LINE akan Memberikan Para User Cryptocurrency untuk Pembelian Stiker dan Webtoon – Aplikasi messenger asal Jepang, LINE, telah merilis cryptocurrency (Mata Uang Kripto) sendiri untuk menarik para pengguna aktif, dikutip TechCrunch. Token ini diberi nama Link, dan LINE menghindari initial coin offering atau penawaran koin perdana yang biasa dilakukan untuk tujuan “crowdfunding” (dan biasanya malah dijadikan ajang penipuan), dan malah memberikan token tersebut secara cuma-cuma untuk para pengguna saat mereka telah melengkapi “misi” tertentu.

LINE akan Memberikan Para User Cryptocurrency untuk Pembelian Stiker dan Webtoon

LINE memaparkan bahwa token ini bisa dijadikan alat pembayaran saat transaksi stiker, webtoon, maupun aplikasi layanan yang lainnya. Link dikabarkan telah terhubung dengan aplikasi transaksi Cryptocurrency sendiri yang telah dirilis di bulan Juni lalu, Bitbox. Dengan 800 juta token untuk para user sebagai sistem reward, LINE berharap akan menarik akan lebih banyak pengguna walaupun mereka tengah berusaha untuk menjaga 200 juta pengguna.

 

Baca juga : Instagram akan Luncurkan Tab Shopping di Halaman Explore

 

LINE kini tengah dilanda masalah di negara asal mereka, Jepang. Mereka kini tengah menunggu persetujuan dari pihak yang berwenang baik tentang transaksi Cryptocurrency maupun kurs digital mereka sendiri. Bitbox kini sedang tidak tersedia di Amerika Serikat atau Japang. Ketika LINK nanti diluncurkan di berbagai belahan dunia, pengguna di Jepang akan mendapatkan poin virtual dalam aplikasi dimana mereka bisa menggunakannya untuk membeli saat fitur Cryptocurrency sudah tersedia nanti.

LINE akan Memberikan Para User Cryptocurrency untuk Pembelian Stiker dan Webtoon
Stiker LINE. Sumber : LINE

ICO (initial coin offering) kini telah diberikan peraturan keras dari Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commision (CTFC) akhir-akhir ini. Beberapa perusahaan telah berusaha untuk menghindari kegiatan apapun yang berkaitan dengan penipuan dan membangun entusiasme pelanggan dengan memberikan digital melalui token yang didukung aset dengan “hadiah” yang konkrit.

 

Baca juga :

Kelemahan Xpander Jadikan Peluang Bagi “Aftermarket”
Path Resmi Tutup Oktober 2018, Ini Cara Simpan Kenangan sebelum Hilang

 

Dalam beberapa tahun ini, jumlah pengguna aktif dari perusahaan terbesar milik LINE telah terperosok. Rival mereka kini adalah WhatsApp, WeChat, dan Facebook Messenger.

 

Cryptocurrency telah mengubah gelombang untuk produk-produk yang kini tengah “berumur” dan menyatu dengan rasa “nostalgia”, mungkin akan berhasil. Namun, setelah adanya penurunan harga koin digital dan sejumlah peraturan terkait ICO dari SEC, LINE mulai tenggelam.