Spotify lagi Menyiapkan Fitur Skip-Ad untuk Pengguna Free!

Iklan Spotify yang berada di tengah lagu sering membuat para pengguna hengkang dari Spotify dan pindah ke aplikasi lain. Kini, Spotify dikabarkan tengah menguji fitur baru dimana para pengguna free bisa melewatkan iklan (skip-ad) secara penuh!

Spotify lagi Menyiapkan Fitur Skip-Ad untuk Pengguna Free!

Spotify mulai menguji fitur baru tersebut dari 2 Juli lalu untuk inisiatif Active Media terbaru. Spotify ingin menciptakan user experience terbaik. Active Media ini merupakan solusi win-win baik untuk para pengguna dan advertisers. Walaupun Active Media kini hanya fokus pada produksi video untuk pengiklanan, Spotify ingin membuat inovasi untuk Active Media pada iklan lewat audio. Menurut laporan Billboard, fitur terbaru ini akan membuat pengguna, baik gratis maupun bebayar, untuk mendengarkan iklan ataupun melewatkan iklan tersebut diantara lagu. Jadi, setelah sang pengguna mendengarkan lagu, iklan akan keluar dan para pengguna bisa memilih untuk mendengarkan iklan tersebut atau tidak.

Fitur ini akan membantu para advertisers untuk mengetahui konsumen lebih jauh. Mereka akan lebih mengetahui konsumen dan lebih memilih iklan-iklan yang lebih akan diketahui konsumen tersebut. Fitur ini sama saja seperti fitur Discover Weekly, yakni playlist rekomendasi yang dibuat oleh Spotify untuk para konsumen berdasarkan lagu-lagu yang telah didengarkan para konsumen.

 

Spotify lagi Menyiapkan Fitur Skip-Ad untuk Pengguna Free!
Kantor Spotify di NYC. Sumber : Spotify Newsroom

Pemasangan iklan inovatif yang dilakukan Spotify untuk para pendengar gratis adalah dengan beberapa format berikut :

  • Audio-ad : sebuah platform dengan format audio, lengkap dengan cover art saat iklan tersebut muncul, dan terdapat spanduk yang bisa diklik.
  • Display : iklan berbentuk leaderboard yang akan disajikan ketika sang pengguna sedang menggunakan Spotify.
  • Homepage Takeover : menggunakan Homepage Spotify seharian untuk iklan tersebut.
  • Branded Playlist : playlist yang dikurasi, lengkap dengan logo perusahaan, teks yang bisa dipersonalisasi dan link untuk menuju kampanye.
  • Sponsored session : para pengguna gratis bisa memilih untuk melihat video iklan perusahaan dan sebagai gantinya, para pengguna bisa menikmati tiga puluh menit bebas iklan
  • Video Takeover : menggunakan video diantara lagu sebagai iklan
  • Advertiser Page : sebuah situs mikro yang diintegrasikan pada sebuah player Spotify. Perusahaan bisa memasukkan konten yang ada dalam situs perusahaan, seperti video, gambar, dan sebagainya.

Sebenarnya, fitur iklan dalam media digital bukanlah hal yang baru. Perusahaan besar seperti Google, Yahoo, dan Facebook yang menggunakan layanan mereka gratis untuk siapapun namun menjualkan iklan. Spotify pun mengikuti jejak ini dalam bentuk “langganan”. Saat Spotify muncul, sebenarnya, Pandora sudah mendahului dalam streaming musik dan dianggap orang sebagai “radio masa depan”. Pandora maupun Spotify menawarkan opsi langganan bebayar, namun Spotify menawarkan semua musik dan Pandora hanya menawarkan playlist dengan gaya radio dimana para penggunanya diberikan kesempatan skip lagu dengan sangat sedikit. Menurut Wired, dengan adanya fitur iklan, para perusahaan bisa mendongkrak untuk hingga sepuluh persen.

 

Mari kita kembali pada fitur skip iklan tadi. Sayangnya, fitur ini telah diluncurkan hanya di Australia. Mereka telah meluncurkan inisiasi Be Heard dimana para agensi-agensi kreatif seperti Cummins & Partners Sydney, maupun Isobar Sydney untuk memberikan inovasi audio advertising dengan fitur terbaru mereka.

 

Semoga saja fitur ini akan tiba di Indonesia, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.