Strategi Merek

Gucci-LogoStrategi Merek – Sungguh menarik bukan, logo ini? Wanita mana yang tak ingin memiliki salah satu produk dari brand tersebut?

Saya yakin banyak wanita yang sangat senang apabila bisa mendapatkan hadiah dari orang-orang terkasih.

Bagi para pemasar, merek atau brand merupakan salah satu hal yang penting yang harus dimiliki dan dioptimalkan oleh suatu perusahaan, sebagai pembeda antara produk pesaing.

Pemasar perlu menyusun strategi merek sedemikian rupa sehingga mereknya dapat memiliki kesan dimata para konsumennya. Dan akhirnya Brand tersebut dapat memiliki representasi yang ada dibenak masyarakat.

LV-logoBukan hanya itu, merek juga menjadi alat komunikasi antara perusahaan dengan para konsumennya.

Merek-merek yang dibuat dan dibentuk tersebut bukan hanya sekedar sebagai nama dan pembeda dari yang lain.

Tapi lebih dari itu, merek tersebut merupakan janji dari perusahaan untuk para konsumennya untuk terus secara konsisten memberikan kualitas, jasa, keistimewaan, dan manfaat yang lebih bik, dan baik lagi.

BacaJuga: 4 Cara Menjadikan Semakin DiPuja Pelanggan

Nah, kemudian jika dikaitkan dengan contoh contoh merek yang saya sebutkan diatas apa ya? Apa strategi merek yang dilakukan oleh merek merek ternama tadi diranah media sosial ? 

Jika diperhatikan dari pemaparan diatas, dapat dilihat bahwa sedikit banyak, Produk LV (Louis Vuitton), Hermes, Gucci, dan masih banyak prooduk luxury yang lain, nampaknya tanpa mereka harus bersusah payah melakukan promosi, diskon sana-sini, pemberian gratis, mereka tetap saja dicari orang, dan memiliki berjubel pelanggan. Betul tidak?!

Bahkan untuk sebuah tas yang baru saja dilaunching, konsumen rela mengantri selama berhari-hari dan menghabiskan waktunya untuk mendapatkan tas branded yang diincarnya.

Jika dilihat secara mendetail juga, faktanya adalah bahwa merek-merek branded tersebut juga tidak melakukan banyak peluncuran iklan komersial, layaknya produk-produk fashion lainnya, mereka juga tidak menawarkan diskon secara habis-habisan kepada konsumen, bahkan bisa dibilang mereka bahkan sangat menolak jika adanya diskon.

Bahkan, juga dilansir dari sliclvmh.blogspot.co.id menyatakan bahwa strategi marketing komunikasi yang dimiliki perusahaan tersebut adalah menggunakan word of mouth, sebagai sarana advertisingnya.

Jika diistilahkan, memberikan diskon hukumnya adalah haram…hahaha – Strategi Merek

BacaJuga: Bagaimana Menyusun Digital Marketing Plan

Lalu begaimana bisa ya, banyak orang yang tetap saja mencari-cari serta berbondong-bondong memiliki tas luxury tersebut, walau mereka harus mengeluarkan kocek yang sangat banyak untuk itu.

Bagaimana bisa, semua orang sangat familiar dengan produk brand-brand tersebut. Bahkan hingga sampai menjamurnya tas-tas replika tas branded.

Sementara, ada beberapa brand lain yang mungkin sudah mati-matian melakukan segala cara agar produknya dapat dikenal oleh masyarakat dan berharap mengalami kenaikan profit,namun masih saja banyak mengalami masalah dan tak ada perkembangan?

Yeaah..mungkin itu yang dikatakan The Power Of Brand, yang didukung dengan konsistensi perusahaan tersebut untuk memberikan kualitas, janji dan keistimewaan kepada para konsumen.

Dan itu benar, namun baru-baru ini semakin berkembangnya alat komunikasi dan social media, mulai banyak brand-brand luxury tersebut yang juga menggunakan social media sebagai corong marketing komunikasi perusahaan tersebut.

Seperti beberapa waktu yang lalu ketika saya membahas tentang city branding yang bisa menggunakan social media. Nah, produk luxury ini nampaknya juga mengambil kekiniannya dari instagram ini. Karena mereka tahu, target segmentasi mereka juga merupakan pengguna instagram.

Jadi apabila terdapat seseorang yang menggunakan salah satu produk luxury tersebut, dan kemudian di tag ke akun instagramnya, maka secara tidak langsung maka ketika orang melihatnya, maka juga akan ikut penasaran terhadap produk tersebut.

Bisa dikatakan menambah brand awareness produk itu – Strategi Merek.

strategi merek
Akun Resmi Instagram Louis Vuitton

Namun, unik dan kreatifnya adalah yang mereka tonjolkan dalam akun instagramnya adalah bukan diskon, atau katalog koleksi tas-tasnya, namun mereka menjual life style nya.

Dalam akun instagram tersebut dengan jelas mereka mengunggah gaya-gaya busana bersama dengan produk-produknya. Mereka memamerkan gaya hidup yang mahal, mewah dan elegant.

Tujuannya agar apabila seseorang membeli dan memakai produk tersebut akan terlihat mewah, elegant, dan terpandang. contoh beberapa gambar galeri instagram milik beberapa brand luxury.

BacaJuga: 7 Langkah Mudah Menambah Follower Instagram Tanpa Harus Membelinya

Jika dilihat,pada sebenarnya penggunaan internet banyak sekali pemanfaatannya. Namun kembali lagi, tergantung dari setiap individu yang menggunakan dan dapat mengontrol semua aktivitas internet yang positif.

Jujur, saya sebagai mahluk kelahiran 90-an sungguh kagum dengan semua kecanggihan teknologi komunikasi saat ini, sebagai inovasi dalam hal marketing komunikasi.

Dahulu ketika saya dilahirkan, yang namanya gadget, HP, laptop dan kawan-kawannya merupakan benda superior yang mahal. Yaaa, mungkin baru sekitar tahun 2000-an mulai bermunculan gadget dan HP yang mana setiap tahun mengalami perkembangan, dan bisa dibilang baru sekitar tahun 2011-an saya benar-benar merasakan penggunaan alat komunikasi baru tersebut, dan ketika awal penggunaannya saya merasa benar-benar seperti budak anak gadget alay, yang kemana-mana membawa HP.

Keren dikit update status, cantik dikit foto, dan lain sebagainya. Ketika mengingat hal tersebut, rasanya lucu saja hahahaa.

Walau tak dapat dipungkiri kebiasaan tersebut sekarang sedang hits. Namun saya kira perlu dikurangi, dan perlu dipilah-pilah sedemikian rupa sehingga dapat sama-sama memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang yang ‘tak sengaja’ menikmatinya.

Mungkin cukup sekian sharing artikel kali ini, Happy Browsing, and be smart user!!

BacaJuga: Kumpulan Strategi Internet Marketing Untuk UKM Indonesia

Salam Digitizer,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.