Internet Marketing – Perbincangan tentang kenapa dollar menguat terhadap mata uang rupiah terus menghangat akhir akhir ini. Perkembangan terakhir penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar dikhawatirkan memicu krisis ekonomi berkepanjangan. Seharusnya hal ini tidak perlu ditanggapi dengan panik, karena fundamental ekonomi Indonesia cukup bagus. Penguatan dollar tersebut lebih kepada dampak faktor global. Tulisan ini mencoba mengupas secara ringan tentang penguatan nilai dollar terhadap rupiah dan mata uang lainnya di dunia.

Penyebab penguatan USD

  1. Ekonomi Amerika serikat sedang menguat.

bi-ekonomi-amerika-serikat-sedang-solid-wrUEkonomi Amerika Serikat sedang bangkit dan berhasil pulih setelah membangun lagi ekonominya selama 5 tahun terakhir. Tingkat pengangguran yang semakin berkurang, dari masa krisis yang sebesar 10 persen pada 2008 sekarang jadi tinggal 5 persen. Menurunnya jumlah pengangguran ini akan meningkatkan konsumsi domestik mereka.

Sementara itu setelah diterpa krisis finansial tahun 2008 yang menyebabkan Bank Sentral Amerika mengeluarkan paket kebijkan Quantitative Easing, the Fed mencetak uang untuk membeli obligasi jangka panjang, baik itu obligasi berupa surat utang AS dan obligasi kredit perumahan. Harapannya adalah, uang itu kemudian bisa digunakan oleh perusahaan untuk keperluan lainnya.

Melimpahnya pasokan US Dollar tersebut banyak digunakan Investor untuk berinvestasi ke Negara-negara berkembang termasuk Indonesia karena pada saat itu investasi di Amerika Serikat tidak menguntungkan. Nah sekarang dengan melihat kondisi perekonomian Amerika Serikat yang mulai pulih, maka Dollar yang sebelumnya “lari” ke negara negara berkembang kembali ke AS, sehingga Dollar menjadi relatif langka dan akhirnya nilai tukarnya menguat.

 

  1. Devaluasi Yuan

yuan-devaluationKarena ekonomi Amerika yang semakin menguat, mengakibatkan permintaan ekspor Cina melemah,. Selama bulan Juli 2015 saja turun 8,3 persen. Ekspor Cina ke AS turun 1,3 persen.

Oleh karena itu Bank Sentral Cina melemahkan mata uang yuan terhadap dolar AS sampai 2 persen supaya barang produksi Cina jadi lebih murah dan diharapkan bisa memperbaiki ekspor mereka. Langkah Cina ini diikuti negara-negara lain yang mendevaluasi mata uangnya terhadap dolar AS supaya barang produksi mereka bisa bersaing dengan Cina.

Hal ini bisa memicu perang mata uang (currency war). Perang mata uang yang dimaksud adalah suatu kondisi dimana masing-masing negara “sengaja” untuk melemahkan mata uangnya terhadap mata uang negara lain, dengan tujuan mempermudah ekspor supaya barang-barang negara tersebut laku dan memperbaiki neraca perdagangan.

Ekonomi Indonesia pun terganggu karena Cina yang merupakan rekan dagang terbesar Indonesia, menurunkan mata uangnya, otomatis Indonesia akan menyesuaikan.

Itulah dua faktor dibalik menguatnya nilai tukar USD terhadap mata uang Negara Negara lain di dunia. Dunia sedang berproses untuk menemukan titik keseimbangan ekonomi baru.

Semoga analisa ini bisa menambah wawasan dan pertimbangan disaat kita ingin memutuskan berbisnis online yang berkaitan dengan valas atau mata uang asing.

Salam Digitizer,

 

Anda sedang membangun Bisnis Online ? Jika Jawabnya adalah Iya, maka beruntunglah Anda yang sudah meng-Online-kan usahanya. Pantau informasi mengenai Digital Marketing disini. Akan lebih baik jika Anda memasukkan email Anda di Box untuk mendapatkan informasi secara berkala.
* indicates required

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here