Digital Marketing

Internet menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia tanpa disadari. Indonesia sendiri juga merupakan negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak ketujuh di dunia yaitu di angka 58 juta orang. Itu lah sebabnya digital marketing sangat penting bagi penjualan sebuah produk di era ini. Tercatat bahwa sebanyak 61% pengguna internet global menggunakan internet untuk mencari dan berbelanja secara online. Jadi, pentingkah digital marketing dan akankah berkembang?

  1. Real-time data akan menguasai pasar

Barang yang ditawarkan secara online merupakan barang yang bisa anda beli saat itu juga. Calon pembeli lebih senang dengan metode seperti ini sehingga mereka lebih terpancing untuk membeli produk yang anda tawarkan. Terbukti dengan hasil statistik yang mencatat bahwa 44% calon pembeli online memulai berbelanja dengan menggunakan mesin pencari yang menyajikan data real-time.

  1. Intensitas penggunaan aplikasi yang meningkat

Waktu penggunaan aplikasi meningkat tajam hingga saat ini, di tahun 2017 saja tercatat bahwa rata-rata manusia menggunakan aplikasi selama 1,7 miliar jam selama setahun! Rata-rata pengguna smartphone menggunakan sedikitnya 30 aplikasi per bulan dengan jumlah penggunaan 10 aplikasi per hari.Hal tersebut membuktikan bahwa aplikasi menjadi peluang besar dalam digital marketing.

  1. Iklan yang viral lebih menarik perhatian

Iklan konvensioanal di televisi maupun radio masih berperan penting, namun hal tersebut memiliki beberapa kelemahan. Dibandingkan dengan iklan biasa, dunia digital menawarkan waktu dan kreativitas yang tidak berbatas. Sehingga, para penjual produk dapat menampilkan iklan yang menarik dan bisa menjadi viral dengan bantuan berbagai aplikasi yang ada. Dengan begitu, iklan anda akan lebih mudah diingat dan akan menarik pelanggan.

  1. “Digital money” menjadi kebutuhan sekarang dan masa depan

Uang elektronik menjadi andalan saat ini dan masa depan. Tanpa harus membawa uang, pembeli dapat melakukan transaksi apa saja, dimana saja, dan kapan saja. Kemudahan ini yang memanjakan para pengguna produk/jasa, alhasil mereka akan lebih tertarik berbelanja online. Hasil statistik juga menunjukkan bahwa 42.43% responden merasa terbantu dalam pengendalian biaya pengeluaran.

  1. Pemasaran akan berpusat pada data pengguna

Pemasaran juga dapat dilakukan dengan lebih mudah karena adanya data pengguna. Para penjual produk dapat menentukan target pasar dengan adanya data yang diunggah pengguna. Dengan begitu, strategi pemasaran dapat disesuaikan dengan calon pembeli.

  1. Aplikasi pesan instan menjadi senjata utama menjangkau pelanggan

Masyarakat  internet Indonesia lebih suka melakukan kegiatan belanja mereka di aplikasi pesan instan seperti grup BBM (27%), forum online seperti kaskus (26.6%) dan media sosial (26.4%) dibandingkan situs belanja online biasa (20%). Orang-orang lebih suka grup chatting karena lebih dipercaya dan mudah diakses, dan sederhana. Selain itu, melalui perpesanan instan, relasi antara penjual dan pembeli bisa lebih dekat.

  1. Merk sebagai penghubung

Sebuah brand menjadi penghubung antara pelanggan dan teknologi yang baru. Para produsen akan menampilkan terobosan baru untuk menjembatani pembeli dengan teknologi. Hal tersebut berfungsi untuk menarik minat pelanggan dan biasanya dilakukan melalui pemasaran digital.

Digital marketing masih akan terus berkembang hingga saat yang tak ditentukan. Mengingat teknologi yang terus berkembang, para pelaku bisnis harus sudah mulai mengadopsi sistem pemasaran ini. Dengan begitu, pelaku bisnis bisa menggaet pelanggan sebanyak-banyaknya dan terus berinovasi untuk menarik minat calon pembeli. Dari sisi pelanggan, mereka memiliki banyak opsi sehingga muncullah persaingan ekonomi yang sehat.

Baca Juga :

Web Developer Pemula Wajib Tahu Ini!

Kenali Fitur Terbaru Instagram 

Trend Digital Marketing 2018