Copywriting merupakan salah hal yang tak boleh disepelekan dalam digital marketing. Mengapa? Karena akan terasa percuma jika Anda susah payah membuat konten yang menarik, tapi copywriting kurang greget. Hasilnya, konten yang disajikan tak dihiraukan oleh pengunjung. Ditambah lagi, era digital ini dipenuhi dengan generasi Z yang lalu lalang di media sosial. Jika copywriting yang Anda buat kurang “nendang” akan mereka abaikan.

Hal ini juga berlaku pada konsumen Anda. Jika pilihan copywriting yang Anda sajikan kurang greget, tak akan dibaca.

Nah, bagaimana jika Anda seorang pemula di dunia copywriting? Tak perlu khawatir, berikut informasi 4 tips copywriting untuk pemula.

Buat Headline yang membuat orang penasaran

Generasi muda saat ini telah mengisi semua jenis media sosial. Oleh karena itu,  pastikan untuk mempelajari tulisan yang sedang trend. Sebagai copywriter, Anda harus bisa menghidupkan rasa penasaran. Buatlah headline yang unik. Namun, pastikan konten dan judul yang Anda buat berkaitan. 

Baca Juga: Mengenal Istilah MVP Dalam Proses Pembuatan Startup

Headline yang baik dan unik adalah headline yang dapat membuat pembaca penasaran. Terbaca jelas dan mudah dimengerti. Contohnya saja “Ingin jadi Youtuber Hits? Begini Caranya”. Akan terasa berbeda jika hanya tertulis “Cara Menjadi Youtuber Terkenal”.

Pahami Karakteristik Audiens

Penting bagi Anda untuk melakukan riset mengenai audiens konten Anda. Hal ini nantinya akan mempengaruhi gaya bahasa yang akan digunakan. Tak mungkin kan jika audiens Anda adalah para peneliti tapi headline yang Anda buat mencerminkan kisah vlogger muda saat ini seperti daily activities atau semacamnya. Tentunya tidak akan menemukan kecocokan. 

Maka perlu adanya riset audiens agar memudahkan Anda menarik mereka. Dengan memetakan audiens sebelum penulisan, Anda bisa suguhkan tulisan yang layak baca.

Tonjolkan Fitur Manfaatnya

Untuk menarik pengunjung memahami konten atau produk yang Anda jual, pastikan tonjolkan manfaatnya. Pembeli atau pengunjung pastinya mencari manfaat yang mereka dapat jika membeli produk Anda.

Maka jangan pernah lupa untuk mencantumkan manfaat produk atau jasa Anda dalam copywriting.

Baca Juga: Pentingnya Blog Bagi Sebuah Bisnis

Terapkan Strategi AIDA

Apakah strategi AIDA itu? AIDA merupakan teori yang biasanya digunakan dalam proses penjualan. 

Kenapa bisa berhubungan dengan copywriting? Tentu saja bisa. Copywriting sendiri merupakan cara halus atau soft selling dalam berjualan. Sebab itu, sebagai copywiter Anda harus menarik perhatian pembaca atau pengunjung agar melakukan tindakan membeli. 

AIDA ini terdiri dari Attention, Interest, Desire, dan Action.

Attention merupakan tahap dimana Anda membangun kesadaran pembaca akan konten dan produk Anda. Berikutnya adalah Interest. Dalam proses ini, Anda dituntut untuk membuat pembaca atau calon pembeli tertarik dengan produk Anda. Masukkan sedikit informasi tentang produk yang dijual. Selanjutnya adalah Desire. Anda harus meyakinkan pembaca bahwa produk yang dijual merupakan kebutuhan. Terakhir adalah Action. Biasanya Call To Action berperan di sini. Di tahap ini pembaca atau calon pembeli melakukan tindakan. Baik membeli produk atau memberikan komentar pada konten yang dibuat.

Adakalanya semua tak bisa instan. Anda harus melatih skill copywriting agar maksimal. Pastinya jangan mudah menyerah dalam melatihnya ya, Digitizer!