat dari produk Anda.

Baca juga: Kenali Content Marketing dan 5 Tipenya

Challenge

Challenge bisa jadi konten yang menarik agar audiens tertarik dengan produk Anda. Penggunaan atau penyebutan produk di dalam video akan menaikkan brand awareness. Terlebih jika video Anda berhasil viral dan ditonton oleh banyak orang. Selain itu, jenis konten seperti ini juga bisa membantu Anda untuk berinteraksi langsung dengan audiens. Anda bisa menantang audiens untuk melakukan challenge yang sama dan efek berantai dari tantangan Anda akan berjalan dengan sendirinya.  

Mini Web Series

Konten video tidak harus menyertakan produk atau layanan secara gamblang. Metode soft selling dalam pembuatan konten juga bisa Anda terapkan, yakni dengan membuat mini web series. Kisah yang menarik secara visual maupun emosional akan disambut hangat oleh penonton. Apalagi jika alur cerita yang disajikan relatable. Video semacam itu akan mudah disebarluaskan dan mudah diingat sehingga brand awareness juga akan meningkat.

Cara Mudah Maksimalkan YouTube Marketing

0

YouTube marketing adalah strategi pemasaran digital yang menggunakan YouTube sebagai platformnya. Cara ini dapat berpotensi efektif mengingat pengguna YouTube yang luas dan terus meningkat di Indonesia. We Are Social menyebutkan 150 juta penduduk di Indonesia aktif menggunakan media sosial dan YouTube menjadi yang paling banyak diakses, yakni sebesar 88 persen pada 2019. Tidak hanya itu, konten video sebagai suguhan utama YouTube juga disukai dan diminati oleh banyak kalangan.

Penggunaan YouTube sebagai media mempromosikan brand ataupun produk perlu dipertimbangkan secara serius. Disebut sebagai mesin pencari kedua setelah Google, YouTube akan bermanfaat bagi kemunculan brand atau produk dalam pencarian. YouTube bisa membantu meningkatkan SEO (Search  Engine Optimization). Lalu bagaimana cara memaksimalkan YouTube marketing? Berikut panduannya.

Baca juga: Kenali Content Marketing dan 5 Tipenya

Judul

Judul harus membuat kata kunci yang tepat dan relevan sehingga mudah ditemukan ketika dicari. Pada bagian ini, Anda bisa melakukan riset terkait kata kunci apa saya yang biasanya dicari sebelum memutuskan judul. Karena judul adalah bagian pertama yang akan dilihat dan dibaca, pastikan judul dibuat menarik sehingga audiens mau meng-klik. Hindari penggunaan judul yang menipu audiens. Hal tersebut dapat menurunkan kepercayaan audiens terhadap konten-konten Anda berikutnya.

Deskripsi

Deskripsi adalah bagian di mana Anda bisa menulis lebih detail terkait brand, baik untuk menjelaskan konten ataupun produk. Dikutip dari Hub Spot, YouTube hanya menampilkan dua hingga tiga baris pertama (sekitar 100 karakter) dari deskripsi video. Layaknya caption di instagram, bagian awal ini harus dibuat menarik untuk sehingga audiens mau membaca lebih lanjut. Informasi ataupun call to action di kolom deskripsi sebaiknya dikemas detail namun tetap mudah dipahami.

Tag

Kata kunci yang relevan akan memudahkan audiens untuk menemukan video Anda di YouTube. Tag khusus maupun umum perlu dipadukan agar selain dapat membedakan Anda dengan kompetitor, jangkauan pun jadi lebih luas. Pemilihan keyword sebaiknya berdasarkan riset  terlebih dahulu, kemudian sesuaikan dengan brand Anda. Tag yang baik akan mepertemukan video Anda dengan video-video lain yang serupa sehingga jangkauan menjadi lebih luas.

