unicorn

Unicorn yang merupakan makhluk mitologi dan umumnya muncul di kartun anak-anak kini menyita perhatian warga Indonesia. Pasca debat capres yang diadakan beberapa hari lalu, istilah ini menjadi buah bibir masyarakat digital. Tahukah Anda tentang sebutan tersebut?

Baca Juga: Influencer Marketing Hub : Followers Berlimpah Bukan Segalanya

“Unicorn? Yang  online-online itu kan?”

Ya, betul sekali! Unicorn yang dimaksud dalam debat capres tersebut adalah perusahaan start-up yang memiliki nilai hingga US$ 1 miliar. Di Indonesia, perusahaan rintisan ini memiliki nilai sekitar 13.5 triliun Rupiah. Lalu mengapa hewan mitologis ini yang diadaptasi untuk sebuah julukan perusahaan yang berkembang pesat? Nama ini awalnya dimunculkan oleh seorang investor di Amerika Serikat pada tahun 2013. Lee mengadaptasi kelangkaan Unicorn yang merupakan seekor kuda bertanduk pada minimnya jumlah perusahaan yang memiliki nilai tinggi.  Oleh karena kesamaan itu, akhirnya perusahaan rintisan ini dijuluki dengan hewan mitologis asal Skotlandia tersebut.

Baca Juga: Apa itu Bisnis Affiliate Marketing?

Kategori Unicorn

Unicorn di Dunia

Hingga awal tahun 2019, terdapat 310 perusahaan swasta yang tersebar di seluruh dunia yang tergolong sebagai Unicorn. Sebanyak 112 start-up baru masuk dalam kategori perusahaan rintisan bernilai tinggi di tahun lalu. Jumlah ini meningkat sebanyak 58% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kategori terbesar untuk perusahaan rintisan ini dikuasai oleh Perangkat Lunak & Layanan Internet (sebanyak 24%), diikuti oleh E-Commerce (13%) dan Fintech (10%). Untuk kategori E-commerce, Airbnb memimpin dengan nilai US$29.3B. Sedangkan untuk Fintech, Stripe yang diluncurkan 8 tahun lalu menjadi the most valuable payments startup dengan nilai sekitar US$20B.

Secara global, Amerika serikat berada di peringkat pertama penyumbang Unicorn terbanyak di dunia dengan prosentase sebanyak 49%, jumlah ini meningkat 2% dibanding pada Agustus 2018. Posisi kedua ditempati oleh China yang mengalami penurunan sebanyak 4% dari jumlah awal 30%. Inggris dan India kemudian menyusul di posisi ketiga dan keempat dengan jumlah 17 dan 13 start-up.

Baca Juga: Marketplace Blanja.com Dari Bangsa Untuk Bangsa

Perusahaan rintisan berbasis internet ini terus berkembang diiringi dengan kemajuan teknologi yang pesat. Indonesia juga terus berpotensi menambah jumlah Unicorn di tahun ini sesuai dengan target pemerintah.