Startup Public Relations Membangun Reputasi

Divisi hubungan masyarakat atau public relations (PR) biasanya berperan membangun reputasi startup melalui strategi komunikasi yang efektif, baik dari dalam maupun luar Startup yang bersangkutan.

Menurut Jojo S. Nugroho, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia, dalam beberapa kasus sering kali tim PR sebuah Perusahaan merasa kewalahan dengan beban tugas komunikasi yang padat.

Baca Juga : Tips Menaikan Rating Produk Di Lazada

Untuk itu, sebuah Perusahaan umumnya memerlukan bantuan mitra untuk mengelola komunikasi dan reputasi dengan pihak luar.  

Lantas dengan permasalahan tadi, kapan idealnya sebuah startup perlu mempertimbangkan adanya bantuan tim dari public relations luar?

Perusahaan rintisan atau startup juga membutuhkan peran agensi PR. Beberapa perusahaan besar seperti Google IndonesiaTraveloka, hingga Grab, kerap menggunakan jasa agensi PR sebagai pihak ketiga meski telah memiliki tim PR internal.

Urgensi di bidang komunikasi harus sejalan dengan bisnis di perusahaan. Kedua hal tersebut memiliki peran yang sama penting, meski dengan implementasi berbeda.

Baca Juga : Tips Jitu Optimasi Marketplace

Bisnis dan komunikasi dalam suatu perusahaan harus sama-sama berjalan selaras. Keduanya merupakan elemen penting dalam mewujudkan target dan visi perusahaan.

Tim PR punya tugas penting menciptakan reputasi dan kepercayaan perusahaan di mata masyarakat, serta membangun relasi yang baik antar pemangku kepentingan Perusahaan.

Baca Juga : Potensi Berkarier Di Dunia Industri Game

Dalam menggunakan jasa pihak ketiga dalam sebuah kerja sama, ada tiga hal yang perlu diperhatikan baik oleh tim PR internal maupun agensi:

  • Brief yang jelas,
  • Koordinasi yang berkelanjutan, dan
  • Chemistry antara kedua belah pihak.

Dalam menentukan mitra, seorang communication leader dalam perusahaan harus mampu memilah-milah mana fungsi pekerjaan yang hanya dapat dilakukan secara internal dan mana yang membutuhkan jasa mitra. Supaya kerja sama yang dilakukan jadi lebih efektif dibanding malah memperpanjang waktu koordinasi.

Kemampuan memahami pengetahuan produk juga tidak dalam sebagaimana yang dimiliki oleh PR internal. Dengan adanya pihak ketiga juga akan memperpanjang jalur koordinasi.

Baca Juga : Cara GO-JEK Mengelola 1 Juta Pengemudi Dengan 12 Engginer

Pada dasarnya agensi PR hanya dapat berperan secara terbatas, sesuai kebutuhan, dan arahan dari perusahaan pengguna jasa agensi.

  Salam Digitizers.