Strategi Marketing Jika kita memperhatikan trend design di Indonesia yang beredar di pasaran (terutama online) dari waktu ke waktu, kita bisa dengan mudah mengelompokkan desain-desain tersebut berdasarkan gaya mereka masing-masing. Selera masyarakat berubah-ubah secara konstan, tidak ada yang mau dibosankan dengan desain yang itu-itu melulu. Desain yang masih asing di mata kita bisa datang dan pergi begitu saja, dan beberapa diantaranya menetap dan menjadi suatu trend.

Trend design di Indonesia yang saya maksud di sini adalah kecenderungan orang-orang untuk mengikuti style yang sedang populer. Salah satu syarat untuk suatu desain agar menjadi trend adalah memiliki ciri khas yang sangat, sangat mencolok dibandingkan dengan desain lainnya. Yang kedua, desain tersebut harus cukup tersebar luas sehingga menarik perhatian masyarakat. Masyarakat, terutama kalangan remaja, cenderung suka meniru. Sepertinya ini dimaksudkan karena mereka ingin merasa relevan, atau dalam bahasa gaulnya, ikut eksis—mereka tidak mau dianggap ketinggalan trend. Setelah cukup banyak masyarakat meniru desain tersebut dan popularitasnya bisa dilihat di mana-mana, desain tersebut akan naik peringkat menjadi sebuah trend.

Saya memanfaatkan Google Trends untuk melacak evolusi desain di Indonesia. Saya rasa, desain-desain yang sempat (atau masih) menjadi trend di Indonesia bisa dengan mudah kita sebutkan namanya. Trend design di Indonesia terbesar adalah tipografi, vector portrait, low poly, flat design, dan WPAP. Sayangnya, saya tidak bisa melacak trend untuk vector portrait, karena banyak orang menjulukinya “vektor” saja. Vector portrait pada dasarnya adalah bagian dari desain minimalis (datar) atau flat design. Selain istilah komputer grafis, vektor lebih sering digunakan sebagai istilah matematis. Istilah tersebut terlalu ambigu, maka saya mengganti keyword tersebut dengan “flat design” agar tidak mengacaukan data yang disajikan dalam bentuk grafis di bawah ini.

strategi marketing
Google trend untuk kategori image

Dari grafik tersebut bisa kita simpulkan bahwa desain yang paling popular di Indonesia saat ini adalah WPAP. WPAP atau Wedha’s Pop Art Portrait sendiri merupakan seni potret wajah yang diciptakan oleh seniman grafis asal Pekalongan, Jawa Tengah, pada tahun 1990. Walaupun WPAP sudah ada sejak lama, namun popularitasnya mulai meningkat di awal tahun 2011, seperti yang terlihat pada grafik. Sejak tahun 2015 kemarin, kita mulai melihat desain bergaya WPAP diterapkan di mana-mana. Tetap saja, jika gaya ini kita terapkan secara berlebihan, hasilnya pun tidak enak dipandang. Hal ini juga berlaku untuk desain-desain lainnya.

Garis lengkung dan warna kulit manusia adalah hal yang tidak lazim pada gaya ilustrasi pop art ala Wedha Abdul Rasyid (61), ilustrator novel "Lupus."
Terlihat kemiripan di antara keempat desain tersebut—semuanya merupakan potret wajah. Mengapa demikian?

Design yang paling minim peminatnya di Indonesia adalah low poly. Desain low poly terlihat seperti objek 3D yang belum selesai di-render. Selain itu, di tahun 2013, flat design mulai diperhatikan oleh para desainer Indonesia. Flat design bisa ditemukan terutama di berbagai media yang membutuhkan interaksi antarmuka pengguna (user interface), seperti pada aplikasi smartphone atau website. Flat design menawarkan desain yang begitu sederhana, hanya esensi dari suatu objek saja yang ditampilkan. Desain ini makin dipopulerkan di akhir tahun 2014 oleh Google dengan Material Design-nya.

flat_design
Flat Design Style

Tipografi sebetulnya bukanlah gaya desain, melainkan cabang ilmu desain yang bertujuan untuk memberi karakter pada tulisan. Namun saya rasa tipografi juga layak untuk diikutsertakan dalam daftar trend design di Indonesia.

Lantas, apa yang bisa kita pelajari dari data tersebut?

Manfaat Trend Design di Indonesia untuk Targeted Advertising

gtrends_regional

Selain untuk mengamati popularitas dari waktu ke waktu, Google Trends juga mampu memperlihatkan di kota mana suatu desain punya paling banyak peminat. Pada contoh di bawah ini, WPAP paling banyak diminati di kota Palu, kemudian diikuti oleh Jember dan Kediri. Data ini bisa Anda manfaatkan untuk melancarkan strategi targeted advertising, yaitu iklan yang ditujukan untuk audiens tertentu. Barangkali Anda ingin memanjakan para penggemar WPAP di Kediri dengan mempromosikan produk Anda menggunakan desain WPAP, silakan Anda laksanakan. Mumpung WPAP sedang dalam puncak popularitasnya.

Menggunakan Trend Design Data untuk menjauhi suatu Trend

Atau barangkali Anda tidak ingin mempromosikan produk Anda dengan desain yang itu-itu saja. Tentu saja masyarakat bisa jenuh jika sehari-hari melihat desain yang sama, produk Anda bisa-bisa dihindari karena alasan ini. Berbekal pengetahuan ini, Anda bisa mengeksplor serta memanfaatkan desain lain yang sekiranya layak untuk produk Anda. Berkat keunikan ini, iklan produk Anda bisa jadi akan lebih mengena di hati masyarakat.

Itu adalah dua alternatif yang saya tawarkan. Saya serahkan kepada Anda bagaimana Anda menginterpretasikan grafik tersebut. Bagaimana Anda bisa mengambil manfaat dari trend design di Indonesia untuk kebutuhan usaha Anda.

Berikut adalah salah satu desain favorit saya, diambil dari situs Behance.

“How to appear wise... in a board meeting” karya Vincent Mahé
“How to appear wise… in a board meeting” karya Vincent Mahé

Salam Digitizer,

 

Anda sedang membangun Bisnis Online ? Jika Jawabnya adalah Iya, maka beruntunglah Anda yang sudah meng-Online-kan usahanya. Pantau informasi mengenai Digital Marketing disini. Akan lebih baik jika Anda memasukkan email Anda di Box untuk mendapatkan informasi secara berkala.
* indicates required

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen + 19 =