Digital Marketing PlanApa bedanya strategi marketing secara offline dan online ? kalau boleh kasih masukan dalam tulisan ini saya akan bilang gak ada bedanya. Yang pasti memiliki pola pendekatan ke target market yang berbeda, tentu saja karena bagi kita yang bermain diranah online, akan bertemu dengan perilaku konsumen yang “online” juga. Yang tentunya ada perbedaan dalam mengirimkan manfaat produk atau jasa yang kita miliki ke mereka.

Saat kita memutuskan memakai jasa web development untuk membuat sebuah website profile untuk produk atau jasa yang kita punya, tentunya dengan harapan website ini bisa menjadi ujung tombak marketing yang menghasilkan penjualan. Mulai dengan platform website single page ataupun platfom Ecommerce yang saat ini lagi banyak diminati oleh para pemilik usaha terutama yang berskala usaha mikro kecil menengah (UMKM). Semuanya dan seharusnya bertujuan untuk menaikkan skala penjualan. Saat itulah secara langsung ataupun tidak, tanpa disadari pola strategi bisnisnya berubah dari marketing plan menjadi digital marketing plan. Meskipun secara fundamental pembahasan marketing masih kental disini, tapi mulai dikerucutkan ke target marketnya yaitu para pengguna jasa internet atau lebih sering disebut dengan para “Netizen”.

Jadi, bagaimana menyusun digital marketing plan? apa saja yang harus kita amati dan terapkan? berikut ini saya berikan gambaran sederhana dari apa yang pernah saya lakukan untuk toko perlengkapan studio fotografi yang saya miliki.

Website adalah sebuah asset penting dalam proses awal digital marketing plan

1.Digital Etalase

Digital etalase disini yang saya maksud adalah Website Profile atau website bisnis usaha yang kita punya. Kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan saat memutuskan akan men-development website mau menggunakan platform apa. Mau hanya web profile single page (satu halaman dan untuk mengexplorenya harus discroll kebawah) atau format ecommerce (online store).  Dimulai dengan memilih nama domain, menentukan kapasitas dari server hosting dan yang tidak kalah penting adalah design template dari web yang kita punyai. Setidaknya ini adalah pencerminan dari bisnis yang kita punya.

Tips: Pastikan saat men-develop website, diinfokan ke web masternya untuk menginstal ID dari Google Analytic agar setiap saat kita bisa pantau progress keseluruhan dari web yang kita punya, karena hal yang paling penting dari sebuah website adalah pengelolaan database pelanggan terutama terkait dengan ; Traffic, Visitor Behavior, dan Conversion Goal.

Baca Juga: Bagaimana WordPress Membantu Bisnis Kita

 

Daripada sekedar menjual, pilihlah untuk mengedukasi calon pelanggan

2. Content Management 

Saat ini sebuah blog berisikan informasi terstruktur dan berguna bagi pembacanya lebih bernilai tinggi bagi Google, dari pada mengoprek website hanya sekedar untuk mendapatkan peringkat di Google Search. Jadi, sebuah blog berisikan pengalaman, tips dan trik, tutorial, review produk atau apapun sebutannya asal informasi itu bertujuan memberikan sebuah solusi dari sebuah masalah, bisa jadi akan lebih dipilih oleh pembaca untuk terus diikuti perkembangannya. Dengan semakin banyaknya visitor yang senang dengan informasi dari web kita, tentunya akan memudahkan kita membangun data base pelanggan. Pada contoh toko online saya, saya dan team memberikan informasi berupa review produk, tips dan teknik fotografi digital yang materinya bisa berupa hasil foto, tulisan ataupun sekedar membuat video sederhana yang tujuannya memberikan wawasan ke calon pelanggan mengenai semua hal terkait perlengkapan studio fotografi. Dengan adanya landing page ini saya dan team secara tidak langsung akan memperolah basic data pelanggan yang tertarik atau minat dengan materi fotografi, dengan demikian kami bisa melakukan promosi secara langsung pada target yang tepat, yaitu pada target yang memang sedang membutuhkan perlengkapan fotografi.

