Diawali dari pengen beli barang, tapi pengen dapet yang paling murah tanpa harus keluar rumah, kasak kusuk browsing sana sini akhirnya dapet juga yg harganya lumayan ‘miring’, ujung2nya ketagihan belanja online, pernah gak ?

Hampir tiap hari lihat-lihat lapak orang, facebook page orang, kok kayaknya gampang bener yah jualan online, pengen cobain juga ahh, jadinya mulai coba ikut jualan … tapi kok, ngga ada yang beli ya..like nya juga dikit.. kenapa ya? Pernah nggak ngalamin yang seperti itu? padahal jumlah friends di facebook banyak, kok ngga ngaruh ya? what’s wrong? Kalo mo bahas semua social media atau marketplace kayaknya bisa panjang banget ya, lagipula pengetahuan saya juga masih terbatas

Platform-Sosial-Teraktif-Di-IndonesiaSo.. for a start..saya mo share hasil pengamatan saya terhadap facebook page seorang teman yang lumayan sukses yah. Teman saya jualan di facebook, ya facebook yang menurut hasil salah satu riset merupakan platform sosial teraktif nomor 1 di Indonesia. Banyak orang yang belanja dari dagangan orang2 atau teman di facebook ato facebook pages. Tapi nggak sedikit juga yang coba jualan tapi nggak laku-laku. Teman saya belum seminggu akif difacebook page nya, tapi jumlah like nya bisa langsung 500 lebih, nggak cuma like aja, tapi aktivitas jual beli nya juga lancar, barang-barang yang di offer laris manis hampir tiap hari. Kok bisa ya? Setelah saya perhatikan, ada beberapa faktor yang mendukung ‘kesuksesan’ facebook page nya itu:, yaitu:

  1. Ikut Facebook Group. 

Grup yang diikuti ini sebaiknya spesifik berkaitan dengan barang yang dijual, kalo sekedar ikut grup yang judulnya “forum jual beli [nama kota]” aja kayaknya nggak begitu efektif, karena semua orang di grup itu jualan barang yang beraneka ragam, fokus posting jualan barang dagangannya sendiri.

  1. Aktif di Facebook Group

Jangan cuma ikut grup aja trus langsung jualan, harus aktif. Aktif disini maksudnya selain aktif posting barang yang dijual, tapi aktif juga untuk memposting info ataupun apapun yang sekiranya bermanfaat dan berkaitan dengan grup itu. Misalnya kamu penjual assesoris komputer, bisa ikut grup PC Gamer (contoh), nah selain memposting barang dagangan yang berkaitan dengan nge-game di komputer seperti mouse, joystick, dll.. kamu juga bisa posting game-game yang lagi jadi trend, or tips and trick game nya.. kalo yang diposting berguna, secara nggak langsung orang jadi ‘kenal’ dan ketika kamu posting barang dagangan mereka akan lebih mudah untuk percaya dan tertarik untuk membeli.

  1. Respon Yang Cepat

Apa harus realtime untuk jawab message dan comment ? Kalo emang fokusnya jualan online ya harus A.S.A.P (As Soon As Possible) responnnya. Memang calon buyer ada yang nggak mempermasalahkan secepat apa kjawabnya, tapi lebih baik ya secepat mungkin, mumpung buyernya lagi minat. Kalo dijawabnya baru beberapa jam kemudian mungkin aja buyernya sudah hilang minat atau nemuin seller lain yang jawabnya lebih cepat, meski harganya lebih mahal. Nah kan?

  1. Gambar Yang Menarik 

Ada jenis barang dagangan tertentu yang harus dibuat semenarik mungkin fotonya, misal barang-barang art and craft, fashion & accessories. Barang yang sama dijual dengan harga yang sama, tapi dengan konsep foto yang berbeda, bisa beda jauh hasilnya 🙂

  1. Packing Yang Rapih

Ini elemen penting juga yang kadang agak terabaikan. Barang apapun yang dijual, harus dipacking dengan rapih ya. Rapih itu artinya selain dibungkus dengan kertas atau bubble wrap atau apapun itu jangan lupa mempertimbangkan ‘keutuhan’ barang tersebut ketika sampai ditangan buyer. Teman saya menggunakan kardus, bubblewrap, plastic untuk memastikan barang sampai dengan utuh ditangan buyer.  Juga nggak lupa menempelkan sticker ‘fragile‘ dan sticker ‘toko’ jika ada.

  1. Proses Pengiriman Yang Cepat

Cepat disini maksudnya proses dari sejak menerima order sampai mengirimkan barang ya. Meskipun pake pengiriman yang sehari nyampe tapi sellernya baru ngirim beberapa hari setelah menerima order itu ya nggak niat namanya (pernah lho saya pesen and sellernya seperti itu, lupa katanya, fatal!)

 

Nah, hal-hal diatas itu yang saya perhatikan dilakukan oleh teman saya, sehingga ketika dia memutuskan untuk memulai aktif berjualan melalui facebook page nya, tanpa harus bingung pake Facebook Ads, member dari grup yang dia ikuti aktif bertransaksi di page nya dan membantu mereferensikan kepada yang lain. Sehingga hasilnya, tentunya tidak mengecewakan dan sangat menjanjikan.

Ini hanya sharing story aja tentang salah satu cara untuk bisa “eksis” jualan lewat facebook pages, pasti masih ada banyak lagi cara lain, media lain.. apa saja..

But maybe we can give it a try…

And next time I’ll share my story …

Mengutip tulisan di salah satu buku favorit saya “We are what we share.. ada yang bilang sharing is the new currency. Saya setuju sekali. Simpel saja, era digital dibutuhkan content yang memiliki storytelling yang kuat”. (Handoko Hendroyono | The REAL Brand Marketer  — Your journey to be the Ultimate U 2 by Rene Suhardono)

 

Salam Digitizer,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.