Mindset copywriter perlu dipupuk agar memudahkan Anda dalam bekerja. Terutama jika Anda seorang penulis konten.Walaupun terdapat template dalam teknik copywriting, akan sia-sia jika tidak diimbangi mindset yang baik.

Template akan membuat tulisan Anda kaku dan juga ada masa kadaluarsanya. Hal ini tak berlaku dengan mindset.

Dengan adanya mindset ini, pengetahuan Anda tentang copywriting akan terus bertambah. Ini bisa Anda terapkan dimana pun seperti landing pages,  sales letter,  konten website,  iklan,  dan lainnya. Seperti apakah mindset yang diperlukan oleh seorang copywriter? 

Copywriting Bukan Hanya Untuk Penulis

Dulu orang berpikir bahwa media pemasaran hanya dengan tulisan. Oleh karena itu muncul kata copy “writing”.

Namun saat ini media pemasaran dan iklan beragam. Dapat berbentuk gambar,  video,  atau audio. Maka sebagai copywriter,  Anda memiliki tugas yang termasuk di dalamnya adalah membuat konsep gambar dan script untuk video. 

Ada hal terpenting jika Anda seorang copywriter. Pekerjaan ini membuat Anda perlu mendalami psikologi manusia. Bukan seorang psikolog atau psikiater. Akan tetapi,  tugas utama copywriter adalah membuat copy yang mampu “masuk” ke otak para konsumen. Benar?

Konsumen hanya Peduli pada Diri Sendiri

Pada dasarnya manusia memiliki keegosian dalam diri mereka. Sama halnya dengan para konsumen Anda. Mereka tidak akan memedulikan kisah atau sejarah toko Anda atau pendirinya. Dapat dipastikan jika Anda menulis sejarah dan pendiri di toko Anda, tak akan dibaca. Berikan informasi yang konsumen perlukan.

Sebagai seorang copywriter,  Anda harus mengetahui apa yang calon konsumen perlukan. Kemudian sediakan informasinya. 

Jika mereka merasa Anda adalah orang yang tepat,  barulah mereka peduli. Sekali lagi perlu diingat, para konsumen hanya peduli pada diri mereka sendiri. 

Lakukan penjualan seperti hanya pada 1 orang saja

Hal ini merupakan salah satu cara untuk membuat copywriting Anda dilirik. Jangan menjual kepada semua orang. 

Banyak produk ataupun jasa menggunakan target semua kalangan karena produk/jasa-nya ini dapat digunakan oleh semua orang. Penjual berharap dengan memilih target tersebut, banyak pembeli dengan berbagai kalangan. Alih-alih mendapatkan banyak pembeli,  copywriting yang digunakan tidak efektif sama sekali. 

Contohnya saja pada penjualan properti. Terdapat dua macam konsumen. Pertama, konsumen yang ingin membeli rumah. Kedua, konsumen yang ingin berinvestasi. 

Dua macam konsumen ini berbeda. Anda tidak bisa melakukan penjualan kepada keduanya sekaligus

Baca Juga: Tips Meningkatkan Performa SEO pada Artikel di Website

?Solusinya adalah buat buyer persona. Siapakah itu?  Buyer persona adalah perwakilan rata-rata dari customer ideal Anda. Siapakah yang paling mungkin untuk membeli produk atau jasa Anda,  itu yang dijadikan perwakilan sebagai buyer persona. 

Hal ini akan memudahkan Anda saat membuat landing page, iklan, maupun promosi yang lain.

Stop menjadi Robot

Seringkali kita selalu mengikuti EYD dalam penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan harapan, menulis berdasarkan EYD akan terlihat lebih mumpuni untuk pembuatan copywriting. Terlihat lebih profesional dengan istilah-istilah yang sulit dimengerti. 

Namun nyatanya penulisan kaku tidak sama dengan profesional. Apakah dalam keseharian kita harus berbicara sesuai EYD?

Penulisan yang santai bisa menjadi profesional. Oleh karena itu, gunakan bahasa yang sering konsumen Anda pakai. Berhenti untuk menciptakan kata yang asing. Penggunaan bahasa sehari-hari akan mempermudah Anda menulis sesuai target market yang dipilih. 

Nah, bagaimana Digitizer. Mudah, kan?