Tips:  Dalam memberikan informasi jangan sekali sekali terkesan terus menerus mempromosikan produk kita, Saya lebih menyarankan untuk membuat landing page/blog terpisah dari web bisnis, agar tidak terkesan berpromosi langsung. kalau hal itu yang kita lakukan akan sangat berat untuk mendapatkan database calon pelanggan yang loyal, karena sudah pasti banyak pembaca yang tidak begitu suka dengan sistem direct selling atau hard sale apalagi jika hal tersebut dilakukan terus menerus.

Baca Juga : Membangun Toko Online Sukses Dengan 6 Langkah Mudah

SEO adalah faktor penting yang harus kita ketahui caranya

3. Search Engine Optimisation 

SEO, SEO, dan SEO. Ya selama kita masih membutuhkan jasa google, dan kita juga masih yakin pelanggan kita memiliki pemahaman yang sama terhadap google, dan juga selama google masih hidup dengan search engine nya, maka Taktik Search Engine Optimisation tidak akan pernah mati. Mungkin akan terus mengalami perubahan karena Google terus melakukan inovasi dalam systemnya, tapi yang pasti tidak akan pernah mati. Karena itu, dalam digital marketing plan mau tidak mau kita harus bisa memahami proses SEO. Taktik SEO yang paling mudah, tidak harus mengoprek website dan yang paling penting paling konsisten saya lakukan adalah :

  • Memberikan Informasi Bermanfaat bagi calon pelanggan
  • Membangun Networking dengan Blog yang memiliki page rank tinggi
  • Search Engine Marketing

Tips: Sering seringlah menanam link url dari web bisnis kita di blog yang memiliki traffic tinggi, bisa dengan bekerja sama saling menukar link, atau kita bisa menjadi kontributor Artikel di blog tersebut, SEperti yang sedang saya lakukan sekarang di blog infodigimarket.com ini  

Baca Juga: Tips Menulis Artikel SEO Friendly

 

digital marketing strategy
Strategi yang tepat dalam mengelola social media akan sangat berpengaruh terhadap hasil digital marketing plan

4. Social Media Marketing

Fungsi dari social media dalam digital marketing plan menurut saya lebih ke faktor supporting. Jika sebuah tujuan promosi itu dibagi menjadi 3 Bagian, dimana ada Marketing – Selling – Branding. Saya lebih memilih fungsi social media ada dibagian marketing, karena itu kita menyebutnya social media marketing dan bukan social media selling ehehehe :). Sayangnya saya sering melihat banyak yang menggunakan fungsi social media lebih kearah selling, bisa jadi hal ini dipilih karena faktor efisien nya dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan saat membangun sebuah web bisnis. Pembeda yang paling jelas dari aktifitas ini adalah, social media marketing dilakukan untuk mencipkan demand atau permintaan, dan bukan untuk menciptakan penjualan. Bagaimana menurut kalian jika demand atau permintaan dari produk yang kita punya berlangsung terus tanpa henti ? tentunya akan memudahkan kita untuk melakukan penjualan. Karena hal ini bersifat jangka panjang.

Tips: Dalam social media, jadilah seorang kawan yang selalu ingin membantu dan memberikan hal yang positif bagi kawan kawan kita yang sudah tergabung dalam platform social media yang sama dengan kita.

Baca Juga: 7 Kesalahan Strategi Social Media Dalam Dunia Bisnis 

Resume dari artikel ini adalah, proses digital marketing plan sebenarnya memiliki fungsi sama dengan marketing plan. Meskipun memiliki nama nama yang berbeda tapi tujuan yang ingin dicapai adalah sama yaitu untuk meningkatkan penjualan secara jangka panjang terhadapa bisnis yang kita miliki. Bagaimana menurut kalian ? adakah yang sekiranya tidak bisa dipahami ataupun dilakukan ? Saya sangat senang sekali untuk bisa berdiskusi disini, silahkan tuliskan dikolom komentar ya.

Salam Digitizer,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here