Digital Marketing – Saat melakukan perjalanan bisnis ke Jakarta, dipesawat saya ambil koran Kompas, jarang banget sich baca koran di pesawat lebih sukanya baca buku. Bukan karena apa apa sich, cuma males buka halaman per halaman saja. Dibagian ekonomi saya membaca judul artikel yang jelas jelas menarik buat saya. “UMKM Perlu Serap Digital” bahkan di bagian prolog sudah dicantumkan Statement dari Dirut BRI Asmawi Syam bahwa “Adaptasi akan mendorong bisnis sektor Usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap berkelanjutan. “Saat ini, bisnis sudah mulai bergeser dengan menggunakan teknologi digital. UMKM harus mulai mengadopsi teknologi digital karena memang pasar sudah bergeser kearah sana” (Sumber Kompas , Selasa, 26/01/16). Nah, apakah memang benar market sudah bergeser ke ranah digital ? Dan apakah memang benar UMKM wajib mengadopsi Digital Marketing ? 

digital marketing
Untuk meningkatkan awareness UMKM wajib mengadopsi digital marketing

Baca Juga : Perkembangan Usaha Kecil dan Peran Perbankan Dalam Mendorong Pertumbuhannya

Tidak perlu saya jelaskan kembali bagaimana UMKM ini menjadi pahlawan dalam setiap sejarah krisis ekonomi yang terjadi dinegara kita. Mulai dari krisis ekonomi tahun 1998 dan terakhir di 2015 kemaren (kalau bisa dikatakan sebagai krisis ekonomi juga). Posisi UMKM selalu menempati posisi paling aman dari segi pertumbuhan usahanya. Dimana hampir segala sektor usaha mengalami perlambatan bahkan ada yang mengalami penurunan, tapi tidak untuk para UMKM ini. Mereka dengan sangat antusias menikmati pertumbuhan usahanya. Apalagi saat ini disokong dengan beberapa paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan pemerintah untu mendukung pertumbuhan dari sektor UMKM ini.

Kembali ke pertanyaan, apakah memang benar market sudah bergeser ke ranah digital ? kalau menurut saya pribadi jawabnya adalah Wajib, karena memang kondisi saat ini menuntut kita untuk mulai membagi fokus market kedalam dua ranah besar yaitu ranah Offline dan ranah Online. Dari data pengguna internet yang ditampilkan dari infografis berikut, menunjukkan bahwa Pengguna Internet di Indonesia sebesar 82 Juta pengguna aktif tentunya adalah pasar yang sangat potensial mengingat jumlah ini tidak berhenti tapi terus bergerak keatas.

Untuk itulah UMKM wajib mengadopsi Digital Marketing dalam setiap rencana rencana bisnisnya. Seoptimal mungkin market yang mulai tumbuh ini seharusnya mulai di jamah. Jangan sampai malah dieksploitasi para taipan taipan besar atau bahkan investor investor asing yang meng-atasnamakan inovasi malah akhirnya mengorbankan para pelaku usaha kecil yang sebenarnya malah harus dibina dengan baik oleh pemerintah ataupun swasta.

Beberapa hal yang harusnya jadi perhatian adalah, para UMKM ini sudah sangat mandiri dalam memproduksi produk-produk yang berkualitas berstandart export, sayangnya mereka masih berkutat dalam tempat yang sama, tidak ada panduan untuk menunjukkan bahwa mereka bisa menjamah pasar yang lebih luas. Tak bisa dipungkiri kadang kendala itu muncul dari tingkat pemahaman para UMKM ini atas proses digital marketing yang masih rendah.

Selain itu, ada juga berita “negatif” terkait proses UMKM wajib mengadopsi digital marketing, dimana beberapa infrastruktur yang terkait jaringan internet dinegara kita dibandingkan dengan negara lain terutama jika dibandingkan dengan anggota ASEAN (MEA) masih lambat jika dibandingkan dengan jumah pengguna aktifnya. Dari 10 anggota ASEAN Indonesia menempati urutan ke-7 untuk rata kecepatan internetnya dengan angka 7,6Mbps. Bagaimana dengan kalian, apa sudah pernah merasakan kecepatan internet diatas 7Mbps ?

Baca Juga: Speedtest Paket Internet XL 3G 

digital marketing
Kecepatan Internet Di Asean – Image From CRMS

Tapi hal ini tentunya akan terus menjadi perhatian pemerintah, karena seharusnya dukungan penuh memang ditujukan bagi sektor sektor yang memberikan kontribusi positif, dan bukan malah dijadikan alasan untuk membuat para pelaku UMKM wajib mengadopsi digital marketing ini berhenti dan jalan ditempat.

Bagaimana pendapat kalian ? apakah mendukung UMKM wajib mengadopsi digital marketing atau malah sebaliknya. Silahkan sampaikan pendapatnya di bagian komentar dan semoga diskusi kecil kita ini memberikan inputan positif bagi pembagunan bangsa di terutama di sektor ekonomi.

Salam Digitizer,




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.