chip implan pada manusia

Chip implan sudah cukup populer beberapa tahun akhir ini, sehingga banyak pro dan kontra. Namun, apakah Sobat Digitizer sudah mengetahui apa fungsi dari chip? Chip berfungsi sebagai otak komputer atau microprocessor yang memiliki 16 juta transistor dan jumlah tersebut belum termasuk komponen-komponen elektronika portable seperti handphone, laptop, MP3 player, tablet PC, konsol game portable, kamera digital dan peralatan elektronika yang dapat dibawa kemana-mana. Cara kerjanya juga mudah yaitu dengan mendekatkan anggota tubuh yang sudah ditanam chip ke alat pemindai, dengan mudahnya akses pun diberikan. Dapat membuka pintu rumah, menyalakan mobil, memasuki gedung ataupun membeli tiket kereta

Baca juga : Investasi Mudah Menggunakan Tokopedia Reksadana

Chip Implan Teknologi RFID

Chip menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) memiliki ukuran sebutir beras dan digunakan sebagai verifikasi untuk membuka pintu kantor yang terkunci. RFID memiliki dua bagian yaitu transponder dan detector, transponder berfungsi untuk mengirimkan data ke detector. Sedangkan detector fungsinya membaca sekaligus memodifikasi data di transponder. Fungsi transponder adalah salah satu anggota tubuh seperti profil pengguna, informasi pengguna, rekaman medis, serta informasi kontak.

Masyarakat Swedia

Pada tahun 2015, lebih dari 3.000 orang Swedia ditanami microchip di tangannya. Dengan chip semua kebutuhan sehari-hari dapat dibantu karena lebih efisien dan tidak memakan banyak tempat. SJ Rail Line, perusahaan kereta milik negara mulai menggunakan pemindai tangan untuk metode pembayaran pada tahun 2017.

Baca juga : Mengapa Apple Lebih Sukses di Bawah Tim Cook?

Resiko Chip Implan

Menurut Ben Libberton, seorang ahli mikrobiologi di Laboratorium MAX IV di Kota Lund, Swedia. Chip implan dapat disalahgunakan dan mampu merugikan penggunanya. Selain itu, bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti infeksi atau reaksi pada sistem imun tubuh. Semakin banyak data yang tersimpan dalam chip, semakin besar resikonya karena ukuran chip yang begitu kecil yang mampu melebur ke DNA manusia.

Di Swedia, beberapa perusahaan menawarkan secara gratis untuk menerapkan teknologi ini pada karyawannya dengan tujuannya agar membantu waktu yang digunakan lebih efisien.

Baca juga : Bagaimana Jika Cara Kerja CCTV Seperti Cara Kerja Otak Manusia?

Bagaimana pendapat Digitizer jika Indonesia menggunakan chip implan?