tiktok marketing

Apa yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar kata TikTok? Apakah jejaring sosial “murahan” atau justru potensial? TikTok pertama kali diluncurkan pada tahun 2016. Ini adalah platform gratis yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi video berdurasi pendek dan disertai musik, filter, atau fitur kreatif lainnya seperti klip komedi dan kutipan film untuk ditirukan.

Masuk dalam daftar aplikasi yang paling banyak diunduh, TikTok semakin populer di tengah pandemi dan peraturan pembatasan sosial. Total aplikasi ini diunduh di seluruh dunia bahkan mencapai dua miliar kali dengan sekitar 800 juta pengguna. Tak salah jika kini TikTok disebut sebagai salah satu strategi dalam digital marketing yang banyak dilirik atau sering juga disebut dengan TikTok marketing.

Baca juga: Mengungkap Rahasia Social Media Marketing

Apa itu TikTok marketing?

TikTok marketing adalah salah satu strategi dalam pemasaran digital yang menggunakan jejaring sosial TikTok sebagai media atau wadahnya. Dengan segala keunggulannya, baik dari segi komunitas pengguna maupun fitur yang ditawarkan, pelaku bisnis bisa mencoba memasarkan brand di sini. TikTok bahkan telah menyediakan TikTok for Business untuk memfasilitasi pelaku bisnis dengan memberikan wawasan statistik atau alat tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis seperti analisa keterlibatan dan performa terhadap audiens.

Salah satu brand yang sukses menggunakan TikTok adalah Red Bull. Dengan lebih dari 4.5 juta pengikut menempatkan Red Bull di antara brand terkenal lainnya di platform ini. Terkenal dengan konten yang kreatif, salah satu video dengan tagar #givesyouwings menarik perhatian dan telah ditonton lebih dari 417 juta kali. 

Dikutip dari Later, merek terkenal Guess juga pernah mempromosikan koleksi terbaru mereka di TikTok, yaitu Fall’18 Denim Fit. Guess mengajak serta audiens untuk mengubah tampilan mereka menggunakan denim Guess dengan iringan lagu I’m a Mess milik Bebe Rexha. Tantangan dengan tagar #InMyDenim tersebut telah menggaet lebih dari 5.500 video pengguna, 10.5 juta views, dan 14,3 persen engagement rate.

Baca juga: 3 Cara Manfaatkan TikTok untuk Strategi Marketing

Kelebihan TikTok

1. Audiens muda

Bagi brand dengan target audiens muda, TikTok adalah platform yang tepat, karena rata-rata usia penggunna aplikasi ini adalah di bawah 30 tahun atau sering juga disebut Gen Z. Dengan jutaan submission ke hashtag challenges di TikTok, mereka adalah brand ambassador yang efektif untuk mengembangkan brand awarness.

2. Fitur kreatif

Video berdurasi singkat di TikTok banyak disukai karena nilai kreatif dan relatibility-nya. Ini memungkinkan brand dan kreator untuk menampilkan konten yang tidak hanya otentik, namun juga menarik. Bahkan dengan sumber daya yang terbatas, konten TikTok tetap bisa mencuri perhatian.

3. User Generated Content

Meski USG bukanlah hal baru dalam pemasaran digital, TikTok menawarkan kesempatan agar brand dapat diiklankan oleh jutaan orang dan dilihat oleh jutaan koneksi mereka. Melalui hashtag challenge, Anda bisa mengajak audiens terlibat dan menghasilkan efek viral atau berantai yang menguntungkan brand.