Penyebab Naik Turunnya Harga Saham

Penyebab Naik Turunnya Harga Saham – Naik dan turunnya harga saham memang menjadi hal lumrah. Adanya permintaan dan ketersediaan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi. Harga saham sesekali dapat turun drastis namun tidak menutup kemungkinan dapat naik secara signifikan. Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga saham, faktor apa saja yang dapat mempengaruhi harga saham? Berikut penjelasannya.

Baca Juga : Trik Ecommerce Dalam Meningkatkan Penjualan

Penyebab Naik Turunnya Harga Saham

Aksi korporasi perusahaan

Aksi korporasi yang dimaksud disini berbentuk kebijakan yang diambil jajaran manajemen dari perusahaan. Contoh dari aksi korporasi adalah terjadinya akuisisi, merger, right issue atau divestasi.

Kebijakan-kebijakan fundamental tersebut secara otomatis akan mempengaruhi harga saham di bursa. Sebagai contoh, PT X memutuskan untuk melakukan akuisisi terhadap PT Y. berita tersebut akan menimbulkan sejumlah spekulasi sehingga para pemain saham menganggap bahwa PT X memiliki posisi lebih kuat daripada PT Y. Efek yang timbul yakni harga saham PT X akan mengalami kenaikan.

Kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi harga saham meskipun kebijakan itu masih dalam tahap wacana dan belum terealisasi. Banyak contoh dari kebijakan pemerintah yang menimbulkan volatilitas harga saham, seperti kebijakan ekspor impor, kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan penamaan modal asing (PMA) dan lain sebagainya.

Pemain saham tipe trader biasanya sangat peka terhadap isu sensitif seperti ini untuk mengambil keuntungan dengan melakukan spekulasi dalam aksi ambil untung trading harian.

Baca Juga : Verifikasi Rekening Bank Untuk Pembayaran Google Adsense

Fluktasi kurs rupiah terhadap Mata uang asing

Kurs rupiah terhadap mata uang asing sering kali menjadi penyebab naik turunnya harga saham di bursa. Konsekuensi dari fluktasi kurs tersebut bisa berdampak positif ataupun negatif bagi beberapa perusahaan khususnya yang memiliki beban utang mata uang asing.
Apabila kurs rupiah melemah maka akan berdampak pada perusahaan importir atau perusahaan yang memiliki beban utang mata uang asing akan dirugikan. Oleh sebab itu maka akan berakibat pada peningkatan biaya operasional dan secara otomastis mengakibatkan turunnya harga saham yang ditawarkan.

Rumor dan sentimen pasar

Pada pasar saham sangat rawan akan info-info manipulatif, berita ataupun rumor. Bahkan kenaikan dan penurunan harga saham juga dapat dipengaruhi oleh isu yang beredar. Misalnya, seorang CEO atau direksi sebuah perusahaan membuat pernyataan yang negatif atau positif, secara otomatis harga saham perusahaan tersebut akan dapat terkoreksi baik naik maupun turun secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, para analis sering kali menjadikan faktor ini sebagai pertimbangan tertentu sebelum memutuskan untuk mengambil saham tersebut.

Baca Juga : Ambang Batas Pembayaran Google AdSense

Manipulasi pasar

Manipulasi pasar juga kerap menjadi penyebab naik turunnya harga saham. Bagaimana bisa terjadi? Manipulasi pasar biasanya dilakukan oleh investor-investor berpengalaman dan bermodal besar dengan memanfaatkan media massa untuk memanipulasi kondisi tertentu demi tujuan mereka baik menurunkan maupun meningkatkan harga saham.
Namun, faktor manipulasi pasar ini biasanya tidak bertahan lama. Karena perusahaan masih memiliki aspek-aspen fundamental yang terekam didalam laporan keuangannya yang bisa digunakan untuk mengembalikan harga saham ke kondisi sebelumnya.
Itulah beberapa faktor penyebab naik dan turunnya harga saham. Sebagai investor atau pemain saham sangat penting untuk terus memantau pergerakan harga saham serta mencermati berbagai informasi dari perusahaan – perusahaan yang sahamnya sedang anda pegang.

Salam Digitizer,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.