Guerrilla marketing atau disebut pemasaran gerilya merupakan strategi pemasaran kreatif dengan biaya rendah dan non konvensional. Pastinya dengan hasil maksimal. Strategi ini didesain untuk perusahaan skala kecil dalam bersaing dengan kompetitor berdana besar. Oleh karena itu, diperlukan kreatifitas dan benar-benar memahami target konsumen.

Jay Conrad Levinson merupakan orang yang pertama kali menciptakan istilah tersebut. Istilah itu terinspirasi dari perang gerilya yang ia sampaikan di bukunya ‘Guerilla Advertising’. 

Guerilla marketing ini dapat digunakan sebagai strategi pemasaran di media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lain-lain. Berikut tipsnya. 

Membutuhkan Komunitas 

Anda setidaknya butuh komunitas yang sesuai dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.  

Jika belum punya, cari dan bangun komunitas Anda dengan media sosial. Kemudian pelajari dan pahami apa yang mereka suka.

Baca Juga: Apa itu “Manajemen Bisnis Digital” ?

Berpikir Outside the Box

Nathan Dube, seorang pakar marketing mengatakan ‘Guerilla marketing merupakan kombinasi musik, misteri, seni, kultur, humor, dan dinamika sosial yang berfungsi sebagai promosi penjualan. Tetapi tidak terlihat seperti promosi penjualan’. 

Karena itu,  berpikir secara out of the box merupakan salah satu hal penting dalam menjalan strategi ini.

Melakukan Flash Mob

Flash Mob adalah salah satu bentuk teater jalan yang dilakukan secara mendadak. Pastinya Anda harus menyiapkan dokumentasi. Sehingga video flash mob ini dapat diunggah di media sosial. Semakin menarik falsh mob yang Anda sajikan, semakin ramai penyebarannya.

Buat Proses Transaksi lebih Mudah

Pembeli adalah Raja. Biasanya konsumen tak mau dibuat repot saat melakukan transaksi pembelian. Buatlah ide seperti tambahan yang menarik. Sehingga adanya konsep guirella marketing dapat diterapkan. Yang susah dan merepotkan menjadi lebih mudah.

Bersiap untuk Keluhan 

Saat Anda sudah memasarkan produk atau jasa melalui media sosial, berarti Anda siap dengan keluhan. Kritikan demi kritikan akan Anda dapatkan. 

Hal ini jangan dibuat beban. Tetapi gunakan sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas produk Anda.

Update Hal Baru

Media sosial akan berubah sepanjang waktu. Anda diharuskan untuk selalu mengikuti trend. Mulai dari taktik dan strategi mendekatkan hubungan Anda dengan follower, riset selera pasar, atau strategi lain. 

Baca Juga: Menyusun Strategi Pemasaran Untuk Startup Pemula

Contoh Kampanye Konsep Guerilla Marketing

UNICEF Finland “Be A Mom for a Moment”

Kampanye ini ingin menyebarluaskan kesadaran akan hak asasi anak-anak. Dengan menempatkan beberapa keranjang bayi di tempat yang sering dilalui orang.

Selain itu, keranjang tersebut diberi suara tangisan bayi. Jika seseorang datang mengecek keranjang tersebut, akan ditemukan “Terima kasih sudah peduli. Kami berharap ada banyak orang yang peduli seperti Anda. UNICEF – Be a mom for a moment’”.

Kereta Api Indonesia 

KAI juga pernah menggunakan konsep guerrilla marketing. Untuk menyebarkan kesadaran mengenai bahaya melintasi gerbang pembatas rel kereta, KAI mengubah gerbang pembatas dengan bentuk pisau yang bertulis “Jangan Nekat Kalau Mau Selamat”. Alhasil, banyak pengendara yang memilih untuk menunggu kereta dengan sabar.

Guerrilla Marketing dikatakan berhasil apabila iklan dibuat tidak hanya mengesankan, tapi dapat disebar ke berbagai media. Pastinya inti pesan yang disampaikan iklan tersebut diingat dalam benak konsumen.