Baca juga: 5 Cara Manfaatkan SEO Instagram untuk Maksimalkan Pemasaran

Thumbnail

Selain judul, thumnail juga akan menjadi yang pertama dilihat oleh audiens. Thumnail adalah gambar yang Anda gunakan untuk mewakilkan isi video. Tujuannya tentu untuk menarik perhatian audiens sehingga mereka penasaran dan akhirnya meng-klik. Dalam pembuatannya, pastikan gambar Anda  memiliki kualitas yang bagu dan sudah menggunakan rasio gambar yang tepat.

Sebagai pebisnis online, penting untuk mengetahui dan mencoba beragam strategi pemasaran untuk nantinya dievaluasi. Menemukan strategi yang tepat memang tidak mudah, perlu percobaan berulang hingga akhirnya berhasil menemukan yang cocok. Jadi, tidak ada salahnya jika Digitizer mulai mencoba YouTube Marketing.

Kenali Content Marketing dan 5 Tipenya

Content marketing adalah bagian dari startegi pemasaran digital dalam membuat dan menyebarluaskan konten. Konten tersebut haruslah sesuai dengan brand, relevan, serta konsisten. Metode ini dinilai efektif untuk menaikkan brand awareness hingga membangun loyalitas konsumen terhadap brand.

Content marketing juga akan memudahkan konsumen atau calon konsumen untuk mengakses informasi yang benar terkait brand. Tidak fokus pada konten jualan saja, Anda juga bisa melakukan soft selling dengan konten yang menginspirasi, mengedukasi, atau bahkan menghibur. Kuncinya adalah konten memiliki nilai yang berharga sehingga audiens mau meluangkan waktunya untuk mencari tahu atau mengonsumsi konten tersebut.

Baca juga: Content Marketing, Mengapa Menjadi Hal Penting Dalam Online Shop?

Tipe Content Marketing

Foto dan Video

Anda bisa mengunggah foto ataupun video yang dapat menarik perhatian audiens di media sosial. Di Instagram misalnya, Anda bisa memanfaatkan fitur carousel atau slideshow foto untuk memperkaya format konten. Begitu pun dengan IGTV jika Anda ingin mengunggah video dengan durasi yang lebih panjang. YouTube juga sering digunakan para marketer sebagai media content marketing. Alasannya adalah karena YouTube mudah diakses serta memiliki pengguna yang banyak. Konten visual yang unik dan menarik akan lebih mudah dinikmati.

Infografik

Infografik adalah konten yang memudahkan pembaca menelaah isi pesan karena formatnya yang to the point, serta dilengkapi dengan sajian visual yang menarik mata. Dengan format ini, Anda bisa meraih perhatian audiens yang menyukai konten sederhana, cepat dipahami, dan tidak bertele-tele. Visual infografik pun biasanya tidak berlebihan sehingga pesan semakin jelas.

Podcast

Pendengar podcast di Indonesia memgalami kenaikan signifikan. Menurut salah satu platform streaming audio, Spotify, 20 persen penggunanya di Indonesia mendengarkan podcast setiap bulannya. Jumlah jam yang digunakan untuk mendengar podcast pun naik sepuluh kali lipat dalam setahun terakhir. Data tersebut menunjukkan bahwa podcast bisa menjadi content marketing yang juga berpotensi efektif. Konten berupa audio ini bisa beragam sesuai dengan kebutuhan brand.

Baca juga: Mengungkap Rahasia Social Media Marketing

Website atau blog

Dalam content marketing, Anda bisa membuat artikel yang informatif dan menarik di website atau blog. Optimasi SEO juga akan memperlancar kegiatan pemasaran digital satu ini sehingga berpeluang efektif untuk menyasar target audiens. Strategi SEO yang tepat membuat brand mudah ditemukan ketika dicari dan akan mengundang banyak traffic ke website atau blog. 

Email

Email digunakan oleh banyak orang dan disebut sebagai media yang tak kalah efektif untuk menarik perhatian target audiens ataupun para konsumen loyal. Dengan content marketing melalui email yang biasanya dikirim rutin, brand
jadi bisa membangun hubungan yang baik dengan target audiens. Dalam jangka panjang, ini juga akan berpengaruh pada loyalitas mereka.