Di era teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, industri aplikasi
dapat dikembangkan dan merupakan bisnis yang menjanjikan. Memang,
membutuhkan kejelian dan ketekunan yang tinggi untuk bisa berhasil dalam
usaha bidang aplikasi.

Baca Juga : Investasi kekinian bantu negara 

Contoh yang paling nyata saat ini adalah GoJek. Aplikasi di bidang transportasi ini dimulai tahun 2011 dengan sistem sederhana, yaitu layanan pemesanan ojek lewat SMS dan telepon. Kemudian tahun 2015, setelah smartphone semakin marak digunakan, aplikasi pemesanan ojek ini juga semakin berkembang. Tidak lagi memesan ojek lewat SMS atau telepon, namun lewat sebuah program yang semakin mudah.

GoJek menciptakan cara baru dalam berbisnis. Pelanggan lebih mudah
untuk memesan layanan ojek. Sementara tukang ojek tidak perlu lagi mangkal
di sembarang tempat. Tidak perlu ada tawar-menawar harga karena harga
sudah ditetapkan. Demikian juga dengan semakin banyaknya toko online yang bermunculan seperti traveloka, tokopedia, shoppe, lazada, dan lainya.

Bagaimanakah prospek bisnis aplikasi?
Bisnis Aplikasi, Masih berpeluang!
sebanyak 259 Juta Penduduk Indonesia. 88,1 Juta adalah pengguna internet aktif dan 66 Juta ada pangsar online yang menjanjikan menurut data dari Bekraf pada akhir tahun 2016 muncul perusahaan startup dari Indonesia yang mendapat pendanaan dari investor sebesar 130-160 Miliyar.

Sedangkan keuntungan rata rata yang diperoleh perusahaan startup e commerce ternama diraih hingga 1.740 Triliun pertahun. tak hanya itu jika bicara tentang pesaing, pengusaha di Indonesia masih sedikit apalagi pengusaha aplikasi atau bisnis digital hanya 1,65 persen dari total penduduk 259 Juta.

Baca Juga : Begini cara laporkan penipuan online!

Jika anda memutuskan untuk menjadi pengusaha di dunia aplikasi atau dunia digital anda juga turut menyukseskan visi presiden RI Bpk.Jokowi yakni “Indonesia sebagai The Digital Energy Of Asia”